20 C
Bandung
July 6, 2020
binpers.com
Hukum & Kriminal Riau

Terkait Putusan Hakim PN Pekanbaru Terhadap Toro Laia, Jaksa Terancam Dilaporkan 

0Shares
RIAU, BN – Jika jaksa melakukan penahanan terhadap Toro Laia, Pimpinan Redaksi Harian Berantas yang dipidana dengan tuduhan pencemaran nama baik Bupati Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Amril Mukminin, berarti jaksa diduga melakukan pelanggaran hukum. Sebab, dalam amar putusan majelis hakim tidak ada perintah penahanan sebagaimana  diamanah Pasal 197 Ayat 1 Huruf  k dalam KUHAP.

Untuk itu disepakati agar pihak Penasehat Hukum Toro sesegera mungkin melaporkan rencana Jaksa untuk menahan Toro karena tidak patuh pada amar putusan majelis hakim.

Rencana penahananan melaui surat panggilan itu harus segera dilaporkan ke Kejagung RI, Komnas HAM serta kepada Komisi Kejaksaan atas dugaan pelanggaran Kode Etik oleh Jaksa.

Demikian kesimpulan seminar hukum bertajuk, “ Vonis Pengadilan terhadap Toro, Korban Kriminalisasi Pers”, bertempat di Hotel Furaya Pekanbaru,  Minggu (21/7/2019). Seminar tersebut, dihadiri puluhan  pemimpin redaksi serta wartawan  media cetak dan online.

Sedangkan Narasumber DR. Yudi Krismen, SH, MH Pakar Hukum dari Pasca Sarjana Universitas Islam Riau, Asmanidar, SH selaku Ketua IKADIN Pekanbaru, Fauzan Laia, S.H, MH dan Jusman, SH, MH selaku Penasehat Hukum serta Saudara Hondro Ketua DPW Ikatan Media Online Indonesia (IMO) Indonesia. Sedangkan tokoh Pers Riau Drs. Wahyudi El Panggabean, MH bertindak sebagai moderator.

Terungkap, vonnis 1 tahun penjara  terhadap Toro Laia, Pemimpin Redaksi Harian Berantas oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru memang sudah berkuatan hukum tetap, menyusul terbitnya Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang menguatkan putusan itu.

Tetapi, tidak satu kata pun dalam amar putusan yang memerintahkan terdakwa untuk ditahan. Malah pada poin 3 dijelaskan, “Menetapkan Terdakwa Tetap Berada di luar Tahanan.”

Disisi lain, penasehat hukum Fauzan Laia, SH, MH mendukung jaksa melaksanakan Putusan PN PKU No. 540/Pid sus/2018/PN.Pbr (Eksekusi) sebagaimana pasal 270 KUHAP.

Menurut Fauzan, jaksa harus melaksanakan seluruh amar putusan pengadilan tanpa mengecualikan amar putusan Angka (3) yang berbunyi “Menetapkan terdakwa tetap berada di luar tahanan”

Pada kesempatan itu Fauzan Laia, SH, M.H Penasehat Hukum Toro Laia memberikan masukkan kepada Jaksa, “silahkan Jaksa membacakan Berita Acara Eksekusi dan serahkan berita acara eksekusi tersebut ke Lapas untuk menentukan status Toro.”

“Tetapi, bukan menyerahkan fisik (Badan) Toro ke Lapas, bila menyerahkan Toro ke Lapas, Maka Jaksa  melanggar Amar Putusan Angka (3) yang mengakibatkan dugaan pelanggaran HAM terhadap Toro dan dugaan pelanggaran kode etik Kejaksaan,” tegasnya.

Bila dilihat dalam  peraturan perundang-undangan tentang jenis-jenis penahanan khususnya Perkara Terpidana Toro Laia, katanya,  tidak ditemukan jenis penahanan apa yang diterapkan.

Lantas, Fauzan menjelaskan, kenapa Berita Acara Pelaksanaan Putusan (Eksekusi) Dibacakan dan diserahkan ke Lapas?

“Tujuannya, untuk menentukan status Toro sebagai nara pidana dan menjalani hukuman tetap berada diluar tahanan,” katanya. (Tim)

0Shares

Berita Terkait :

Ahli Dewan Pers Tegaskan Kasus Media Harian Berantas vs Bupati Bengkalis Murni KEJ Dan Sudah Final

binpers

1.500 Bilik Suara KPU Kalianda Lamsel Raib

binpers

Polda NTB Usut Dana Hibah KONI Daerah, Termasuk Di Bima

Arie Chandra
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy