21.5 C
Bandung
June 4, 2020
binpers.com
Ekonomi & Bisnis Jawa Barat Lintas Daerah

Pertani Garam Indramayu Keluhkan Harga Garam Lokal

0Shares
Indramayu, BN – Petani garam di Kecamatan Losarang Dan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu keluhkan anjloknya harga garam lokal yang turun drastis berkisar Rp 200 sampai dengan Rp, 150/Kilogram.

Menurut salah seorang petani garam Karnadi yang berhasil di temui awak media Berita Investigasi Nasional dia mengatakan, pernah terjadi pada tahun 2007, harga garam mencapai Rp 70/Kilogram, namun petani masih bisa untung karena harga angkut dari tambak ke pengepul masih sangat murah di banding sekarang  ongkos angkut dari tambak ke pengepul semakin  mahal, jatuhnya harga garam lokal karena di pengaruhi oleh garam impor di Tahun 2018.

“Ketika panen Tahun 2019 ini harga garam di tingkat petani kisaran Rp 300 hingga Rp 400/Kilogram,dan harga itu semakin merosot menjadi Rp 270 hingga Rp 300/kilogramnya,” ujarnya.

Kondisi ini berbeda dengan harga garam tahun lalu yang harganya mencapai Rp 2000 hingga tembus Rp 2500/kilonya, namun memasuki pertengahan tahun 2018 harga garam lokal tak membaik hingga menumpuk akibat tak terjual, tumpukan garam di Kecamatan Losarang Dan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu terus bertambah dengan adanya produksi garam pada tahun 2019 akibat rendahnya harga garam lokal,penumpukan garam lokal sebelumnya tak pernah terjadi.

Biasanya harga garam akan meningkat seiring dengan berakhirnya masa produksi garam pada musim penghujan.

Di tempat terpisah awak media Berita Investigasi Nasional, menemui  salah seorang bos garam atau yang akrab di tempat itu di panggil juragan  yang menjadi pengepul garam petani, Sumardi mengatakan kepada awak media, rendahnya harga garam membuat para petani garam yang punya lahan sendiri lebih memilih menyimpan garam hasil panennya atau di gudangkan, tetapi bagi petani yang tidak punya lahan dan lahannya dapat sewa,dengan terpaksa menjual hasil panen garamnya, sekalipun dengan harga rendah sebenarnya si Rugi, menurut juragan.

Rendahnya harga garam lokal sa’at ini berdampak pada pembiaran atau penelantaran lahan siap panen oleh petani karena tak menutup modal bahkan merugi belum lagi di tambah biyaya angkut dari lokasi ke tempat pengepul,apa lagi yang lokasinya jauh dari pengepul, dan rendahnya harga garam lokal sa’at ini akan menurunkan peminat petani garam untuk memproduksi garam pada tahun depan,maunya petani garam tidak muluk muluk asal harga garam lokal bisa setandar Rp 500/kilonya saja sudah dapat untung walaupun tidak seberapa.

Harapan para petani garam di kabupaten Indramayu mengharapkan pemerintah pusat maupun daerah dapat membantu para petani garam lokal. (Kodarisman)

0Shares

Berita Terkait :

Yonarmed 11 Kostrad Terima Sosialisasi Dari Bank BRI

Rizky Pratama

Pengurus Lembaga Anti Narkotika DPC Kendal Resmi Dibentuk

Rizky Pratama

Pilkada Serentak Dilaksanakan 9 Desember Mendatang, KPU Utamakan Protokol Kesehatan Dalam Pemungutan Suara

Susilawati
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy