21 C
Bandung
July 4, 2020
binpers.com
Investigasi

WRC PAN-RI Telusuri Kasus Korupsi Rp 1,7 M yang Diduga Mandek di Polres Pinrang

0Shares
Pinrang (Sulsel), BN – Ketua team investigasi dan klarifikasi Watch Relation of Corruption (WRC) Pengawas Asset Negara Republik Indonesia (PAN-RI) wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, Lukman Hakim, SH didampingi Muhammad Sinrang Rais, SH mendatangi Kantor Polres Pinrang, untuk klarifikasi kasus korupsi kerugian negara Rp 1.7 Miliar di Pinrang, Senin (4/11/2019).

Menurut Kasi Pidsus Kejaksaan Pinrang, Andi Muhammad Yusran, SH, ketika ditemuai oleh team WRC, Senin (4/11/19) di Kantor Kejaksaan menjelaskan, bahwa kasus Korupsi tersangka HT dan HC sudah lama P21.

Lanjut Ketua Team Klarifikasi WRC, Lukman Hakim, SH mengatakan, ada dugaan skenario dibalik mandeknya P21 tahap dua di penyidik Polres Pinrang. Tudingan ini ditegaskan karena Kasat Reskrim AKP Darma Negara tidak menerima Team WRC dengan berbagai alasan, sibuk ada kegiatan, padahal Team hanya minta waktu 5 menit saja, namun tetap menolak tidak ada waktu kata Staf Urbin Reskrim setelah kembali dari ruangan Kasat Reskrim yang cukup lama dibicarakan atas adanya WRC ingin bertemu mengklarifikasi adanya P21 dari Kejaksaan Pinrang.

Jadwal Pertemuan yang ketiga kalinya dengan Kasat Reskrim selalu menemui jalan buntu atau diduga menghindar dari Team WRC terkait klarifikasi kasus kerugian negara Rp 1,7 Miliar dengan tersangka HT Direktur PT. Mulia Jaya Abadi Mandiri dan tersangka HC dari PPK  dinas PU Bina Marga Pinrang.

Selain itu, diduga kuat ada skenario dibalik terkuburnya kasus ini di tingkat Penyidik. Tudingan ini ditegaskan anggota divisi  Pengawasan dan Penindakan WRC PAN-RI Prov. Sulsel, Aksan, SH.

“Dalam kasus Proyek Hotmix dan Beton di Pinrang, TA 2014, dengan anggaran Rp 11.218.407 miliar, proses penanganannya (menggantung terus) di sidik Polres Pinrang, sejak awal tahun 2015, kembali diungkap karena kasus ini hanya dibolak-balik penyidik-penuntut saja,” ujarnya.

“Begitu HT dan HC ditahan, saya yakin mantan Ketua Gapensi Pinrang ini akan bernyanyi dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yang juga turut menikmati kerugian negara tersebut,” tambah Aksan.

Seperti yang diketahui, kasus yang melibatkan pejabat dalam wilayah Kabupaten Pinrang terkait Kasus Hotmix dan rabat beton jalan ini mandek, padahal kasus tersebut sudah jelas adanya dugaan pelanggaran.

Kasie Intel Kejari Pinrang, Andi Alam, ketika dihubungi melalui WA, membenarkan dan mengatakan, untuk perkara jalan hotmix tahun 2015 atas nama tersangka HT dan HC saat ini statusnya sudah P21 atau sudah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan Negeri Pinrang,

Lebih lanjut dikatakan, saat ini pihaknya dalam posisi menunggu proses tahap 2, “atau penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Kepolisian Polres Pinrang,” tukas Alam yang mendapatkan Info tentang hal ini dari M. Yusran sebagai Kasi Pidsus Kejari Pinrang.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Watch Relation of Corruption (WRC) Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia, Arie Chandra SH, dalam menanggapi permasalahan ini mengatakan sangat menyayangkan sikap pihak Penyidik  Polres Pinrang hingga Kejaksaan yang terkesan ragu-ragu untuk melakukan penahanan terhadap terduga pelaku kasus korupsi tersebut.

Menurutnya, hal ini jelas sekali akan menimbulkan kecurigaan dan memunculkan opini publik, ada apa dengan aparat hukum di Pinrang? seolah tidak berdaya dalam menetapkan keputusan status hukum yang berlaku bagi HT dan HC.

“Saya akan melakukan crosscheck atas kebenaran kasus ini. Jika terus digantung, ini akan menjadi sebuah bom waktu yang akan meledakkan konflik dalam masyarakat, yang tentunya melemahkan wibawa para aparat setempat.” Tandas Ketua Umum WRC PAN RI Arie Chandra, SH.(Red)

0Shares

Berita Terkait :

Tulang Bawang Diduga Marak Proyek Misterius

binpers

TNI Gagalkan Penyeludupan Baby Lobster di Batam Senilai Rp 13,8 M

binpers

Penemuan Mayat Perempuan Terbungkus Karung di Kawasan Hutan Kampung Sukalaksana

Istia Miralita
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy