binpers.com
Bidik Lintas Daerah Maluku Utara

Terkait Aksi Brutal Wagub Saat Pelantikan Eselon II, Ketua Partai Pengusung Angkat Bicara

Ternate, BN  – Maluku Utara kembali di hebohkan dengan sikap salah satu pejabat yang lagi viral di media sosial atas sikapnya kini terekam video yang berdurasi 27 detik itu , yang mana saat Pelantikan 12 pejabat eselon II dilingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut), pada Senin (16/3/2020) sore kemarin dan sempat tegang.  Pelantikan yang  langsung di pimpin Oleh Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba ini langsung ditantang oleh Wagub M Al Yasin Ali.

Menanggapi video pelantikan yang  beredear, kini Muhammad Senen, atau kerap di sapa Ayah Erik yang juga Ketua partai pengusung Partai PDI Perjuangan, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD ) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adanya kebijakan Gubernur KH Abdul Gani Kasuba sudah sesuai aturan.

“Jadi itu tidak ada hal yang salah. Karena itu sudah dilalui Tahapan  Seleksi, oleh panitia dan ini sudah dijalankan oleh Gubernur,” tuturnya saat di Hubungi Via Telepon, Minggu  (16/3/2020).

Ia menjelaskan, seleksi terbuka pejabat eselon II akan menghasilkan tiga nama yang akan diserahkan Pansel kepada Gubernur. Lalu  Nama-nama itu kemudian diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KASN untuk diverifikasi.

Setelah proses di pusat selesai, nama-nama itu dikembalikan ke Gubernur untuk dipilih salah satu dari tiga nama yang diajukan.

“Di Diktum itu tidak dijelaskan harus berkonsultasi dengan Wagub atau dengan siapa lagi. Ia (regulasi) memberikan hak prerogatif kepada Gubernur,” tegas pria yang sering disapa Ayah, pria yang juga tak main main dengan segala sikap dan lihai dalam berpolitik ini.

Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Utara  juga menyoroti permintaan Al Yasin membatalkan SK Pelantikan khususnya Kepala Pelaksana BPBD. Bahkan, ia tidak sependapat dengan Yasin yang tak lain adalah kader PDI Perjuangan.

“Kecuali Gubernur menetapkan yang dilantik itu, di luar dari tiga nama (hasil asesmen) itu baru salah. Tapi kalau ditentukan salah satu nama dari tiga itu berarti tidak salah,” tegasnya.

Tak hanya itu, politisi PDI Perjuangan ini juga menanggapi sorotan Wagub terkait lokasi pelantikan yang sebelumnya dijadwalkan di Sofifi tapi dialihkan ke Ternate.

“Jadi (tempat) di mana saja tidak masalah. Salah itu, kalau Gubernur tidak melalui tahapan-tahapan seleksi,” imbuhnya.

Ia menegaskan DPD I PDI Perjuangan Maluku Utara senantiasa mengawal pemerintahan Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba, oleh sebab itu ia meminta agar tidak ada pihak yang mencoba merusak Pemerintahan.

“Partai ini tidak sekedar mengusul tapi kita tetap mengawal, maka itu semua pergerakan, dan kebijakan  Kami selaku partai pengusung  akan selalu mengawalnya,” tutur Ayah untuk kesimbangan berita tim Berita investigasi nasional juga sempat ke kediamannya  Wagub namun tak bertemu dengan wagub .(MS)

Related posts

BINPERS.COM