21.2 C
Bandung
June 6, 2020
binpers.com
Investigasi Sulbar

Kades Sarasa Lontarkan Ucapan yang Tak Pantas Pada Wartawan

0Shares
PASANGKAYU (Sulbar), BN – Perilaku tak sopan yang dilontarkan oleh oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait dugaan pekerjaan Talud di desanya, alih-alih memberikan jawaban dan klarifikasi, oknum Kades tersebut malah menghardik dan mengatai wartawan.

Hal tersebut dialami oleh Rudy Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pasangkayu, Senin (1/7/2019).

“Awalnya saya bersama teman-teman IWO pada hari Senin (1/7), menemukan pekerjaan Talud di desa Sarasa Kecamatan Dapurang, namun karena Kadesnya, Fadlan, tidak berada di tempat, kami tidak bisa wawancara secara ” ujar Rudy.

Berselang seminggu, kata Rudy, Ia mencoba melakukan konfirmasi melalui via telepon namun oknum kades tersebut tidak mengangkat telephonnya.

“Akhirnya saya melayangkan konfirmasi via sms terkait pekerjaan talud yang kami duga dikerjakan asal-asalan,” jelas Rudy.

“Ass, pak desa, s rudy ketua wartawan online (iwo) Pasangkayu, mau konfirmasi trkait temuan kami skitr 1 mggu yg lalu trhdp pkerjaan talud desa kita yg diduga asal2an sesuai dokumntsi yg kami temukan. Tks, hrp klrfiksi u primbangn brita” tulisnya Rudy via sms yang dikirim kepada Kades Sarasa, minggu (7/7).

Karena merasa tersinggung dengan sms tersebut, Kades Sarasa langsung bereaksi dengan menelepon (rudy_red).

Berikut kutipan telephon tersebut:

“Kades : Kurang ajar ini sms ta begini pak, masa kita bilang asal asalan saya, saya bekerja setengah mati kita bilang asal-asalan uang negara saya pake ini, ah kurang ajar namanya itu. Rudy: Iya itu kan dugaan kami (terputus)”.

“Kades : Ee dimana titik kesalahan saya pak. Rudy: makanya baca baik baik dulu itu sma jangan dulu marah marah.

Kades : saya marah pak karena saya merasa tersinggung. Rudy: Baca dulu baik baik itu sms.

Kades : Saya ini pak saya punya kampung saya bangun ini bukan kampungnya orang, saya lahir disini. Rudy : Iya saya paham, itukan dugaan. Kades: kalaupun dugaan mau dikonfirmasi datangi saya.

Rudy : saya kan sudah datangi kita minggu lalu disitu. Kades: kan ada nomor hpku kenapa tidak telpon saya.

Rudy : saya telpon kita tadi berapakali kita tidak angkat makanya saya sms. Kades: harusnya kalau kita punya ilmu sms baik baik, “pak desa dimanaki mauka ketemu sama kita”.

Rudy : itukan sudah sms normatifnya wartawan.

Kades : kurang ajar bahasamu penjahat, binatang, kalau mauko berkelahi bilang i, masa ko bilang asal asalan setan kau.

Rudy : Itukan dugaan pekerjaan (terputus)” percakapan Rudy dan Kades Sarasa yang sempat terekam di HPnya, minggu (7/7).

Lanjut dijelaskan Rudy, bahwa sesuai fakta lapangan yang didokumentasikan bahwa pekerjaan talud desa Sarasa memang tidak dipasangkan papan proyek sehingga masyarakat maupun wartawan tidak mengetahui informasi terkait pekerjaan tersebut.

“Tidak ada papan proyek, sehingga masyarakat tidak tahu berapa pagu anggarannya, terkesan disengaja padahal mestinya transparan karena itu uang negara,” kata Rudy.

Apalagi, kata Rudy, pemasangan batu dasar pada talud tersebut tidak digali/ditanam sesuai RAB sehingga kami menduga pekerjaan tersebut asal-asalan.

“Semennya juga bercampur tanah, sesuai bukti dokumentasi kami,” jelas Rudy.(Tim)

0Shares

Berita Terkait :

Penyaluran BST di Kecamatan Sarjo Tak Terlepas Pengawasan TNI-Polri

Susilawati

Polres Matra Tangkap Pelaku Dugaan Pencurian Barang Dalam Sadel Motor

Susilawati

Dugaan Penyimpangan Proyek di Dishub Provinsi Sumsel

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy