binpers.com
Jateng Lintas Daerah

Kepala Disdukcapil Kab.Kudus Ngemplang Dana Pensiunan

Kudus, BN – Salah satu warga Perumahan Pondok Indah, Getas Pejaten, Jati, Kudus, Panca Susilowati (54) meminta keadilan kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus, EHJ.

EHJ yang sebelumnya pernah menjabat camat ini, dimintai pertanggungjawabannya. EHJ diduga ngemplang dana pensiunan milik Almarhum Panca Susilowati senilai Rp 100 juta.

Kasus ini tentunya melanggar etika dan bisa belanjut ke ranah hukum. EHJ telah  memanfaatkan persahabatannya dengan Almarhum Waskito yang notabene suami Panca. Waskito saat masih hidup, merupakan pensiunan pegawai bank di Kota Kretek yang pernah meminjamkan dana sebesar Rp 100 juta kepada EHJ.

Waskito rela membantu EHJ lantaran niatan untuk membantu mengatasi kesulitan keuangan yang dialami EHJ, Panca Susilowati istri Waskito menjelaskan bahwa ketika EHJ meminta bantuan pinjam uang, suaminya dalam keadaan sudah pensiun dan tidak memiliki uang cash/tunai.

“Pak EHJ tetap dibantu oleh suami, yakni dengan cara mencairkan dana pensiun di Bank Jateng Cabang Pembantu Pasar Kliwon. Yang dijadikan jaminan untuk bank adalah SK Pensiun suami saya (Waskito),” ungkap Panca Saat dikonfirmasi masalah ini di rumahnya.

Selanjutnya dari pengajuan pinjaman bank tersebut, dapat dicairkan dana sejumlah Rp 100 juta. Kemudian oleh pihak bank, dana Rp 100jt masih dipotong biaya administrasi dan lain-lain sebesar Rp 8 juta. Sehingga Wasito menerima sisa dana pinjaman bersih sebesar Rp 92 juta dalam bentuk non tunai, yang dimasukkan ke rekening Waskito. Karena EHJ waktu itu mendesak ada kebutuhan pribadi, dirinya minta Waskito untuk mencairkan dana di Bank Jateng Cabang Pembantu Matahari Kudus.

Hasil pencairan dana inilah yang diserahkan secara tunai oleh Waskito kepada EHJ, kala itu berjanji kepada Waskito, akan mengembalikan dana pinjaman tersebut dengan cara diangsur.

“Cara pembayaran pinjaman ini dicicil perbulan setiap tanggal 25 dengan nilai cicilan sebesar Rp 3.950.000. Selama 4 bulan, yakni sejak tanggal 25 Juli 2016 lalu,” terang Panca.

Namun niatan baik Waskito ini dibalas air tuba. EHJ mengembalikan pinjaman hanya dalam 5 bulan pertama. Dan selanjutnya EHJ dengan tanpa sebab, menghentikan pembayaran utangnya ke pihak keluarga Waskito.

Kepala Disdukcapil ini saat dikonfirmasi tentang kasusnya, dengan entengnya menjawab bahwa Waskito sudah meninggal dunia dan pinjaman almarhum di bank telah diselesaikan oleh pihak asuransi, menurut EHJ, dia tidak perlu lagi melunasi pinjaman kepada Waskito.

“Karena Pak Waskito sudah meninggal dan sudah ada akte kematiannya, angsuran ke pihak bank sudah ditangani pihak asuransi dan lunas. Saya tidak pelu lagi membayar angsuran ke Bu Panca,” ujar EHJ dengan mimik muka tanpa dosa ketika didatangi Panca.

Panca Susilowati selaku istri Waskito yang mendengar jawaban EHJ ini pun meradang. Janda yang baru ditinggal suaminya meninggal ini tidak bisa menerima begitu saja alasan EHJ. Bagi Panca, EHJ tetap harus bertanggungjawab untuk menyelesaikan kasus utang piutang ini.

“Ini adalah masalah antar pribadi, dimana Pak EHJ utang dana kepada suami saya. Harus diselesaikan secara baik atau saya bawa kasus ini ke ranah hukum. Disanalah nanti bukti-bukti yang bicara,” tegas Panca.

Sebagai pejabat publik, seharusnya EHJ menjaga etika dan harga dirinya. Kasus ini jika ditelisik dari kronologisnya, bisa dikategoikan penipuan dan pelakunya cukup cuci tangan selagi dia menjadi pejabat.

“Dana pensiun almarhum adalah hak kami selaku ahli waris. Tapi mengapa malah digunakan untuk pribadi Pak EHJ. Hukum harus ditegakkan,” pungkas Panca menahan kesedihan.

Dan di tempat terpisah, EHJ yang dihubungi lewat chat selluler membeberkan bahwa, “intinya malah Saya yang dimintai tolong almarhum untuk nutup pinjaman bank sebasar Rp 12,5 juta, biar almarhum bisa mencairkan pinjaman lagi ke bank, seingat saya begitu mas. Karena almarhum banyak hutang, untuk menutup hutang-hutangnya, seingat saya itu. Dan untuk urusan dana pensiun, saya sendiri tidak tahu-menahu, kok sampai ke urusan pensiun bagaimana,?” ujarnya. (Dulhadi/Biro Temanggung)

Related posts

BINPERS.COM