25.2 C
Bandung
June 5, 2020
binpers.com
Jateng Lintas Daerah TNI/Polri

Percepat Penanganan Covid-19, Kabupaten Batang Melaksanakan Patroli Gabungan

0Shares
Batang, BN – Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji menjadi Ketua Tim Giat Patroli Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Batang, Patroli gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Forkopimcam, dengan bertujuan untuk memberi himbauaan kepada masyarakat  tentang Virus Corona. Kegiatan kali ini dibagi menjadi 4 kelompok, sebelum melaksanakan Patroli, Anggota Patroli melaksanakan apel terlebih dahulu di Pendopo Kabupaten Batang, Senin (23/03/2020).

Pada kesempatan tersebut, Camat Subah, Wahyu Setyo Utomo S.Sos, menyampaikan bahwa “pada tanggal 20 Maret 2020 beberapa waktu lalu, sudah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral dari pemerintah Kecamatan juga membuat group, kaitannya dengan Virus Corona ini disebut dengan group ‘Si Gesit’, dengan maksud jajaran Dinas dan Kepala Desa lebih mudah mengkonfirmasi tentang adanya Corona,” tuturnya.

“Sudah diadakan penyemprotan di 17 Desa dan di fasilitas umum, seperti Kantor-Kantor Desa, Masjid, Mushola, dan Sekolahan. Selain diadakan penyemprotan, juga sudah disebarkan MMT, naskah pada sholat jum’at kemarin berisikan tentang Virus Corona yang sekarang sedang mewabah di dunia. secara umum pemerintahan Kecamatan Subah sudah memberikan informasi Virus Corona kepada 17 Desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kasdim 0736 Mayor Inf. Raji, selaku Ketua Tim  menyampaikan bahwa, “Kasdim 0736 Batang datang ke Kecamatan Subah atas himbauan dari pemerintahan Kabupaten Batang untuk membantu, memantau pelaksanaan kegiatan yang sudah dimana-mana terjadi. Kali ini kita sudah melihat berita entah itu polisi tentara, Dokter,  apalagi masyarakat semuanya sudah  kena dengan virus corona. Jadi virus ini tidak pandang bulu, orang sehat pun bisa menebarkan Virus Corona, karena kita semua tidak tahu seperti apa virusnya, sebab tidak bisa dilihat oleh mata. Untuk itu, kita memberikan informasi kepada masyarakat supaya tidak bergerombol dan pergi ketempat keramaian dengan cara yang baik dan santun,” jelasnya.

Dr. Ida, dari Puskesmas Subah juga menyampaikan dan menginformasikan, “untuk Puskesmas Subah yang masuk dalam ODP  satu orang, kalau yang lainya tidak istilah ODP atau PDP itu masih rancu setiap orang dari Luar Kota atau Luar Negeri tidak masuk dalam ODP, jadi orang yang dari Negara yang terjakit virus itu masuk karantina selama 14 hari. Per hari ini ada 31 orang yang di observasi atau di karantina, bukan ODP. Apabila ada orang yang punya gejala batuk dan pilek baru pulang dari Luar Negeri, sudah tentu kita masukkan dalam ODP,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, group Si Gesit itu sendiri singkatan dari Diskusi dan Gerakan Mendeteksi Resiko Tinggi. Dengan harapan informasi yang didapat dari group Si Gesit akan diteruskannya ke Kepala Desa ketingkat sampai bawah akan mengetahui informasi secara cepat tentang Virus Corona.

“Karena untuk sekarang ada aturan  berkunjung di rumah sakit tidak boleh, yang menunggu pasien pun dibatasi cuma dua orang. Langkah yang dibuat Puskesmas subah dengan cara membuat konsep tulisan kemudian disebarkan ke Pasar, Mushola-Mushola agar disampaikan melalui pengeras suara,” ucap Ida. (S Anto Saputro)

0Shares

Berita Terkait :

Kapolres Halsel Bersepeda Bersama Komunitas Gowes dan Bagikan Sembako di Desa Kubung

Susilawati

Jalan Marina Rusak, Kemana Pihak Kecamatan?

binpers

Sinergitas Tanpa Batas Antara Media Berita Investigasi Nasional dan Inspektorat Halsel

Susilawati
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy