21.2 C
Bandung
June 6, 2020
binpers.com
Maluku Utara

Petugas KPLP Perketat Pengawasan

0Shares
Ternate, BN – Akibat sering terjadinya kecelakaan laut, khususnya perairan Maluku Utara yaitu di Zona Ternate dan Tidore,  membuat otoritas pelayaran di pelabuhan ferry Bastiong diperketat pemeriksaan keamanan setiap kapal dan manifest penumpang terutama Jalur Bastiong-Bitung, Bastiong-Sofifi, Bastiong-Tidore dan Bastiong-Halmahera Selatan, yang selain jalur pelayaran antar pulau dengan kapal Fery.

Untuk memastikan kapal-kapal (Roro) dalam kondisi layak, pihak Kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Fery Bastiong Ternate  secara rutin melakukan pemeriksaan fisik  terhadap kapal Fery dan penumpang.

Danpos, Yamin saat di temui tim Berita Investigasi Nasional/binpers.com, menyampaikan bahwa sesuai aturan Kementrian Perhubungan, maka perlu di ketahui perlengkapan keselamatan yang ada di kapal dan surat harus lengkap

“Sebagai danpos yang ditugaskan oleh KSOP, saya akan berikan yang terbaik untuk masyarakat Maluku Utara,” tegasnya.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut sudah lama dilakukan. Jadi bukan karena pasca kecelakaan yang pernah terjadi antara PM MILA Dan Spid Boud DELTA saja  beberapa waktu lalu.

“Saya dan rekan rekan Petugas KPLP Bastiong melakukan pemeriksaan itu rutin dilakukan selama 24 jam yaitu selama 4 kali setiap 6 jam,” ungkapnya.

Hal tersebut  dimaksudkan untuk menjaga  keselamatan pelayaran dan juga untuk kenyamanan para penumpang kapal.

“Pemeriksaan dilakukan  terhadap  setiap kapal dan penumpang ketika  kapal sandar. Pengecekan dilakukan terutama untuk melihat keamanan dan kelayakan kapal yang ada di Pelabuhan Fery Bastiong dan PM PERAHU MOTOR Bastiong Rum, saya selaku Danpost sudah terjunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan,” papar Yamin.

Yamin menambahkan, untuk pemeriksaan dan pengecekan secara global atau Pengecekan skala besar biasanya dilakukan menjelang Hari  Raya Idul Adha dan Natal serta menjelang tahun baru baik keadaan mesin maupun fasilitas lainnya.

Karena pada Hari Raya dan Tahun baru aktifitas kapal berdasarkan pengalaman cukup padat sehingga diperlukan kondisi kapal dalam keadaan baik.

Menurutnya,  cuaca di laut sering berubah sewaktu-waktu dan setiap nahkoda harus selalu mewaspadai hal tersebut.

Karenanya, pihak petugas Adpel dan setiap kapal harus selalu mendapat data dari Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisikai (BMKG)  terkait cuaca yang terjadi.

Data perkiraan cuaca dikirimkan melalui faksimile untuk memperlihatkan kondisi cuaca termutakhir.

“Sebagai langkah preventif kita selalu lakukan pengecekan. Tujuannya agar kenyamanan dan keamanan penumpang benar-benar terjamin, “ tutup Yamin mengakhiri wawancara dengan tim wartawan binpers.com. (MS)

0Shares

Berita Terkait :

Mendaftar ke Nasdem, Bahri Hamisi Tampil Sebagai Balon yang Benar-benar Siap

binpers

KP3 Pelabuhan Babang bersama Polres Halsel Gagalkan Penyeberangan Miras Cap Tikus di Atas Kapal Sinabung

Rizky Pratama

TNI Salurkan 2.650 APD Untuk Penanganan Covid-19 di Malut

Rizky Pratama
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy