binpers.com
Aceh Ekonomi & Bisnis

Dinas Perindustrian ESDM Gayo Lues Bakal Naikkan Harga Galian C

Gayo Lues (Aceh), BN – Selaras dengan terbitnya Keputusan gubernur provinsi Aceh Nova Irwansyah No. 540/1721, Kepala Dinas Perindustrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Gayo Lues Ridwansyah, ST mengatakan, guna menunjang pembangunan infrastruktur atau pun rehabilitasi Kawasan penunjang Galian C di Kabupaten Gayo Lues, pemerintah juga perlu segera menaikkan tarip retribusi Galian C.

“Karena Galian C yang diambil tidak sebanding dengan Kerusakan Alam yang ditimbulkan akibat galih C, tutur Ridwansyah, ST kepada media Binpers.com, Kamis (7/11 /19).

Kemudian, lanjut Dia, berdasarkan perhitungan yang dilakukan serapan PAD Gayo Lues  dari Galian C pada pada tahun 2018 berkisar Rp.964.369.947, hal ini tentunya tak sebanding dengan imbas yang ditimbulkan diantaranya kerusakan Alam, sementara pihak Pemerintah Provinsi Aceh sudah mengambil kebijakan baru.

Ridwansyah menjelaskan, jumlah tersebut dari hasil perhitungan retribusi Galian C tahun 2018 untuk setiap kubik nya sebesar Rp.5000, sementara untuk tahun 2019 masih berjalan, dari serapan  PAD tersebut sangat minim, untuk itu Dinas perindustrian Energi dan sumber daya mineral Gayo Lues mengatakan  tahun  2020, akan membuat peraturan seperti yang telah ditetapkan pemerintah provinsi Aceh.

“Kita juga bakal mengikuti kebijakan baru sebagaimana yang ditetapkan pemerintah Provinsi Aceh nilai Retribusi Galian C. Di antaranya. Untuk tanah timbun/ tanah Urug senilai 17000 (tujuh belas ribu rupiah). Untuk Sertu ( Pasar dan Batu) 25000(dua Lima ribu rupiah) dan untuk Batu Gunung/ Batu gajah/ Andesit.35000 (tiga lima ribu rupiah), juga untuk Batu Gamping/Batu Kapur senilai 50,000 (limapuluh ribu rupiah) yang sudah mulai  berlaku pada Oktober 2019 ini,” tegasnya.

“Sudah seharusnya PAD Gayo Lues dari retribusi Galian C kita maksimalkan mengingat banyak nya rekananan rekananan dari perusahaan besar yang berkiprah di Gayo Lues, kita juga harus mempertahankan dan memperhatikan keseimbangan Alam dalam kurun waktu yang tidak lama kedepannya, karena pembangunan infrastruktur tidak akan pernah berhenti sepanjang waktu, dan semua itu membutuhkan Galian C, sementara ketersediaan Alam sangat terbatas dan membutuhkan Rehabilitasi dan sebagai nya,” jelasnya.

Ridwansyah menambahkan, kebijakan untuk menaikkan tarif retribusi Galian C  dalam waktu dekat pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Bupati Gayo Lues, agar  dibuatkan Perbup untuk tahun 2020, yang selaras dengan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Aceh.

“Jika Perbup sudah ada kita  akan langsung terapkan tarip retribusi Galian C Kabupaten Gayo Lues sesuai yang sudah ditetapkan Pemerintah Provinsi Aceh,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru ketika dikonfirmasi via salulernya kepada Binpers.com, Kamis  (7/11) menhatakan, “Terkait kenaikan tarip retribusi Galian C akan segera membuat peraturan baru, mengikuti kebijakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Aceh, karena mengingat banyak nya perusahaan penambang besar dari provinsi Aceh yang juga berkiprah untuk membangun infrastruktur di Gayo Lues dengan sumber dana nya dari APBA,” ujar H. Amru.

“Jadi tidak ada salahnya kita juga membuat peraturan baru dengan menaikkan tarip retribusi Galian C, untuk menambah income daerah, minimal beberapa kawasan yang butuh rehabilitasi akan terbantu, untuk mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan,” tegasnya. (Rauf Ariga)

Related posts

BINPERS.COM