21 C
Bandung
June 3, 2020
binpers.com
Investigasi Kalbar

Karhutla di Kalbar Belum Juga Padam, 94 Perusahaan Dipanggil

0Shares
PONTIANAK, BN- Kebakaran hutan dan  lahan (Karhutla) yang melanda Kalimantan Barat saat ini tercatat ada 4 kota dan kabupaten yang terkena dampak dari karhutla tersebut. Diantaranya kota Singkawang 2.732 hektare, kabupaten Ketapang 168 hektare, pontianak 94 hektare, dan kabupaten sintang 56 hektare.

Pada Selasa (13/8) pagi pun asap pekat masih menyelimuti kota pontianak, kabut asap bahkan membuat jarak pandang menjadi 100 hingga 200 meter saja. Kondisi kemarau saat ini membuat lahan gambut menjadi mudah terbakar. Apalagi dengan tidak datangnya hujan selama beberapa bulan terakhir.

Kebakaran di Kalimantan Barat ini juga diduga melibatkan puluhan tersangka pembakaran hutan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Kalbar Komisaris Besar Donny Charles Go mengatakan pihaknya telah mengamankan 21 tersangka dari 17 kasus pembakaran hutan.

Kebakaran ini tentu berdampak terhadap kesehatan masyarakat, seperti iritasi mata bahkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Imran Agus Nurali mengatakan pelayanan kesehatan tetap berjalan, bahkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan disejumlah wilayah terus ditingkatkan. “Dari sisi pelayanan kesehatan kita tetap siap, tentunya juga menggunakan masker yang aman untuk petugas. Kemudian dalam melakukan pelayanan tetap berjalan walau dengan beberapa kriteria,” kata Imran di Jakarta, pada Senin (12/8) kemarin.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Direktorat jendral Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar rapat kordinasi penanggulangan Karhutla tersebut. Mereka telah memanggil 94 perusahaan yang diduga membakar lahan di kawasan konsesi milik perusahaan. Pemanggilan tersebut terindikasi membakar lahan berdasarkan pantauan titik panas dari satelit Lapan beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah bupati atau wakil bupati didampingi oleh sejumlah kepala dinas dan BPBD dari beberapa daerah yang terdapat titik panas. “Ke-94 Perusahaan ini terdiri dari 56 perkebunan, 38 Hutan Tanaman Industri. Mereka kita panggil karena disekitar kawasan konsesi yang mereka kelola terdapat titik api,” Kata Sutarmidji di Pontianak pada Senin (12/8/2019) kemarin. ***

0Shares

Berita Terkait :

26 Hari Menghilang, Korban Ditemukan Meninggal Di Tepi Sungai

binpers

Waspada!! Siswi SD Nyaris Jadi Korban Penculikan

Rizky Pratama

Kadinkes Halsel Diduga Lindungi Kapus Bajo Terkait Program Fiktif

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy