21 C
Bandung
July 4, 2020
binpers.com
Opini

Narkoba… !! Rusak Generasi Penerus Bangsa

0Shares

Penulis : Iim Achdiat

Sejarah Negara Cina yang di kenal kuat dan tangguh hanya dapat ditaklukan dengan perang candu, begitu pun dengan negara negara besar lainya yang dapat saja dihancurkan hanya dengan narkoba.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjadi sebuah negara yang men­jadi incaran bagi banyak negara negara maju yang saat ini sedang melakukan ekspansi besar besaran baik melalui investasi maupun eksploitasi.

Dan bukan tidak mungkin di balik keter­batasan sumber daya manusia negeri ini, kita akan menjadi lahan peredaran narkoba yang saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Kita harus waspada terhadap tujuan utama maraknya peredaran narkoba yang di anulir menjadi sebuah alat dalam me­lumpuhkan kekuatan sebuah bangsa, kare­na peredaran narkoba di negeri ini tidak murni karena bisnis atau sekedar mencari keuntungan besar, namun tujuan utaman­ya adalah menghancurkan negeri dengan cara merusak seluruh sistim yang ada me­lalui kekuatan barang haram ini karena sampai saat ini bandar bandar besar ber­munculan seperti jamur dimusim hujan.

Berbicara persolan narkoba, maka ini bukanlah barang yang murah jika kita mau menghitung dengan Rupiah. Tetapi jika kita menghitung angka pemasok narkoba dari negara negara yang mele­galkan peredaran narkoba maka harg­anya terhitung sangat murah.

Hal ini menjadi sebuah tanda tanya besar mengapa peredaran narkoba mengin­tai negeri kita? Hanya ada dua pilihan bertahan atau melawan.

Jika saat ini kita tetap bertahan dengan kondisi yang ada, dimana kita melakukan pencegahan yang hanya alakadarnya maka sudah sangat dipastikan tanpa menunggu waktu yang lama neg­eri ini akan menjadi lautan narkoba yang merusak seluruh pundi pundi nilai luhur NKRI.

Namun jika saat ini kita melakukan per­lawanan terhadap narkoba dengan cara memutus mata rantai peredaran narkoba dengan ikut terlibat mengidentifikasi dan melaporkan setiap gerak langkah yang men­curigakan kepada pihak yang berwajib, maka dengan sendirinya genderang perang terhadap narkoba telah dilakukan.

Dulu banyak yang berpendapat, mayori­tas remaja mengonsumsi narkoba atau mi­ras karena latar belakang sosial yang buruk, seperti keretakan keluarga dan kemiskinan. Tapi, sekarang argumen ini san­gat lemah.

Banyak sekali rema­ja dari keluarga yang mapan dan harmonis yang menjadi pecandu narkoba. Mengapa usia remaja rawan terjerumus? Remaja memiliki karakter ala­miah, yaitu kecepatan pertum­buhan-perkembangan biologis dan psikologis. Inilah yang membuatnya rentan pada ber­bagai pengaruh negatif. Apa­lagi pengaruh buruk ini menge­pung dari berbagai sudut.

Penyalahgunaan zat psikotropika ini bisa meng­hancurkan generasi secara cepat. Kekuatan SDM bangsa kita makin lemah karena makin meningkatnya generasi koplo.

Tubuh mereka rentan terserang penyakit. Separuh ka­sus AIDS berasal dari penggu­na obat injeksi. Separuhnya lagi disebabkan oleh infeksi karena penularan heteroseksual, yang berkaitan dengan penggunaan narkoba.

Anggaran negara yang di­alokasikan untuk merawat dan menyembuhkan para ko­rban ini jauh lebih besar ketimbang seluruh uang yang sudah dipakai untuk membeli barang haram ini. Singkatnya, para pencandu ini mengelu­arkan X rupiah untuk narkoba, tapi negara terpaksa mengeluarkan XXX rupiah un­tuk menangani dan merawat mereka.

Bisakah kita memakai pendekatan lain? Misalnya, bi­sakah penyalahgunaan obat ini diposisikan sebagai masalah penyakit medis, bukan sebagai kejahatan? Langkah ini ber­maksud menghargai yang ber­sangkutan sebagai individu, bukan mengecam mereka atas perilakunya. Masyarakat ha­rus mendorong mereka untuk memutuskan berhenti meng­gunakan narkoba, memberikan dukungan yang diperlukan un­tuk kembali ke kehidupan yang sehat.

Dengan layanan medis, keji­waan, dan dukungan sosial, di­harapkan dapat tercipta sistem perawatan dan layanan yang selanjutnya bisa menurunk­an angka kecanduan. Dokter dan tokoh masyarakat harus menjawab tantangan ini se­cara proaktif dan mengad­vokasi di komunitasnya.

Ingat bahwa masyarakat tidak mampu menanggung konsekuensi dari kegagalan merangkul seluruh anggot­anya yang berperilaku nega­tif. Jangan sampai masyarakat lantas diam pasif dan hanya menunggu tindakan pemerin­tah. Janganlah kita berdiam diri dan pasrah saja menunggu ma­kin besarnya jumlah pengguna narkoba.

Untuk itu mari kita belajar dari sejarah Negara Cina yang di kenal kuat dan tangguh han­ya dapat ditaklukan dengan perang candu, begitu pun den­gan negara negara besar lainya yang dihancurkan hanya den­gan narkoba.

Ayooo katakan tidak pada narkoba. Mari satukan lang­kah dalam menjaga keutuhan NKRI

0Shares

Berita Terkait :

Peran Ahli Pers berdasarkan UU Pers Terhadap Kriminalisasi Jurnalis

binpers

Fenomena 6 Desa Kecamatan Kao Teluk

Rizky Pratama

Andi Muh Ahkam Basmin : Pentingnya Kembali Perkuat Nilai-Nilai Pancasila Dikalangan Generasi Muda

Rizky Pratama
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy