26.1 C
Bandung
July 10, 2020
binpers.com
Lintas Daerah Nasional Pendidikan & Budaya Sumsel

Selesai Kebakaran, Warga Sumsel Temukan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya

0Shares

PALEMBANG – (BN) Pasca Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla), warga Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumatera Selatan geger atas penemuan harta karun diduga bekas peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Lokasi penemuan harta karun Sriwijaya sendiri itu di lahan salah satu perusahaan. Lokasi berburu harta karun itu tepatnya berada di lahan kosong yang kini sudah dibuat kanal seluas 500 hektare.

Salah satu warga yang ikut berburu harta karun, Denni, mengatakan penemuan harta itu sebenarnya pernah terjadi saat lahan yang terbakar pada 2014 dan 2015 padam. Saat itu, air sungai di lokasi surut, sehingga warga disebutnya tak sengaja menemukan emas.”Puncak pencarian itu 2015 dan sudah banyak yang menemukan emas, kendi, guci, sama perhiasan lain. Ukiran atau motif. Kata peneliti itu adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya,” tutur Denni.

Perburuan harta karun itu pun kini makin marak. Warga berebut harta karun berbentuk cincin, emas, guci dan benda-benda purbakala lainnya yang diduga bekas peninggalan Kerajaan Sriwijaya”Istri sama anak saya ikut cari dan dapat juga.

 Ada dapat berupa emas, cincin, ada batu merah, ada lambang ikan sama ada motif nanas. Itu emas semua,” ungkapnya.Dikatakan Denni, para pemburu sampai membuat tenda. Dia menjelaskan ada yang mendapatkan cincin, kendi, pernak-pernik Kerajaan Sriwijaya yang ditaksir harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Ada yang pernah dapat cincin Rp 50-60 juta. Kami pernah dapat juga dan kalau barang bagus motifnya kolektor beli ya harga borongan, puluhan juta harganya,” tutur Denni.”Pencarian harta karun itu sudah lama dilakukan. Tetapi memang selalu ramai saat musim kemarau dan karhutla saat ini,” ujar Kabag Humas Pemkab OKI Adi Yanto saat dimintai konfirmasi terpisah.

Dia menyebut tak bisa melarang warga berburu harta karun tersebut. Adi menjelaskan lokasi ini memang kerap dijadikan daerah berburu harta karun saat musim kemarau, terutama ketika kemarau panjang.”Kalau kemarau pasti banyak yang cari dan dirikan tenda di lokasi. Kami pihak pemkab nggak bisa apa-apa, melarang juga tidak bisa. Hanya minta ke seluruh masyarakat untuk melaporkan temuan,” ungkap Adi.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disbudpar OKI Nila Maryati mengaku barang-barang bersejarah itu ditemukan bukan hanya di daerah Cengal, tetapi ada juga di daerah Tulung Selapan dan Air Sugihan. Secara tegas, Nila menyebut barang itu bukan hanya peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya, tetapi juga ada peninggalan pra-Kerajaan Sriwijaya.

“Dilihat dari barang-barang yang didapat, bukan hanya era Sriwijaya, pra-Sriwijaya juga ada ditemukan. Termasuk prasasti batu ditemukan di Cengal,” papar Nila.

Maraknya pencarian harta karun diduga peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan kini menjadi sorotan. Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Sumbagsel di Jambi rencananya bakal menurunkan tim ke lokasi.

“Kami sudah mendapatkan informasi itu. Rencana kalau tidak besok ya hari Senin ini tim akan turun ke lokasi,” kata Kepala BPCB Jambi, Iskandar M Siregar, kepada wartawan,

Menurut Iskandar, tim akan memastikan apakah ada temuan terbaru terkait jejak Kerajaan Sriwijaya. Sebab lokasi pencarian tersebut sudah sejak 2015 lalu dilakukan.

“Kami sudah diskusikan dengan teman-teman. Ini lokasi lama, apakah kejadian lama atau baru itu kami dipastikan lagi besok, tetapi memang di sana ini sudah pernah ada penemuan prasasti,” imbuh Iskandar.

Atas temuan-temuan itu, Iskandar tidak mau berspekulasi lebih jauh. Dia sudah memutuskan mengirim tim untuk turun ke lokasi dan mencari jejak peninggalan Kerajaan Sriwijaya atau yang berkaitan.

“Hasilnya nanti kami sampaikan setelah tim turun. Informasi memang banyak ya di sana pencarian emas dan sebagainya,” kata Iskandar yang baru saja menjabat sebagai Kepala BPCB pada Juni 2018.

 

Secara terpisah, Kepala Balai Arkeologi Sumatera Selatan Budi Wiyana mengaku ada beberapa lokasi yang bisa menjadi temuan benda bersejarah dari Kerajaan Sriwijaya. Salah satunya adalah daerah Cengal yang kini sedang diburu warga.

“Waktu itu kami langsung turun ke lokasi pada 2015 ada 7 titik. Semuanya berada di Cengal. Banyak temuan-temuan benda bersejarah di sana termasuk prasasti ya,” kata Budi.

Budi menduga akibat musim kemarau dan air surut, benda-benda bersejarah itu kembali muncul. Sehingga warga ramai-ramai mendatangi lokasi untuk berburu harta karun.

“Untuk 2019 ini kan kebakaran lahan kan mungkin muncul lagi. Pada pertengahan Agustus kami juga ada penelitian di OKI, tetapi sekarang ini kayaknya karena lagi kering, jadi muncul lagi. Warga mencari itu saat kemarau dan karhutla saja,” kata Budi.

Bersama tim, Budi tercatat sudah mulai melakukam penelitian di pantai timur di Sumatera Selatan. Sejak tahun 1998, ia melakukan penelitian di sejumlah lokasi.

“Lokasi temuan-temuan banyak sekali, bukan hanya di Cengak saja, di daerah Karang Agung Musi Banyuasin itu juga dari tahun 2000-2005 sudah kami teliti,” katanya.

Selanjutnya, pada 2006-2015, Budi pun kembali melanjutkan penelitiannya di daerah Air Sugihan. Sampai akhirnya di tahun 2016-2019 penelitian berlanjut di daerah Cengal dan Tulung Selapan.

“Yang di Karang Agung sudah sering kali orang mencari sejak 1998. Penemuan juga sama dan pantai timur sebelum Sriwijaya juga sudah ada yang tinggal di sana. Termasuk ya masa dari Kerajaan Sriwijaya,” tutup Budi.(net/mas)

 

0Shares

Berita Terkait :

Pimpin Apel Mingguan, Akar Wibowo Pinta ASN Bekerja Secara Ikhlas

Rizky Pratama

KPK Sosialisasikan E-LHKPN Ke Pejabat Pemkab Bengkalis

binpers

Binmas Polres Lamsel Gelar Pembinaan Polsus Satgas Polhut

Istia Miralita
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy