24.2 C
Bandung
May 29, 2020
binpers.com
Kaltim Lintas Daerah

Pindahkan Ibu Kota, Presiden Jokowi Permisi Kepada Tokoh Masyarakat Kaltim

0Shares
Balikpapan, BN – Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan tokoh Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), untuk menjelaskan rencana pemindahan ibu kota Negara ke Provinsi itu, di Balikpapan, Kaltim, Selasa (17/12/2019) kemarin siang.

Presiden Jokowi mengawali agenda kunjungannya di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan menemui sejumlah tokoh Masyarakat setempat untuk menyampaikan niatnya memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Wilayah diantara Paser Penajam Utara dan Kutai Kartanegara.

“Saya ingin mengetuk pintu permisi, kalau di Jawa ingin kulo nuwun, kepada seluruh tokoh yang hadir di sini atas keputusan yang telah kita ambil untuk memindahkan Ibu Kota Negara kita ke Kalimantan Timur, lebih khusus lagi di Paser Penajam Utara dan juga Kutai Kartanegara,” kata Presiden Jokowi saat mengawali sambutannya dalam pertemuan yang digelar di sebuah restoran di kota Balikpapan, Selasa (17/12).

Presiden menjelaskan, keputusan pemindahan Ibu Kota Negara ini sudah melalui studi yang cukup lama, sudah 5 tahun lalu dimulai. Ia menyampaikan, studi mengenai perpindahan Ibu Kota itu sudah dimulai sejak Presiden pertama kita, Bung Karno dulu sebetulnya sudah ingin memindahkan Ibu Kota di Palangkaraya. Kemudian Presiden berikutnya juga ingin memindahkan dari Jakarta tapi tetap masih di Jawa, terakhir Presiden sebelum dirinya juga ingin memindahkan Ibu Kota.

Ia mengatakan, “artinya, memang ini sebuah perjalanan panjang keinginan kita untuk memindahkan Ibu Kota. Karena, dari sisi penduduk yang sekarang adalah sebanyak 267 juta, 56% itu ada di Jawa, totalnya di Jawa itu kurang lebih 149 juta. Sementara PDB ekonomi itu 58% ada di Jawa khususnya di Jakarta. Semua orang kalau urusan ekonomi pasti berbondong-bondong ke Jawa lebih khusus lagi ke Jakarta. Sehingga Jakarta semakin hari tidak semakin longgar tapi semikin padat karena memang penduduk datang dari seluruh penjuru tanah air,” ungkap Kepala Negara.

Ia juga menyampaikan, bahwa proses pemilihan ini sudah melalui sebuah kalkulasi, sebuah perhitungan yang panjang. Setelah data-data disampaikan,  Pemerintah memutuskan pindahnya ke Kalimantan Timur khususnya di Paser Penajam Utara dan di Kutai Kartanegara.  “Sampai kemarin memang yang sudah diputuskan mencakup kurang lebih 193 ribu hektar, tetapi tadi Pak Gubernur menyampaikan yang disiapkan dalam jangka yang sangat panjang adalah 410 ribu hektar, yang itu memang sudah konsesi-konsesi HTI yang sudah diberikan kepada perusahaan dan kita minta kembali karena memang itu adalah milik negara,” terang Presiden Jokowi.

Pemerintah tidak hanya ingin memindahkan fisik kantor atau fisik gedung dari Jakarta. Tapi yang diinginkan nanti pindahnya Ibu Kota ini juga ada sebuah transformasi pindahnya budaya kerja, pindahnya sistem kerja kita, pindahnya pola piier, sehingga semuanya nanti dengan kepindahan ini agar kita diinstall sistemnya. “Sehingga waktu masuk birokrasi kita sistem itulah yang nanti akan memberikan paduan sehingga bekerja kita lebih cepat dalam merespon setiap perubahan-perubahan yang ada,” tegas Presiden Jokowi.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan Gubernur Kaltim Isran Noor. (Suroto Anto Saputro)

0Shares

Berita Terkait :

Kapolres Morotai Hadiri Rakor Pembentukan Satgas Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona

Susilawati

Pati Tak Ingin Gagal Raih Adipura ke-11

binpers

Kodim Pekalongan Berikan Bantuan pada Korban Banjir

Susilawati
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy