22.5 C
Bandung
July 9, 2020
binpers.com
Sumsel

Sekda Provinsi Sumsel Diduga Berlaku Rasisme dan Ancam Aktifis Anti Korupsi

0Shares
Sumsel, BN – Pernyataan rasis dari seorang pejabat publik tidak bisa diterima dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Mengingat, setiap pejabat publik hidup dan digaji – salah satunya – dari pajak setiap warga negara Indonesia yang beragam latar belakang etnisitasnya. Terlebih, ia adalah pejabat publik dari Indonesia, negara yang mengakui dan menjunjung tinggi keragaman, termasuk keragaman ras dan etnis setiap warganya. Prinsip dan semboyan negara adalah “Bhinneka Tunggal Ika”. Indonesia pun telah menjamin setiap warganya bebas dari perlakuan diskriminasi berdasar ras dan etnis melalui Undang-Undang (UU) No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Secara singkat, negara Indonesia ingin berpartisipasi dalam upaya dunia memajukan peradaban dengan penghapusan rasisme.

Namun baru baru ini salah seorang pejabat di Sumatera selatan, Nasrun Umar yang kini masih menjabat Sekretaris daerah, diduga melakukan rasis dan ancaman ‘terhapus’ salah seorang aktifis anti korupsi, Fery Kurniawan.

Saat ditemui rumahnya Fery yang merupakan koordinator MAKI Sumsel, menuturkan bahwa dirinya diduga mendapatkan nada rasisme dan ancaman dari Sekda Nasrun Umar.

Fery menjelaskan bahwa beberapa hari yang lalu,dirinya pergi ke gedung DPRD Sumsel, namun ketika turun dari tangga dirinya berpapasan dengan Nasrun, menurutnya dirinya menyapa dengan sopan dan baik, ” Siang pak maaf saya belum bisa ke kantor karena ada kesibukan,” ungkap Fery.

Namun menurut Fery dengan spontan Nasrun langsung memegang tangan dan berkata kasar, “Bukan kamu yang cari aku, aku yang cari kamu, aku orang Komering tidak mundur sedikitpun,” ujar Fery menirukan.

Lalu, apa itu rasisme? Rasisme merujuk pada suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu. Sikap rasis dengan sendirinya adalah diskriminatif, sebagaimana diungkapkan Bambang Irawan pemerhati rasisme Sumsel

Menurut Bambang, definisi diskriminasi ras dan etnis dalam pasal pertama UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis adalah segala bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan pada ras dan etnis, yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan, atau pelaksanaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Bambang menambahkan, Mungkin banyak yang belum paham juga, bahwa bersikap rasis, dimanapun, tidak hanya di media sosial ada hukuman yang menanti. Setidaknya jika seseorang bersikap Rasis, ada dua pasal yang bisa menjerat dan tentu saja ada hukuman yang akan kamu rasakan jika terbukti bersalah.

Yang pertama Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis, terutama Pasal 16,

“Setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Sementara yang kedua adalah Pasal 28 ayat 2 UU ITE yang berbunyi, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”

Acaman pidana dari pelanggar pasal 28 ayat 2 UU ITE ini diatur dalam pasal 45 ayat 2 UU ITE yaitu penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau dena paling banyak Rp 1.000.000.000 (Satu miliar rupiah)

Sementara itu sampai berita ini diturunkan Nasrun Umar selaku Sekretaris daerah Provinsi Sumatera selatan belun bisa dimintai komentarnya terkait dugaan rasisme yang menimpa Fery Kurniawan, saat media mencoba menghubungi telp seluler dan whatsApp di nomor 08117856xx belum ada respon. (mas)

0Shares

Berita Terkait :

Pemprov Sumsel Siapkan Insentif Rp 15 Juta/ Nakes-Relawan COVID-19

Rizky Pratama

Gubernur Sumsel Pastikan Bantuan Sampai ke Warga Miskin Terdampak Covid-19

Istia Miralita

BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS dan PSG Sumsel TA 2017

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy