25.8 C
Bandung
July 5, 2020
binpers.com
Investigasi Sulsel

Kades Pulau Sailus Pangkep Memilih Tinggal di Lombok

0Shares
Pangkep (Sulsel), BN – Umumnya kepala desa di wilayah kecamatan Liukang Tangah kabupaten Pangkajene dan Kepulauan provinsi Sulsel lebih memilih tinggal menetap di pulau Lombok provinsi NTB dan Makassar.

Akibatnya, proses pelayanan terhadap masyarakat di wilayah tersebut tidak maksimal, bahkan sebagian kebijakan kades ditangani sekdes bersama staf.

Seperti kades Sailus, Nasir, yang sekarang berdomisili di Lombok provinsi NTB dan kegiatan pelayanan terhadap warga ditangani langsung sekdes Amiruddin bersama aparatnya yang juga adik iparnya sendiri.

Salah seorang tokoh masyarakat juga mantan kades Sailus, H. Nurdin kepada Jurnalis Binpers.com mengungkapkan, kades Sailus, M. Nasir, sejak dilantik menjadi kades Sailus jarang di tempat dan meninggalkan tugas pokoknya, bahkan lebih memilih tinggal di Lombok, NTB.

“Saya pernah mengkritisi dalam suatu pertemuan dan dihadiri camat Liukang Tangayah, bahwa oknum Nasir itu, sesungguhnya bukan kades Sailus tetapi adalah kades Lombok karena lebih memilih tinggal di Lombok ketimbang di Sailus,” ungkap H. Nurdin.

Selain itu, tambah H. Nurdin, kegiatan pembangunan infrastruktur dilakukan kades Sailus, M. Nasir masih minim, yakni jalanan sangat minim, hanya beberapa kilometer saja, sementara lebih menfokuskan pembangunan gedung bulu tangkis dengan menggunakan dinding seng dan atap termasuk merehab kantor kades. Padahal masih banyak kegiatan fisik lainnya sangat membutuhkan dana yang bersumber dari AD/ADD setiap tahunnya dikucurkan pemerintah, baik melalui APBN maupun APBD kabupaten Pangkep tetapi dilakukan hanya kegiatan pembangunan semi permanen berupa gedung bulu tangkis.

Dikatakan, serapan anggaran AD/ADD 2019 yang jumlahnya mencapai Rp 3 miliar dinilai sangat minim. Demikian juga pengadaan lampu genset untuk penerangan listrik desa, yang sering dipertanyakan warga harga mesin itu tetapi pihak desa tidak transparan, bahkan beredar informasi kalau pengadaan mesin genset penerangan listrik desa pihak desa mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 juta per unit, yang dibagikan kepada lingkungan wilayah desa Sailus sementara secara fisik, harga mesin sejenis itu paling tinggi Rp 20 jutaan. Dan berbeda dengan permintaan warga, 6 PK tetapi yang datang hanya 4 PK sehingga tidak mampu menjangkau semua warga yang sangat membutuhkan penerangan listrik di malam hari dan siang.

Secara terpisah, Kades Sailus, M.Nasir yang konfirmasi belum lama ini mengakui kalau dirinya selama ini memang tinggal di pulau Lombok, NTB. Alasannya, dirinya sengaja tinggal di Lombok guna mendekatkan akses jaringan dimana Sailus dan sekitarnya tidak memiliki jaringan sehingga menyulitkan untuk mencari informasi penting dari pemkab Pangkep maupun pusat yang berkaitan dengan pelayanan maupun program pemerintah yang bakal bersentuhan kegiatan ditingkat desa Sailus.

“Saya meninggalkan Sailus, bukan berarti meninggalkan tanggungjawab sebagai kades tetapi hanya keluar mencari jaringan untuk konsultasi dan koordinasi di tingkat kabupaten termasuk pusat berkaitan dengan program pembangunan direncanakan di desa Sailus,” ucapnya. (Andira Moerdani)

0Shares

Berita Terkait :

Sebelum Dilantik Kades Terpilih Di Pati Digembleng Pelatihan Selama 8 Hari

binpers

Warga Pemilik Lahan Kecewa Dengan PLN, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan Seakan Diam

binpers

Kampung Mampie Terancam Akibat Abrasi

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy