25.8 C
Bandung
July 5, 2020
binpers.com
Hukum & Kriminal Jawa Barat

Kode Suap “Mangga Manis” Bupati Indramayu Berujung Jadi Tersangka

0Shares
Indramayu, BN – KPK menaikkan status Bupati Indramayu dan tiga lainnya menjadi tersangka suap pengaturan proyek di lingkungan dinas PUPR kabupaten Indramayu 2019. Ke empat yang menjadi tersangka yaitu, Bupati Indramayu, Supendi, Omarsyah kepala dinas PUPR Wempy Triyono, Kabid jalan PUPR, dan Feri Mulyono staf bidang jalan dinas PUPR kabupaten Indramayu, Carsa AS dari pihak swasta. Dan yang lainya yaitu kepala desa Bongas Kadir, Sudirjo supir Bupati, Haidar Somsyil, diperbolehkan pulang hanya menjadi saksi.

“Dalam kasus dugaan suap menggunakan kata sandi yang cukup asyik sama dengan nama daerahnya yang dijuluki Indramayu kota mangga, maka isyarat yang digunakan Carsa, pihak swasta kepada bupati sudah disiapkan mangga manis,” ucap Basaria.

“Berawal dari KPK menerima informasi adanya dugaan permintaan uang dari bupati kepada rekanan terkait beberapa proyek yang dikerjakan oleh rekanan,” kata Komisioner KPK, Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers Selasa (15/10/2019) malam.

“Carsa diduga menghubungi ajudan Bupati Supendi, bahwa uang akan diberikan pada supir bupati,” lanjut dia.

Carsa kemudian meminta Sidoarjo selaku supir Bupati untuk bertemu di toko penjual mangga, di pasar dan menyampaikan bahwa ia sudah menyiapkan mangga manis untuk bupati Supendi. Carsa juga minta sopir datang dengan motor yang ada bagasinya, untuk membawa mangga manis.

Carsa juga memerintahkan stafnya untuk mengantar uang dan dititipkan pada sopir Bupati Supendi, setelah keduanya bertemu uang diberikan dan ditaruh di bawah jok motor dibungkus dengan tas kresek hitam sebesar 100 juta rupiah. Sudirjo kemudian mengantarkan uang ke rumah dinas Bupati Supendi lewat pintu belakang, dan Carsa menghubungi Bupati Supendi bahwa uang sudah dititipkan Sudirjo tidak lain adalah supir Bupati Indramayu supendi sebesar 100 juta rupiah.

“Setelah melakukan pemantauan dan memastikan ada penyerahan uang kepada Supendi, tim kemudian mengamankan beberapa orang di tempat berbeda,” kata Basaria.

Disebutkan, pada pukul 22,40 wib tim bergerak ke rumah ajudan Supendi bernama Haidar dan mengamankannya, tim kemudian bergerak ke desa bongas di mana sedang diadakan pertunjukan wayang kulit di depan rumah Supendi dan mengamankan supir Bupati Sudirjo di dalam rumah bupati sekitar pukul 23.12 WIB, selanjutnya tim mengamankan Supendi di rumahnya di desa Bongas pada pukul 23,12 wib .ujar dia. Tidak lama berselang tim bergerak menuju rumah Carsa dan mengamankan carsa pada pukul 23.44 wib.

“Selasa dini hari tim meminta Kadir kepala Desa untuk datang ke kediaman Supendi bupati Indramayu. Kadir kemudian datang ke rumah Supendi pukul 01.40 wib dan membawa uang sebesar Rp 50 juta rupiah yang rencananya akan dipergunakan untuk membayar dalang dalam acara wayang kulit di Bongas,” ucapnya.

KPK juga mengamankan uang sebasar Rp 100 juta rupiah dari Kadir yang Rp 50 juta buat bayar dalang yang Rp 50 juta direncanakan untuk gadai sawah.

Pukul 02.25 wib tim KPK mengamankan Fery yang merupakan staf bidang jalan di rumahnya tim KPK mengamankan Rp 40 juta yang diduga hasil suap. Tim KPK lalu bergerak ke kota Cirebon mendatangi rumah Omarsyah selaku Kepala Dinas PUPR kabupaten Indramayu diamankan uang Rp 30 juta plus sepeda mini senilai Rp 20 juta. Omarsyah diamankan sekitar pukul 06.30 wib.

Terakhir tim mengamankan Wempy Triono selaku Kadis Jalan pada pukul 07.16 wib di Cirebon dan mengamankan uang sebesar Rp 545 juta, total tim KPK mengamankan uang negara sebesar Rp 715 juta rupiah plus sepeda mini senilai 20 juta, diduga pemberian fee diberikan Carsa terkait tujuh proyek jalan dinas PUPR di Indramayu. Ke tujuh proyek jalan yang dimaksud pembangunan jalan Rancajawat, jalan Gadel, jalan Rancasari, jalan Pule, jalan Lemah Ayu, jalan Bondan – Kedung Dongkal dan jalan Sukra Wetan – Cilandak anggaran 2019 sejumlah nilai proyek Rp 15 miliar.

Supendi, Omarsyah, Wempy Triyono, Feri dijerat pasal 12 huruf (a) atau ( b) pasal 11 dan pasal 12 B UU Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal,55 ayat (1) ke 1 KUHP, sedangkan Carsa sewasta sebagai pemberi suap dijerat pasal 5 ayat (1) hurup (a) atau (b) atau pasal 13 UU 31 tahun 1999 sebagai mana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (WRC BN Indramayu)

0Shares

Berita Terkait :

Hadiri Seminar dalam Rangka HPN 2020, Gubernur Jabar Bahas Era Distrupsi Media

Istia Miralita

KPK Tangkap Bupati Indramayu

binpers

Warga desa Hatta Bakauheni, Akhiri Hidupnya Secara Tragis

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy