25.2 C
Bandung
June 5, 2020
binpers.com
Bidik Jabodetabek

Aktivis Indonesia Angkat Bicara

0Shares

Perlunya Di Kaji Ulang Atas Pemberitaan Terkait Syekh Puji ..!!

Jakarta , BN – Berkaitan dengan masifnya pemberitaan tentang  D  yang diduga telah mengalami pernikahan dini, maka perlunya  menghimbau kepada pihak-pihak terkait untuk menghentikan pemberitaan. Pemberitaan media yang memuat pernyataan berbagai pihak, terus berulang-ulang menyebut identitas anak, meskipun telah disebut dengan inisial atau usia yang bersangkutan. Masifnya pemberitaan tersebut dan berpotensi menimbulkan kekerasan yang bersifat psikis terhadap anak melalui eksploitasi dugaan perkara yang menimpa diri anak.

Untuk itu, para ahli Kajian Hukum Menilai  hal tersebut perlunya disamapikan dan  meminta kepada pihak-pihak terkait menghentikan pernyataan atau opini yang bisa menjadi teror kejiwaan pada diri anak. Dalam hal ini, upaya yang sejatinya dimaksudkan untuk melindungi kepentingan anak menjadi bumerang bagi diri anak tersebut. Undang-Undang No. 35 Tahun 2014, memberikan perlindungan harkat dan martabat anak, termasuk perlindungan dari kekerasan, termasuk didalamnya kekerasan psikis (kejiwaan).

Pemberitaan yang masif, terus menerus meski sudah menyebut inisial, berpotensi menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan secara psikis yang dialami anak.

Arie Chandra SH,MH  yang juga Ketua Umum  WRC PAN-RI  menghimbau  agar menahan diri untuk memberitakan tentang diri anak terkait dengan dugaan perkara yang dialami. Agar tidak berpotensi menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan akibat pemberitaan yang masif  atau belum pasti kebenaranya juga harus dihentikan demi kepentingan psikologis  anak  ,Ditambah lagi adanya muncul dugaan Unsur pemerasan dari kasus yang melingkupi perkara anak tersebut, akan semakin menimbulkan teror mental bagi anak. Apabila ada kasus-kasus Hukum yang berkaitan dengan SP, maka pihak-pihak terkait fokus pada diri SP yang sudah dewasa, dan mempunyai kemampuan bertanggung jawab secara hukum bukan terus menerus memberitakan dari sisi anak.

“Tim Divisi Hukum Watch Relation Of Corruption Pengawas Aset Negara Republik Indonesia sangat  terdorong untuk menyampaikan kepada seluruh Media atau membuat  pers release  serta menerbitkan terkait masalah tersebut  perlunya di kaji ulang agar tak banyak menimbulkan kontradiksi di tengah tengah masyarakat yang saat ini dalam masa genting terkait Covid 19 (Corona),” ungkap Arie di ruang kerjanya di Jakarta.

“Dan bila mana Pihak keluarga D serta pihak yang mungkin dirugikan atas pemberitaan tersebut, walau media di berikan wewenang untuk mengangkat pemberitaan tersebut itupun berdasarkan fakta fakta yang ada bukan sebaliknya  pemberitaan yang tidak berimbang dan jika itu terjadi  bukan sebaiknya berita yang tak Balance , bilamana ada yang di rugikan dalam pemberitaan maka silahkan melaporkan ke Pihak Dewan Pers atau pihak yang berwenang .  informasi yang kami dapat sementara bahwa ini praktek unsur  tersendiri  atau kepentingan sekelompok orang maupun pribadi,” tambahnya.

“Maka dari itu kami masih  menguji atas kebenaranya serta mengkaji kembali pemberitaan yang beredar,  karena di khawatirkan  dapat melibatkan banyak pihak lainnya dengan memanfaatkan situasi dan kondisi atas dugaan perkara hukum yang sedang dialami oleh SP,” tutupnya. (Tim)

0Shares

Berita Terkait :

Masyarakat Tolak Penambangan Pasir Di Sekitar Anak Krakatau

Rizky Pratama

Beny Laos dan Tamu Undangan Terkejut,  Saat Di Datangi Puluhan Mahasiswa Dalam Pembukaan Festival Morotai

Rizky Pratama

Edi Sukmoro: PT. Kereta Api Indonesia Akan Selalu Meningkatkan Safety Untuk Menjadi Angkutan Darat Berkelas Dunia

Rizky Pratama
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy