23.8 C
Bandung
June 6, 2020
binpers.com
Investigasi Jawa Barat Lintas Daerah

Kelurahan Kesepuhan Kota Cirebon Patok Harga Untuk PTSL

0Shares
Cirebon, BN – Dari tahun 2019-2020  Sudah hampir 2 tahun program PTSL di kota Cirebon dianggap sudah selesai dan berlalu.  Ternyata penelusuran wartawan media ini ketika dapatkan informasi di Kelurahan Kesepuhan  masih belum terselesaikan semua dan menyimpan banyak masalah.

Dari  sekitar 300 bidang Penerima , di daerah ini sekitar 40 lebih warga belum menerima Sertifikat pemutihan ini,  dan tidak ada penjelasan lanjut  dari panitia PTSL maupun RT/Rwnya, terkait kenapa belum jadinya  sertifikat hingga keterimanya  semuanya ini . Begitupun yang sudah menerima masih ada sertifikat yang janggal,  di kolom halaman nampak tertera mengetahui Ketua Panitia Adjudikasi tertanda Dwi Rinto Yulias Setyono, S.S.T . Belum mengesahkan menandatangani.   yang berarti belum sah nya  sertifikat itu jadi dan berlaku.

Ini Terkesan pembuatannya secara massal asal jadi,  Warga Kesepuhan tersebar di beberapa RT/RW. Sebagaimana dikatakan Ibu Ida kepada wartawan pada hari Selasa kemarin  salah satunya yang di datangi  wartawan di rumahnya di RT.02/RW.06  mengaku telah di minta dan telah membayar sejumlah uang ke RW.06  Bu Ratiyah . Sebesar Rp 1.300.000,-  untuk pembuatan sertifikat dari program  Pemerintah ini yakni adanya PTSL, rumahnya ini memang belum di sertifikat kan di janjikan akan dibuat sertifikat nya, namun sampai sekarang belum ada .

Ada lagi pa Pri yang mengatakan sama diminta Rp 1.300.000,- telah bayar ke RW  Rp 1.000.000,-  untuk pembuatan sertifikat tanah , Alhamdulillah sertifikatnya sudah jadi ini ditunjukkan , baru  keterima, tapi ada kekurangan belum di tandatangani ketua Panitia Adjudikasi, masih kosong.

Jelas ini melanggar dari ketentuan yang sudah di tetapkan berdasar dari SKB 3 Menteri yang hanya Rp 150.000,- biayanya.

Untuk mengkroscek kebenaran pengakuan warga Kesepuhan terkait pembuatan Sertifikat tanah ini melalui program PTSL , wartawan menemui Lurah baru yang menjabat , cukup kaget juga dengan kedatangan wartawan banyak , menanyakan tentang PTSL ini di kelurahan Kesepuhan bermasalah. Lurah yang belum lama jabat ini mengatakan dirinya tidak tahu menahu perihal itu , karena waktu itu di sini  Lurahnya Ibu R.R. namun siap beri keterangan apa adanya dan dikumpulkan PJ.

Lurah Kesepuhan Ibnu, Babinsa , perangkat Kelurahan yang ditunjuk saat itu kasi Ekbang dan perwakilan Rw/Rt untuk tugas kaitan ini juga memanggil  Rosid sebagai Koordinator Lapangan , semua diminta keterangannya dan jelaskan kecuali Rosid yang mengatakan dengan berbelit Belit. Namun wartawan tidak hanya sampai disitu mengorek keterangan sebanyak mungkin tentang PTSL ini di kelurahan Kesepuhan yang dipatok seharga Rp 650.000,- hingga Rp 1.300.000,- ini.  wartawan datangi Ibu Ratiyah Rw.06 Kesepuhan yang telah menerima dari warganya untuk biaya sertifikat ini. Saat di tanyakan awalnya tidak mengakui bahwa Warganya diminta biaya sertifikat pertanahan  dari Program PTSL ini sebesar Rp 650.000.- dan diminta lagi buat biaya biaya lainnya hingga mencapai Rp 1.300.000,- dengan perincian tuk biaya sertifikat yang disepakati itu Rp 350.000,- buat beli materai sebanyak 20 materai yang 6000,-  per warga per bidangnya.

“Lalu untuk operasional petugas di lapangan hitung orang. Belum ngasih Bu Rose.R  Lurah saat itu . minta sebesar Rp50.000,- sampai Rp 150.000,- itu saya setorkan ke Rosid sebagai Koordinator yang mengaturnya,” tutur Bu Ratiyah RW.06,  pada wartawan.

Nampak dari raut wajah Ibu RW.06 ini ketakutan dan gelisah  jika ini sampai ter ekspose atau sampai diperkarakan ke Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Dirinya turut keseret.  Diminta dirinya mau koordinasi dulu dengan RW RW lainnya juga dengan Rosid. Rosid akhirnya tak berkutik dengan didapatnya keterangan yang di himpun wartawan  tidak hanya dari warga Kesepuhan , dari pengakuan seorang RW. 06 sudah kuat mengarah pada perbuatan melawan hukum. Dalam pengakuan Rosid uangnya sudah habis dibagikan. Berarti jika Kelurahan Kesepuhan dapat 300 bidang saja tuk PTSL ini luar biasa yang diraup panitia PTSL dan Lurah saat itu jabat.

Ratusan juta rupiah di dapat dengan melanggar ketentuan yang ditetapkan, Maka dengan itu kasus ini akan di Laporkan ke Kejaksaan Negeri Kota Cirebon dan Lembaga terkait untuk usut tuntas masalah ini hingga selesai.( Rico )

0Shares

Berita Terkait :

KPK Tangkap Bupati Indramayu

binpers

Jum’at Bersih, Nanang Pinta Warga Lampung Selatan Peduli Lingkungan

Rizky Pratama

Yena Iskandar Ma’soem Siap Nyalon di Pilbup Bandung 2020

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy