22.6 C
Bandung
July 8, 2020
binpers.com
Investigasi Maluku Utara

Lampu Mercusuar Tak berfungsi, Sejumlah Kapal  dan Speed Boot Hampir Kandas

0Shares
MALUT, BN – Semua Lampu Mercusuar yang fungsinya untuk navigasi di beberapa titik yang terpasang di pulau pulau  tak berfungsi. Saat Tim Berita investigasi Nasional  (www.binpers.com), Kamis (12/09/2019)  coba menelusuri  adannya laporan nahkoda kapal dan speed boot, ternyata benar adanya alat nafigasi (lampu Mercusuar)  yang dipasang  di sejumlah  titik rusak parah dan tidak berfungsi. Hall ini membahayakan pelayaran kapal, misalnya di Sofifi ada 2 unit lampu Mercusuar. Akibatnya para pengguna jasa laut beberapa kali hampir naik rep.

Menurut Manajer Usaha dan Tehnik PT. Angkutan Sungai Danau dan Pelabuhan (ASDP) Indonesia Ferry, Kantor Cabang  Ternate saat dikonfirmsi di kantor Bastiong , Marsadi, mengatakan bahwa saat ini sarana dan prasarana di beberapa pelabuhan tidak berfungsi, “Sofifi ada 2 unit di Sidangoli 1, Moti 1 unit, Makean 1 unit , dan Bacan 2 unit. Semua tidak berfungsi,” sebutnya.

“Hal ini membuat nahkoda kapal Fery yang beroperasi menjadi khawatir dengan keaadan ini,” tambahnya.

Padahal, kata dia, untuk masalah pembayaran, “Kami dari PT. ASDP tidak pernah putus untuk membayar Pajak Rambu di Navigasi.” Ungkapnya.

Di tempat  terpisah Kadis Perhubungan Kota Tidore kepulauan, Daud, juga menyampaikan  kepada pihak yang berkepentingan mengurus Bagian navigasi di Maluku Utara  agar bisa secepatnya  memperbaiki kerusakan lampu Mercusuar di Tidore, “khususnya pelabuhan Soasio dan Sofifi,” tegasnya.

Sejauh ini hasil  pantauan Tim media Berita Investigasi  Nasional  turun langsung ke TKP dan melihatnya bahwa kurangnya sarana dan prasarana di pelabuhan khususnya lampu Mercusuar juga perlu diperhatikan.

Sesuai hasil, saat ini pelayaran tidak didukung dengan lampu untuk navigasi pelabuhan, baik di pelabuhan Pulau Tidore Sofifi, dan Sofifi Sidangoli maupun pelabuhan di Kabupaten Halsel di Kayoa dan Makean, dan Moti.  Sehingga bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi pelayaran malam hari.

Padahal seharusnya pelabuhan dilengkapi Fasilitas Sarana Bantu Navigasi (SBN) berupa menara suar, lampu-lampu navigasi dan Buoy penuntun yang ditempatkan pada titik-titik tertentu sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Sarana itu merupakan kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Saat ini di Pelabuhan tidak ada lampu untuk navigasi, baik itu di Pelabuhan Pulau Makean dan Moti, Bacan maupun di Pelabuhan Yngblain di Maluku Utara. Padahal lampu itu sangat dibutuhkan karena merupakan rambu-rambu untuk keselamatan berlayar ujar salah satu Nakhoda Kapal dan ABK speed boot .

Lanjut Posisi lampu navigasi yang dimaksud berada di pintu alur, namun tidak menyala. Bila berlayar pada malam hari kapal hanya berpedoman pada lampu.

Kalau lampu navigasi tidak lengkap, maka nahkoda akan kesulitan terutama saat memasuki alur, Musim ombak dan angin kencang takutnya nanti menabrak, kemungkinan penyebab tidak berfungsinya lampu itu, pertama karena rusak  tidak berfungsi.

Untuk lebih lanjut tim Berita Investigasi Nasional  terus mencari Kantor Navigasi, untuk dikonfirmasi namun tidak ada, yang ada Kantor tersebut di Maluku, Ambon. Sejauh ini Tim belum menemukan kantor Navigasi yang ada di Maluku Utara.(MS)

0Shares

Berita Terkait :

Babinsa Gandeng Masyarakat Bangun Kantor Desa Nyonyifi

Rizky Pratama

Kunjungan Kerja Kapolda Malut Ke-Jajaran Polres Halbar

Rizky Pratama

Kapolsek Pulau Makian Jadi Khotib Sholat Jumat

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy