binpers.com
Hukum & Kriminal Jateng Lintas Daerah

Diduga Kuat Caffe Tak Memiliki Izin “Kebal Hukum

Batang, BN – Dalam menindaklanjuti pemberitaan yang lalu, bahwasanya sampai saat ini hasil investigasi juga  pantauan umum Tim Investigasi belum adanya penanganan dengan cara serius dari pihak Pemerintah setempat   hingga saat ini.

Adanya Dua Caffe di Ruko dekat Jembatan Kali Kuto Gringsing Batang, Diduga kuat tidak Kantongi Ijin Resmi dari Pemerintah setempat sehingga Masyarakat merasa kecewa adanya Caffe tersebut sehingga banyak mengundang Kontradektip serta menganggap dirinya Kebal Hukum dengan tidak adanya tindakan oleh Pemerintah setempat. Caffe tersebut berada di Wilayah Kecamatan Gringsing, ini salah satu Kecamatan yang berada di ujung paling Timur Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah yang menjadi Perbatasan dua Kabupaten antara Batang dan Kendal.

Caffe tersebut melakukan kegiatan hampir setiap malam dengan banyaknya pengunjung serta rawan kecelakaan dengan terbatasnya penyedia halaman parkir, dalam hal ini pada hari Kamis (26/12/2019), Tim Wartawan Reaksi Cepat Berita Investigasi Nasional Binpers.com berkunjung di Desa Gringsing serta menemui salah satu narasumber bernisial K yang juga menjelaskan atas keberadaan Caffe tersebut.

Menurut keterangan narasumber bahwa, “adanya Caffe tersebut kami selaku Masyarakat kurang setuju karena selama adanya Caffe itu kami merasa tak pernah dilibatkan atau menandatangani bentuk ijin apapun, sehingga  menurut pandangan Masyarakat sementara ini, bahwa Caffe tersebut diduga kuat tak memiliki ijin,” ungkapnya.

ia mengatakan lagi bahwa, “hampir setiap malam penghuni Caffe tersebut mengeluarkan suara musik, sehingga kami selaku tetangga atau Masyarakat terdekat merasa bising dan cukup menganggu ketenangan dalam masa-masa Istirahat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa, “harapan kami agar Pemerintah khususnya Kabupaten Batang serta Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Gringsing, untuk segera menindaklanjuti perihal tersebut, agar bisa melakukan sesuai Prosedur Hukum yang berlaku. Kalau kita kaji keberadaan Caffe tersebut tidak sesuai aturan atau perijinan, salah contoh Caffe yang berada dalam bibir jalan Provinsi Jawa Tengah dengan jarak Caffe dan penduduk Masyarakat sangat terlalu dekat jaraknya, ijin usaha, atau ijin pariwisata serta ijin Edar minuman dengan dugaan tak dimiliki oleh pemilik Caffe tersebut,” harapnya.

Dengan hal tersebut, maka dikembalikan lagi kepada Pemerintah agar bisa memperhatikan atas kebenarannya sehingga Masyarakat serta para pengusaha patuh dengan Undang-Undang dan peraturan sebagaimana mestinya. (Tim Jateng)

Related posts

BINPERS.COM