25.8 C
Bandung
July 5, 2020
binpers.com
Ekonomi & Bisnis Jawa Barat

Kemarau Panjang, Gas 3 Kg di Indramayu Jadi Bahan Bakar Genset

0Shares
Indramayu, (BN) – Akibat kemarau panjang di Kabupaten Indramayu berdampak pada Gas 3 Kg yang terpaksa digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak genset yang sudah dimodifikasi (Water pom) untuk mengairi sawah dari sumur pantek yang mereka buat.

Kejadian ini ditemukan di beberapa kecamatan yaitu kecamatan Kroya dan Terisi kabupaten Indramayu yang sawahnya tidak dapat pengairan dari bendungan Jatiluhur.

Para petani mengambil air untuk mengairi sawahnya menggunakan genset rakitan yang sudah di modifikasi agar dapat menyedot dari sumur pantek/bor, dengan menggunakan gas LPG 3 KG sebagai ganti bahan bakar bensin, karena Gas 3 Kg lebih murah.

Menurut salah satu petani, Rusnadi kepada awak media BN mengatakan, Gas 3 KG lebih murah, kalau bensin satu liter hanya bertahan menghidupkan mesin Genset 5 – 6 jam, sedangkan Gas LPG 3 KG disamping harganya terjangkau satu tabungannya bisa bertahan 7-10 jam.

Unit Manager Comunikasion Relation & CSR Pertamina MOR III, Dewi Utami, yang ditemui pada hari Sabtu 13 Juli 2019 mengatakan, imbas dari para petani alih fungsi Gas LPG 3 Kg, menyedot konsumsi LPG bersubsidi yang seharusnya digunakan untuk keperluan rumah tangga menjadi berkurang.

Dewi mengatakan di kecamatan Terisi dan Kroya kabupaten Indramayu, sejumlah tabung LPG 3 Kg di gunakan petani untuk keperluan pengairan sawah pada musim kamarau ini, padahal Gas LPG 3 Kg tersebut seharusnya di gunakan untuk keperluan rumah tangga.

Dewi mengaku langsung menanggapi dan menyikapi pasokan Gas LPG 3 Kg secara fakultatif di Pantura Jawa agar tidak ada penyalah gunakan Gas LPG 3 Kg dengan berbagai macam.

Di tempat terpisah awak media BN berhasil menemui sales eksekutif Rayon PT Pertamina Marketing Operasional Region (MOR) Jawa Barat, Hamdani yang mengatakan alih fungsi Gas LPG 3 Kg (bersubsidi) berdampak pada ketersediaan stok pemenuhan kebutuhan rumah tangga, untuk itu beberapa waktu lalu MOR III menyalurkan penambahan kebutuhan pasokan fakultatif elpiji 3 Kg di wilayah Ciayumajakuning, ( Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Hamdani mengungkapkan sesuai pasal 20 ayat (2) peraturan menteri ESDM No,26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG bersubsidi di peruntukkan bagi pengguna rumah tangga dan usaha mikro, namun nyatanya di temukan Alih fungsi seperti yang terjadi di kecamatan terisi dan Kroya kabupaten Indramayu, Elpiji di gunakan petani untuk keperluan sebagai bahan bakar genset yang telah di modifikasi sebagai mesin pompa air untuk pengairan sawah, rata-rata per mesin bisa menggunakan 5 tabung gas LPG 3 Kg per hari,secara aturan, alokasi untuk itu belum ada sekarang di peruntukkan bagi Rumah tangga dan UKM.

Dampaknya pasokan Gas LPG 3 Kg untuk kebutuhan rumah tangga dan UKM terganggu.

Mengenai hal tersebut, Pertamina menambah pasokan hingga 100% dari penyaluran harian dan penambahan ini tidak mengurangi stok reguler, jadi reguler berjalan penambahan juga berjalan.

Alih fungsi itu tidak hanya pompa air petani, tapi ada pula untuk usaha laundry, pengeringan tembakau dll.

Ada pemungsian yang terdapat regulasi dari pemerintah seperti Konversi nelayan meski demikian tetap terdapat sejumlah regulasi yang mengatur hal tersebut mengenai penggunaan dan peruntukannya.

Sedangkan Alih fungsi yang di lakukan masyarakat tidak terdapat regulasinya selain mempengaruhi stok dari segi aspek keselamatan dan tidak sesuai standar,juga berdampak pada penjualan yang tidak di tentukan pemerintah bagi para agen nakal.(WRC Indramayu)

0Shares

Berita Terkait :

Rakerda SMSI Provinsi Jawa Barat Dibuka Ketua Umum

Rizky Pratama

Kota Bandung Termacet Se-Indonesia, Peringkat 14 Asia

binpers

Kapolres Garut Polda Jabar Silaturahmi Dengan Pengurus IMI Korwil Garut

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy