21.5 C
Bandung
May 28, 2020
binpers.com
Investigasi Jateng Lintas Daerah

Warga Karangtengah Subah Tuntut Perangkat Desa Penggelap PBB Mundur

0Shares
Batang, BN –  Ratusan warga Desa Karangtengah Kecamatan Subah menggeruduk balai desa untuk meminta pertanggungjawaban oknum perangkat desa yang menilep PBB, Senin (01/12/2019).

Tuntutan masyarakat ini didasari oleh temuan adanya dugaan penggelapan Pajak Bumi dan Bangunan tahun 2013, 2014 dan 2016 oleh oknum Sekretaris Desa yang tidak dibayarkan sementara masyarakat sendiri merasa sudah melunasi, warga menuntut agar oknum Sekdes diberi sanksi tegas dan dipecat.

Warga diterima oleh Kades Karangtengah Slamet Mugiono dan Muspika Kecamatan Subah, sebagian warga diminta duduk bersama dan memecahkan masalah ini.

Juru bicara warga Ngatip dan Rumanah menyampaikan bahwa kedatangan warga ini adalah untuk menagih janji oknum Sekdes yang akan membayarkan pajak selambat-lambatnya tanggal 30 November 2019.

“Tanggal 1 November 2019 kami bertemu Sekdes dan tanggal 6 November 2019 Sekdes berjanji akan melunasi paling lambat tanggal 30 tapi sampai hari ini janji tersebut tidak terealisasi”, kata Ngatip mewakili warga.

Sedangkan Rumanah menyampaikan bahwa nama desa Karangtengah menjadi tercela karena di cap sebagai desa yang tidak taat pajak. “Setiap kali ada pertemuan di Kabupaten selalu disinggung padahal masyarakat sudah melunasi setiap tagihan PBB bahkan ada yang sampai jual ayam agar tidak nunggak tapi ternyata uangnya dipakai sendiri oleh Sekdes”, kata Rumanah yang juga aktivis desa berapi-api.

Suasana menjadi panas dan ricuh saat terjadi beda pendapat antar sesama warga tapi bisa diredam oleh aparat kepolisian yang berjaga, Kades Karangtengah Slamet Mugiono yang belum satu bulan menjabat menanggapi tuntutan warga dengan bijak dan menyatakan tidak akan memihak.

“Saat ini Sekdes sedang ke Bank Jateng Cabang Batang untuk melunasi PBB desa Karangtengah”, jelas Kades. Jawaban Kades ini rupanya tidak memuaskan warga karena Sekdes dianggap menyepelekan dan selalu mengulur waktu. Warga menyatakan tetap akan bertahan di Balai desa menunggu kepulangan Sekdes. Warga yang sudah geram dengan ulah Sekdes menuntut agar oknum tersebut diberhentikan meskipun sudah melunasi pajak yang ditilepnya.

Camat Subah Wahyu Setyo Oetomo menjelaskan bahwa pajak yang digelapkan tahun 2013 sejumlah 87 juta, tahun 2014 sejumlah 47 juta dan tahun 2016 sejumlah 70 juta. Dari jumlah tersebut ditambah denda menjadi 198 juta yang harus dibayarkan. “Saat ini Sekdes sedang ke Batang untuk melunasi. DPKAD tidak akan menerima jika hanya dibayar pokok. Jadi yang dilunasi adalah pokok dan denda”, kata Camat.

Camat juga menyatakan dirinya sudah diperiksa Kejaksaan sehubungan dengan masalah ini, pernyataan Camat dibenarkan oleh Kapolsek Subah AKP Budi Prayitno. Kapolsek  menambahkan bahwa proses hukum sudah dilaporkan ke Tipikor dan sedang disidik. Memberhentikan perangkat desa juga harus melalui proses dari tingkat desa dan persetujuan Bupati.

Salah seorang warga Hasan Basri kepada media menyatakan terkuaknya ulah Sekdes Taryoto bermula ketika akan ada pencairan dana kompensasi Sutet. Warga tidak bisa mengambil karena desa Karangtengah belum lunas PBB sekian tahun. Warga kaget karena sudah merasa membayar tepat waktu dan segera membuka google. Dari situlah ulah oknum Sekdes terbongkar.

Azizah warga lainnya menceritakan ulah Sekdes yang sering mengutip uang ketika ada yang mengurus surat-surat atau memotong dana bantuan. “Ibu saya pernah mendapat dana bantuan untuk pedagang kecil sebesar 1 juta tapi oleh Sekdes dipotong 400 ribu tanpa keterangan jelas”, kata Azizah.

“Kami ingin Karangtengah menjadi desa yang bersih dari oknum perangkat nakal supaya ke depannya menjadi desa yang maju”, tambah Azizah.

Sampai siang hari warga masih bertahan di Balai desa sambil membentangkan spanduk. Mereka bertahan dan akan menunggu Sekdes pulang dari Batang. Meskipun kwitansi pembayaran asli sebesar Rp. 198.438.814 sudah diperlihatkan oleh perangkat desa yang mengantar Sekdes ke Bank Jateng tapi warga tetap menuntut Sekdes supaya hadir.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan Polsek Subah siaga di lokasi Balai Desa dibantu Polsek Limpung, Polsek Tulis dan pasukan Dalmas serta divisi K9 Polres Batang.

Pukul 14.35 Sekdes hadir di Balai Desa dengan pengawalan ketat dari pasukan Dalmas. Warga kembali berteriak menuntut Sekdes mundur.

Kepada Muspika dan masyarakat Sekdes menyampaikan bahwa dirinya mengikuti proses hukum sebaik-baiknya. Setelah menyampaikan itu Sekdes segera pergi.

Juru bicara warga Rumanah menyatakan tidak puas dengan pertemuan ini dan akan tetap menuntut sampai Sekdes Taryoto mundur. (Suroto Anto Saputro)

0Shares

Berita Terkait :

Masyarakat Meminta Pemerintah Desa Timbolo Memfasilitasi Pembangunan Paud

Susilawati

Kejari Bitung Gelar Program “Jaksa Masuk Sekolah “

binpers

Tingkatkan Sinergitas, Polres Tulang Bawang Gelar Olahraga Bersama TNI dan Insan Pers

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy