binpers.com
Maluku Utara Pendidikan & Budaya

Aliansi Indonesia Tuduh lalai, Kepsek SMA 21 :”Jangan asal….!”

HALSEL – binpers.com,

Terkait dugaan keterlambatan pemberian ijazah pada siswa SMA 21 Halmahera Selatan yang ada di Desa Bajo, Kecamatan Botang Lomang, tudingan Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Halmahera Selatan, terkesan hanya luapan emosional.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA 21 Halmahera Selatan (Halsel) , Ruslan Siwan Siwan, saat dikonfirmasi via pesan whatsapp.

“Permasalahan Ijazah ini sudah selesai tidak ada masalah lagi. Ketua Aliansi Indonesia Kabupaten Halmahera Selatan tidak melihat dan memahami persoalan dan kondisi di lapangan, dan hanya terkesan emosional. Seharusnya, sebagai Ketua Aliansi mengkroscek dulu data atau memediasi antara orang tua siswa dan pihak sekolah dulu, jangan lantas memberikan statement yang kurang bijak, “ujar Ruslan. Jumat (28/6/2019).

Ruslan menguraikan, tidak perlu mempersoalkan ijazah sudah diambil atau belum, karena semua ijazah sudah ada di sekolah dan tinggal menunggu siswa datang dan mengambil ijazah.

Dan untuk pengambilan ijazah tidak dipungut biaya apapun atau gratis. Meski begitu, soal keterlambatan dalam mengambil ijazah ini hanya kurangnya komunikasi antara orang tua murid sama pihak sekolah.

Menyangkut dengan nilai semester enam itu, hanya pada jurusan IPA saja, itupun hanya sekitar 30 orang saja akibat kelalaian dari wali kelas yang memberikan rapot ke siswa tanpa mengarsipkannya.

“Setelah saya sebagai Kepala Sekolah, menanyakan kepada wali kelas. Dan wali kelas beralasan karena terlalu terburu merekap nilai karena didesak oleh siswa yang hendak kuliah. Sementara siswa yang jurusan IPS itu tidak ada masalah, itupun sejak tahun kemarin sudah selesai. Namun informasi dari Wakasek kurikulum yang memegang ijazah bahwa ada 6 siswa yang belum mengambil dengan alasan yang tidak jelas. Dan siswa yang ijazahnya belum mereka ambil hanya pada jurusan IPA. Karena salinan nilai semester enam belum ada sama kami pihak sekolah, sebab orang tua mereka belum mengantarkan salinan nilai semester enam ke pihak sekolah untuk dapat kami input nilainya di masing-masing ijazah tersebut, “papar Kepala Sekolah SMA 21 Halsel.

Ruslan mengakui, beberapa bulan kemarin pihaknya belum menerima salinan nilai dari sebagian siswanya dari jumlah (78) siswa. Karena Salinan nilai saat bererapa bulan kemarin memang belum dimiliki pihak sekolah dan sekitar 30 siswa itupun pada jurusan IPA, sehingga pihak nya tidak bisa melakukan input nilai raport ke ijazah tersebut.

Selain itu, kendala lainnya adalah keterlambatan pada penulisan ijazah yaitu orang tua siswa yang sering mengganti tanggal lahir maupun tahun lahir.

“Jadi, kami terkadang harus menunggu perubahan dari orang tua yang mereka sesuaikan baik KK maupun Akte, walaupun kami sudah dapatkan salinan foto copi ijazah SMP namun kami tidak boleh langsung menulis harus menunggu hasil domisili yang lengkap dan detail dari orang tua siswa, “jelasnya.

Lebih lanjut kata Ruslan, untuk sekarang semua masalah ijazah sudah selesai dari keterlambatan kemarin, dan beres semua hanya tertinggal 10 ijazah yg belum diambil dari 78 siswa, baik IPA maupun IPS.

“Jadi saya pikir soal ijazah ini sudah tidak ada masalah lagi, ini hanya terjadi miskomunikasi. Karena bukan hanya siswa lulusan tahun 2018 yang ijazahnya belum mereka ambil, namun ada juga siswa yang lulusan tiga tahun lalu ijazahnya masih ada sampai sekarang belum di ambil, “ungkapnya.

Selanjutnya untuk ijazah tahun 2019, sudah dalam proses penulisan dan masalah nilai sudah tidak ada masalah lagi. Dan nanti kalau sudah selesai semua siswa yg lulus tahun ini, sudah boleh mengambil ijazah paling lambat 2 minggu kedepan.

“Sementra untuk sertifikat hasil ujian nasionalnya (UN) kita masih menunggu info dari Dikjar kapan bisa diambil, “terangnya. (MS).

Related posts

BINPERS.COM