21.1 C
Bandung
June 2, 2020
binpers.com
Riau Sosial

Dinas PU Bengkalis  dan Tenaga Ahli Perguruan Tinggi Lakukan Insfeksi, Tegur Proyek Jalan Tidak Sesuai SOP

0Shares
RIAU, BN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan (BPPJ) didampingi Tenaga Ahli dari perguruan tinggi, Prof.DR.Ir.H.Sugeng Wiyono,MT. melakukan inspeksi atau peninjauan pada sejumlah pelaksanaan pembanguan Jalan Poros Bantan Air Bantan Timur dan Jalan Poros Muntai Bantan Timur, Selasa (30/7/2019) siang.

Tim dipimpin Kepala BPPJ Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis Diongi serta didampingi oleh Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK) kegiatan, Sugeng. Berawal memantau perkembangan dan pelaksanaan proyek jalan poros rigit beton Bantan Air Bantan Timur sepanjang kurang lebih 1 km.

Didampingi Tim Ahli Prof. DR. Ir. H. Sugeng Wiyono, MT sasaran inspeksi antara lain, spesifikasi ketebalan jalan rigit beton kualitas K430 atau FS45 ini harus 25 cm, dan ketebalan lantai kerja adalah 10 cm.

Di lapangan, tim menemukan pengecoran beton yang belum dilakukan pemotongan atau cuting karena umur maksimal 12 jam setelah dicor rigid harus sudah dipotong untuk mencegah keretakan bebas dan juga bertujuan untuk menciptakan keretakan yang seharusnya.

Tim juga menyaksikan badan jalan yang sudah dilakukan pengecoran tidak ditutup pelindung sengatan matahari, agar tidak menimbulkan retakan permukaan dengan menggunakan penghalang. Dan juga penghubung besi ‘laki perempuan’ pun tidak bisa digunakan karena tertutup coran.

Dengan temuan-temuan yang disepelekan dan tidak sesuai dengan salah satu Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam kegiatan konstruksi itu, tim pun menegur pelaksana proyek dan pengawas.

Usai melakukan inspeksi, Tim Ahli Pendamping Prof. DR. Ir. H. Sugeng Wiyono, MT mengatakan secara umum pelaksana sudah mengikuti SOP teknis, karena pekerjaan seperti ini perlu terus dan tidak henti-hentinya diberikan pendampingan atau pembinaan.

Seperti ditemukannya hal-hal teknis penting tetapi masih dianggap hal yang sepele. Seperti SOP menutup coran dengan goni basah atau kain basah, memotong coran secepatnya, meratakan coran, kemudian sambungan besi padahal ada aspek teknis yang harus dipenuhi.

“Nah di sini kami membina, seiring waktu Saya yakin pasti ada perbaikan. Dan dari hasil pantauan di lapangan tadi memang ada yang membuat kecewa karena ada pula hal yang masih disepelekan. Kita sudah ciptakan sekenario karena proyek ini menggunakan uang yang cukup besar agar bisa lama dinikmati masyarakat,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.

Sambung Prof. Sugeng, dalam hal ini juga disampaikan melihat hal-hal yang kadangkala dinilai masyarakat luar biasa ‘menyimpang’ atau ‘menyalah’ seperti sambungan yang retak dan disimpulkan gagal konstruksi, padahal ada retak yang memang sengaja dibuat secara teknis dan harus seperti itu.

“Kami menyampaikan sesuai dengan kaedah keteknisan, bukan hanya bisa menyalah-nyalahkan begitu saja dan kita ingin ada solusinya. Jika SOP dilaksanakan maka pelaksanaan proyek akan sesuai dengan aturan dan kita akan nyenyak tidur,” katanya lagi.

Tambah Diongi, inspeksi yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mengingatkan pelaksana maupun pengawas, agar proyek dikerjakan sesuai dengan SOP ataupun ketentuan.

“Jika tidak diindahkan pelaksana adanya temuan di lapangan dan mencoba main-main dengan proyek mengakibatkan tidak sesuai dengan mutu maka akan dikurangi pembayarannya. Oleh karena itu kita selalu ingatkan kepada rekanan, jangan sampai tidak sesuai dengan SOP teknis jangan sampai pekerjaan ini salah,” ungkap Diongi.***

0Shares

Berita Terkait :

Permudah Pelayanan Hukum, Kejari Lamsel Sosialisasi Program On The Seaport di Pelabuhan Bakauheni

binpers

Dispermasdes Kendal Gelar Pembinaan dan Pelatihan PKK

Rizky Pratama

Skripsi “Eggi” Antarkan Adinda Raih Gelar Sarjana Tahun 2017

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy