23.2 C
Bandung
July 6, 2020
binpers.com
Investigasi Maluku Utara

Tak Memiliki IPAL, Puskesmas Saketa Diduga Menyalahgunakan Dana BOK

0Shares
Halsel, BN – Diketahui serangan demi serangan yang dilakukan oleh LSM KPPPI ke Dinas Kesehatan belum selesai juga, yang diduga bermasalah belum lama ini diberitakan “oleh salah satu media online.

Ketua Bidang Intelijen dan Investigasi DPC KPPPI Halsel, Ruslan Abdul, menjelaskan ” adanya dugaan penyalagunaan Dana BOK Puskesmas Saketa, pasalnya Dana BOK Senilai Rp  1.075.000.000 yang diperuntukkan untuk operasional, ATK dan kebutuhan Puskesmas lainya yang harus disetor 40% ke Puskesmas melalui Bendahara dan Kepala Puskesmas dari setiap program yang direncanakan.

“Ada dugaan penyalagunaan yang tidak sesuai juknis terkait pengelolaan Dana BOK Puskesmas Saketa, dimana anggaran BOK senilai Rp 1 miliar lebih untuk Operasional kesehatan harus dibuka 40% dan disetor ke Bendahara yang tidak diketahui penggunaanya,” ungkap Ruslan.

Atas dugaan tersebut  pihak Kejari Labuha untuk melakukan penyelidikan terkait penggunaan Dana BOK Puskesmas Saketa. Terkait dugaan ini kami mendesak pihak Kejati agar segera melakukan penyelidikan Dana BOK Puskesmas Saketa, pasalnya banyak keluhan pegawai Puskesmas, dan atas penyotoran 40% tersebut kegiatan Puskesmas Saketa menjadi tidak efektif,” tegasnya.

Juga Kepala Puskesmas, Darmo Umar, ketika dikonfirmasi via telepon genggam membenarkan bahwa “penyetoran 40% untuk Puskesmas dan dari dana tersebut digunakan untuk kegiatan – kegiatan Puskesmas, Perjalanan Dinas dan Admin.Iya ada kesepakatan dengan staf untuk 40%  ke Puskesmas dan 60% untuk program, karena jika mengikuti juknis maka apa yang dilaksanakan petugas itu yang dibayar sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan, terkait 40% yang disetor ke Bendahara digunakan untuk kegiatan – kegiatan Puskesmas, Perjalanan Dinas dan Admin,” jelas Darmo.

Bukan hanya masalah dana BOK, sesuai hasil Investigasi di Puskesmas Saketa, jika Puskesmas yang berada di Zona Gane Barat ini tidak memiliki  IPAL, jangan kan IPAL, izin IPAL pun tidak ada, karena minimnya sosialisasi mengenai bahaya limbah,” tutur salah satu warga Gane Barat yang tidak mau disebutkan identitasnya. Saat dikonfirmasi ke beberapa staf di Puskesmas, mereka kebingunan dan tidak tahu apa itu IPAL, untuk mencari informasi yang lebih jelas Tim wartawan Berita Investigasi Nasional menghubungi Kepala Puskesmas via telepon, namun beliau membenarkan jika di Puskesmas Saketa tidak memiliki IPAL.

Padahal Kementrian Kesehatan Dan Lingkungan Hidup sudah mengingatkan berulangkali, akan bahaya Puskesmas yang tidak menggunakan IPAL, pencemaran dan sangat berbahaya untuk kesehatan Warga serta mengganggu masyarakat yang tinggal di seputaran Zona Puskesmas, maka dari itu Masyarakat berharap agar tersedia IPAL di Puskesmas. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halsel, Ahmad Radjak, saat dikonfirmasi tidak berada di tempatnya. Sampainya pemberitaan ini diturunkan, Tim Investigasi masih mencari kebenarannya. (MS*)

0Shares

Berita Terkait :

Luar Biasa, Ketua Pemuda Desa Tiowor Bersama Rekan Bagikan Masker Gratis

Istia Miralita

Masyarakat Desa Temiyang Kembali Labrak Kantor Desa Dengan Massa Lebih Besar!

Rizky Pratama

Bersepeda Bersama Komunitas Gowes Saruma, Kapolres Halsel Ajak Jaga Ketentraman Dan Kesejukan Jelang Pilkada 2020 di Kab.Halsel

Rizky Pratama
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy