21 C
Bandung
July 4, 2020
binpers.com
Investigasi Sulteng

Oknum Kades Solan Baru Diduga Salah Gunakan Anggaran Desa

0Shares
Luwuk Banggai (Sulteng), BN – Terkait dengan penyalahgunaan kewenangan dan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum kades sejak tahun 2017 sampai dengan 2018, baik yang menggunakan dana ADD atau pun anggaran lainnya serta bantuan-bantuan yang berasal dari Desa Solan Baru atas dinas-dinas terkait, menurut beberapa masyarakat Desa Solan Baru tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran antara lain Pamsimas.

Masyarakat Desa Solan Baru berpendapat bahwa kegiatan tersebut hanyalah kegiatan air pelengkap saja, karena sampai saat ini pemanfaatan air bersih tidak maksimal dikarenakan pemasangan pipa tidak sesuai juknis.

“Pipa air tidak ditanam di dalam tanah tetapi hanya dibentangkan di atas permukaan tanah, sehingga kerusakan pipa tidak dapat dihindari, penyebabnya adalah ternak sapi dan manusia,” salah seorang nara sumber yang enggan disebutkan namanya.

Yang kedua, lapangan bola kaki. Kegiatan tersebut masyarakat Desa Solan mengaggap kegiatan yang sia-sia karena sampai aat ini lapangan bola kaki tersebut tidak kunjung selesai dan tidak bisa dimanfaatkan. Masyarakat desa Solan Baru tidak mengetahui sumber dananya dari mana karena papan proyeknya (RAB) tidak ditampilkan saat pekerjaan itu dilaksanakan menurut masyarakat kegiatan tersebut hanyalah kegiatan siluman (mubazir).

Kemudian yang ketiga, tempat pembakaran sampah. Kegiatan tempat pembakaran sampah menurut masyarakat desa Solan Baru ini hanyalah pemborosan dana, sebab tidak adanya transparansi anggaran desa Solan Baru.

Selanjutnya yang keempat, tempat wisata. Kegiatan tersebut menurut masyarakat desa Solan Baru tidak dapat digunakan karena jarak dari desa ke tempat wisata membutuhkan waktu kurang lebih satu hari.

“Serta tidak memiliki akses jalan, masyarakat desa solan baru tidak mengetahui sumber anggaran dari mana juga RAB tidak di pasangkan saat pekerjaan di mulai karena tidak ada transparansi terhadap masyarakat desa Solan Baru,” ungkapnya.

Dan yang kelima, Tanggul. Pembuatan tanggul tidak berdasarkan RAB.

Menurut keterangan dari salah seorang tukang batu yang mengerjakan tanggul tersebut bahwa dalam penyusunan batu sebagian tidak menggunakan spesi namun hanya ditutupi dengan plesteran, hal tersebut dikarenakan seorang pengawas tidak dibekali dengan juknis/RAB sehingga dalam pelaksanaannya tidak sesuai volume.

Hingga berita ini diturunkan, tim Wartawan Reaksi Cepat (WRC) Berita Investigasi Nasional belum bisa mengkonfirmasi pihak terkait guna keberimbangan berita ini. Namun demikian, tim akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dugaan penyimpangan tersebut.

(Verra Tamuntuan WRC)

0Shares

Berita Terkait :

Tingkatkan Mutu Pelayanan : Pemeriksaan Standart Pelayanan Minimum (SPM) PT. ASDP Penyebrangan Akan Dilakukan Setiap Tiga Bulan

binpers

Setelah di Somasi, Wartawan Cakramedianews Diduga Akan Disuap 500 Ribu Oleh Oknum Pengacara

Rizky Pratama

Kepala Desa Cango Gane Barat Akan Hadapi Pemeriksaan Tim Inspektorat Halsel

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy