23.2 C
Bandung
July 6, 2020
binpers.com
Lintas Daerah Politik Sulteng

Diduga Adanya Penggelapan Dana Jadub Oleh Ketua Koperasi Awal Baru di Kec. Tiloan

0Shares
Buol, BN – Sejumlah dana yang mengalir ke rekening pengurus koperasi awal baru Kec. Tiloan Kab. Buol disalahgunakan, hal ini diketahui atas laporan warga kepada Lembaga Syawadaya Masyarakat (LSM), Senin, 23 Desember 2019 silam.

Dana Jatah Biaya Hidup (Jadub) merupakan sejumlah dana yang diberikan oleh perusahaan kepada Anggota Koperasi yang bekerjasama dalam perkebunan sawit dengan metode inti plasma.

Dana yang angkanya cukup pantastis membuat Ketua Koperasi, Sulaiman gelap mata, terhadap proses penyaluran dana yang syarat dengan kepentingan. Hal ini dibuktikan tidak disalurkannya dana Jadub tahun 2017 sebanyak 11 bulan dan dana Jadub tahun 2018 sebanyak 12 bulan. Sehingga jika dikalkulasi, maka ada dana sekitar Rp 1,2 miliar yang tidak disalurkan. Belum lagi dana di tahun 2019 tidak kunjung cair serta biaya masuk Anggota dan pengurusan SKPT masing masing dipungut sebesar Rp 250.000.

Sulaiman saat ditemui dikediamanya mengatakan bahwa, memang dana Jadub tahun 2017 hanya satu bulan yang dicairkan oleh pihak perusahaan, sedangkan tahun 2018 baru sampai dengan bulan Mei. Apalagi di tahun 2019, sama sekali belum dicairkan. Dirinya juga mengakui bahwa yang disalurkan kepada Anggota Koperasi hanya satu bulan di tahun 2017, sedangkan dana di tahun 2018 sekitar Rp 280 juta digunakan untuk operasional dan peralatan kantor, Kemudian dana pendaftaran juga biaya pengurusan SKPT memang tarifnya demikian.

Di tempat yang berbeda, salah satu Kepala Desa yang engan disebut namanya, juga sekaligus sebagai mantan pengurus Koperasi Awal Baru mengatakan bahwa, kuat dugaan dana tersebut disalahgunakan. Pasalnya, 2 Koperasi yang lain yang sama-sama dibentuk. Sampai hari ini dana Jabud tetap dicairkan. Sehingga, kecil kemungkinan jika pihak perusahaan tidak melakukan pencairan.

Dirinya juga menambahkan, bisa jadi jika benar pernyataan Sulaiman sebagai Ketua Koperasi Awal Baru bahwa, dana Jadub tidak dicairkan oleh pihak perusahaan maka Anggota Koperasi bisa mengadakan gugatan klas ection ke Pengadilan dengan tergugat pihak perusahaan. Jika pernyataan itu tidak benar maka bisa dipastikan Ketua Koperasi Awal Baru akan terancam masuk jeruji besi. (Rahmad/Hs)

0Shares

Berita Terkait :

Polres Lamsel Terus Lakukan Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19

Rizky Pratama

Kapolres Kendal Bagikan Ratusan Masker dan APD Untuk Petugas Jaga Operasi Ketupat Candi 2020

Istia Miralita

Polres Batang Gelar Jumbara PKS untuk Menggali Potensi Pelajar

Istia Miralita
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy