21 C
Bandung
May 28, 2020
binpers.com
Nasional

Wakil Ketua KPK : Sulit Cari Sosok Artidjo dan Jenderal Hoegeng

0Shares
JAKARTA, BN –  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif, menceritakan tentang sulitnya menemukan sosok aparat penegak hukum yang jujur dan berintegritas seperti mantan kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso dan Hakim Artidjo Alkostar. Laode mengungkapkan dua nama tersebut termasuk kedalam 23 tokoh yang ada didalam buku berjudul ‘Untuk Republik: Kisah-kisah Teladan Kesederhanaan Tokoh Bangsa’.

“Buku ini menjawab zamannya. Saat kita belajar sejarah SD, SMP, SMA ditulis soal ghirah atau semangat perjuangan mereka. Namun, hanya sedikit dibahas soal seperti apa perilakunya,” kata Laode dalam peluncuran buku di Galeri Nasional Gambir, Jakarta pusat pada Selasa (13/8/2019)

Dari para tokoh tersebut, Laode mengaku belajar teladan kesederhanaan, pengorbanan, kejujuran dan integritas. Laode pun menyadari menjadi seorang pemimpin berarti melayani masyarakat. Laode menyatakan keteladanan para penegak hukum itu harus diteladani oleh semua piha, termasuk dirinya saat ini.

Laode juga mengaku sedih karena hanya nama itu-itu saja yang muncul pada saat membahas tokoh penegak hukum. dari nama-nama tersebut, dia mneyebut Jenderal Hoegeng, Baharuddin Lopa dan Artidjo.

“Masa tidak ada Pak Hoegeng baru? Dari sekian banyak Kapolri? Kmeudian pilihan tokoh lain jatuh kepada Pak Artidjo Alkostar. Tetapi, apakah juga dari sekian banyak hakim hanya Pak Artidjo saja? Pak Baharuddin daja yang jujur dan berintegritas? Lantas dimana pengganti mereka bertiga?,” kata Laode.

“Kalau saya bisa mengakumulasikan sikap hidup merela, sebanyak 50 persen saja dari mereka, maka saya bisa selamat,” tambahnya.

Tokoh yang termuat dalam buku karya Faisal Basri, yakni Inggit Garnasih (mantan istri Soekarno), Wakil Presiden pertama RI Muhammad Hatta, tokoh kebangkitan nasional Haji Agus Salim, Jenderal TNI (Purn) M Jusuf, hingga para penegak hukum seperti mantan Kapolri Jenderal Hoegeng, mantan jaksa agujng Baharuddin Lopa, hingga mantan hakim agung Artidjo Alkostar. Menurut Laode, buku yang berisi 23 kisah tokoh bangsa itu penting dibaca oleh masyarakat luas. ***

0Shares

Berita Terkait :

Demokrasi RI Naik Kelas dan Dihargai Dunia

Rizky Pratama

Penahanan Soenarko Ditangguhkan

binpers

Ketum PPWI Ajak Pers Indonesia Kembali Bersatu

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy