binpers.com
Maluku Utara

Masyarakat Batang II Kecam Oknum Pekerja Kapal PT Pelni

Ternate, BN – Masyarakat cukup dirugikan dengan adanya tarif pembayaran barang, selama ini tidak ada standarisasi dari pihak PELNI terkait mekanisme pembayaran barang. Tarif diatur sesuka hati, terbukti barang masyarakat dibayar dengan angka yang cukup fantastik.

“Cengkeh 6 Sak dibayar RP. 600.000, ini maksudnya apa?” tutur Ketua Gerakan Angkatan Muda Kresten Indonesia (GAMKI) Kota Ternate Yokpedi Lette saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (5/9).

Lebih lanjut ia meminta agar Pihak PELNI harus bertanggung jawab.

“Kami meminta PELNI harus bertanggung jawab dan segera mengevaluasasi untuk memanggil oknum tersebut agar memberikan teguran keras terhadap kejadian yang menimpa masyarakat Batang dua,” tegasnya.

Tol Laut, kata dia, sebagai solusi atas kesenjangan masyarakat terluar, harusnya slogan ini direalisasikan.

“Setau kami, Program Tol Laut ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Nusantara. Dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, maka dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok kami kira ini substansi Kehadiran Tol Laut,” tuturnya.

Lanjut, juga PT PELNI harusnya memainkan peran penting dalam memastikan berjalannya program logistik nasional jalur laut tersebut.

Disebutkan, dalah satu indikator yang ingin dicapai Pemerintah adalah ketersediaan komoditas pangan dan berbagai kebutuhan pokok masyarakat di kawasan Timur Indonesia dengan harga yang terjangkau termasuk Batang Dua.

Oleh karenanya, “Pihak Pelni harus tegas bila perlu oknum yang penagih tarif yang tak layak seharusnya dipecat, dan Nakoda serta Kru dievaluasi dan diberikan sanksi.

“Bila ini tidak dihiraukan kami akan turun aksi dan meminta pihak Pelni bertanggung jawab atas kerugian masyarakat,” katanya..

Yokpedi Lette mengecam dan meminta pihak Pelni harus bertanggung jawab dengan adanya kejadian tersebut,”tutupnnya (MS)

Related posts

BINPERS.COM