binpers.com
Investigasi SULUT

Aksi Pembongkaran Rumah dan Kios Oleh Ratusan Warga Kelurahan Kadia yang Diduga Bekas Taman Hiburan Rakyat

Kota Kendari, BN – Warga Kelurahan Kadia, Kecamtana Kadia, Kota Kendari (THR) bersama-sama dan kompak membongkar paksa rumah dan kios yang ada di pinggir jalan THR yang didirikan oleh para penyewa tanah di atas lahan mereka yang di Duga telah di jual dan di sewakan oleh oknum atas nama Sukaena (Makelar), Sabtu (22/02/20).

Pembongkaran ini mendapat pengamanan langsung dari pihak Aparat Kepolisian Polres kota Kendari, beberapa warga yang mengaku tanahnya telah di jual dan di sewakan tanpa sepengetahuan mereka mempertahankan tanah tersebut.

Aksi pembongkaran yang dipimpin oleh Ruslan Remba Warga THR, tampak terlihat sangat berapi api dalam melakukan aksi pembongkaran rumah dan kios yang berdiri di atas tanah warga, hal tersebut di lakukan di karenakan sudah berpa kali di lakukan mediasi baik dari pihak pemerintah Provinsi bahkan menurut pengakuan warga sudah pernah di mediasi langsung oleh orang No Satu Sultra, namun tidak ada juga tindak lanjut pengosongan tanah warga yang telah di jual tanpa sepengetahuan oleh si oknum, sehingga hal tersebut membuat warga yang merasa punya hak atas tanah tersebut kompak melakukan pembongkaran paksa.

Aksi pembongkaran rumah dan kios di sepanjang jalan THR tersebut sempat terhenti dengan se tibanya beberapa tim gabungan dari pihak Polres.

Salah seorang warga yang di wawancarai oleh media ini, Rigo Ali membeberkan bahwa, “Awal mula kejadian ini berawal dari pihak kelurah kadia, ia menyayangkan kenapa pihak kelurahan masih mengeluarkan surat kepemilikan pada tahun 2019 kepada pelaku penjual tanah, sementara ini tanahnya kami,” ujarnya.

Ali menduga telah terjadi penyuapan atas penjual tanah warga tersebut.

“kami juga warga selaku pemilik tanah heran kenapa kalau kami menuntut hak kami malah di ancam akan di polisikan, sementara oknum makelar tanah tersebut tidak di tindak malah di biarkan,” keluhnya.

“Pokoknya jika tidak ada solusi kami tetap melanjutkan pembongkaran paksa bila perlu kami sewakan alat berat untuk meratakan bangunan yang ada di atas tanah kami,” tegasnya.

Hingga berita ini di turunkan proses mediasi oleh pihak Tim Gabungan  Polres Kendari masih berlangsung. (Mansur wrc)

Related posts

BINPERS.COM