binpers.com
Riau TNI/Polri

Badan Anti Korupsi Daerah Menolak Hasil Pansel KPK Karena Diduga Beraroma Kepentingan

Bengkalis,Riau (Binpers.com), Badan Anti Korupsi Lembaga Inventarisir dan Penyelamat Uang Negara (BAK LIPUN)  Bengkalis melalui Direktur eksekutif Rahman Siregar menduga seperti adanya aroma tak sedap dari pansel KPK sendiri atas meloloskan 20 capim KPK beberapa hari yang lalu.
“Sepertinya  terdapat konflik kepentingan di dalam tubuh panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan KPK. Dugaan tersebut berdasarkan rekam jejak digital dari capim KPK tersebut,”ungkapnya kepada Binpers.com,Senin pagi (26/8/2019) di Bengkalis.
Kekhawatiran dirinya terungkap atas rekam jejak capim KPK dan hubungan emosional sebelumnya anggota pansel KPK yang terendus oleh penggeliat dan koalisi anti korupsi tanah air.Sebagai bagian dari koalisi tersebut ia merasa sangat kecewa karena rekam jejak dan trik records capim KPK ada hubungan kedekatan dengan anggota pansel KPK.

“Kalau udah begini ada apa pansel KPK meloloskan orang bersangkutan, ada apa dengan Pansel KPK ? tentu ada maksud yang terselubung dan punya kepentingan tersembunyi,bagaimana hal Korupsi di Indonesia bisa berkurang atau dimusnahkan,jika yang diloloskan trik records nya diragukan kredibilitasnya, “ungkap Rahman kesal.

Tambahnya, bukan BAK LIPUN Bengkalis saja yang kwatir, ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati beberapa waktu menuturkan juga,anggota Pansel yang diduga memiliki konflik kepentingan.

“Tentu saja hal ini perlu ditelusuri oleh presiden dan oleh anggota pansel yang lain. Kalau ini dibiarkan, maka tidak hanya cacat secara moral tapi juga cacat secara hukum,” sambung Rahman.

BAK LIPUN Bengkalis  mendesak agar Presiden dan Pansel secara keseluruhan untuk mengevaluasi dan memperjelas status anggota pansel yang memiliki konflik kepentingan.
“Sebagai penanggungjawab,Presiden harus memulihkan kondisi yang terjadi di tubuh pansel KPK, jangan ada kepentingan dibalik semua ini, rakyat butuh KPK yang independen dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan sesaat yaitu dalam waktu 4 tahun kedepan dan kami sangat meragukan kinerja team pansel, harapan masyarakat di daerah agar pemberantas korupsi agar lebih terstruktur dan masif agar efek jera kepada pelaku lebih kentara dilihat rakyat.Untuk itu kami rakyat didaerah meminta dengan tegas agar presiden Jokowi agar mengganti team ponsel KPK tersebut,” jelas Rahman.
Dalam pandangannya, tentu saja hal ini sangat serius dan karena itu ia (Rahman-red)  meminta kepada pansel secara keseluruhan– bukan kepada individu-individu, untuk mengevaluasi, menelusuri, memperjelas hal ini .
Sebelumnya, Pansel KPK telah mengumumkan 20 nama yang lolos dalam tes profile assesment yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 Agustus 2019 lalu.Dari seluruh kategori profesi, jumlah yang paling banyak lolos adalah anggota Polri. Setidaknya ada empat perwira tinggi Polri yang maju ke tahapan uji publik dan wawancara.

Mereka diantaranya adalah Wakil Kepala Bareskrim, Irjen Antam Novambar, Dosen Sespim Polri, Brigjen Bambang Sri Herwanto, Wakapolda Sumatera Selatan, Firli Bahuri, dan Wakapolda Kalimantan Barat, Brigjen Sri Handayani.***(ys/binpers)

Related posts

BINPERS.COM