20.9 C
Bandung
May 30, 2020
binpers.com
Nasional

Dandim 1417 Kendari Dicopot Gara-gara Istrinya Kritik Soal Penusukan Wiranto

0Shares
KENDARI – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara Kolonel Kav Hendi Suhendi yang dicopot dan ditahan diduga terkait unggahan (postingan) istrinya di media sosial soal penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto baru dua bulan menjabat.

Diberitakan sebelumnya, Kolonel Hendi Suhendi dicopot dari jabatannya sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417 Kendari lantaran istri perwira menengah TNI AD tersebut diketahui mengunggah postingan bermuatan negatif terkait peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto.

Seperti diketahui, TNI sebagai alat kelengkapan negara dalam bidang pertahanan harus mengutamakan sikap netralitas dalam urusan politik.

Keluarga Besar tentara (KBT) dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara.

Sebagaimana dikutip Okezone dari iNews.id, Kolonel Hendi menggantikan Letkol Cpn KRT Fajar Lutvi Haris Wijaya melalui serah terima jabatan (sertijab) yang digelar Senin, 19 Agustus 2019, di Aula Jenderal Sudirman Korem 143/HO. Sertijab dipimpin langsung oleh Danrem 143/HO, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto.

Jabatan Dandim 1417/Kendari baru kali ini dijabat oleh perwira menengah dengan pangkat Kolonel karena Kodim 1417/Kendari telah mengalami kenaikan tipe, bersama dengab 36 Komando Distrik Militer (Kodim) lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

Kenaikan status Kodim tersebut ditandai dengan dikeluarkannya Peraturan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 tentang Peningkatan Status Komando Distrik Militer (Kodim) tipe B menjadi Tipe A.

Kolonel Hendi merupakan lulusan Akabri tahun 1993. Sebelum menjadi Dandim Kendari, Hendi menjabat Dandim 0303/Bengkalis pada 2011. Hedi juga pernah bertugas di luar negeri.

Kolonel Hendi diketahui pernah bertugas sebagai Atase Darat kantor atase pertahanan (Athan) RI di Moscow, Rusia. Hendi pun berpindah tugas pada Oktober 2018.

Tiga hari sebelumnya dalam acara kenaikan pangkat 44 prajurit TNI di wilayah Kodim Kendari, Kolonel Hendi mengajak aktivis lingkungan maupun sosial kemanusiaan agar bijak dalam menyampaikan aspirasi atau pendapat di muka umum sehingga tidak mengganggu pihak lain.

Dia juga mengharapkan generasi muda intelektual peka dengan keadaan sekeliling dalam semangat toleransi dan satu kesatuan.

Diketahui, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mencopot dua anggota TNI AD. Pencopotan terkait unggahan istri mereka di media sosial yang memuat konten negatif tentang insiden penusukan Wiranto.

”Saya hanya ingin menyampaikan sehubungan dengan beredarnya postingan di sosmed, menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka AD telah mengambil keputusan. Pertama, kepada dua individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD,” kata KSAD di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Individu pertama berinisial IPDL dan kedua LZ. IPDL merupakan istri komandan Kodim Kendari, Kolonel HS. Sedangkan LZ merupakan istri dari sersan dua (serda) Z.***

0Shares

Berita Terkait :

Tarif Dasar Listrik Naik Lagi Awal Juli 2019

binpers

Janji Jokowi Setelah Dilantik Untuk Kedua Kalinya

Arie Chandra

Presiden Jokowi Beri Waktu Menteri BUMN 3 Tahun Selesaikan Pembangunan Kilang PT TPPI Tuban

Rizky Pratama
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy