23.8 C
Bandung
June 3, 2020
binpers.com
Investigasi Jawa Barat

Acara Colour Run HUT KBB ke-12 Dinilai Tak Mendukung Pengusaha Kecil

0Shares

Awalnya saya ikut bazar produk IKM saat melihat akun Instagram Hengky Kurniawan. Di sana disebutkan gratis, asal lebih dulu daftar menggunakan e-mail

KBB – Acara Color Run yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) di kawasan Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (23/6/2019) dinilai memberatkan para pelaku IKM.

Seperti dikutip Bandungkita, acara tersebut merupakan rangkaian dari Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-12 yang bertajuk ‘Bandung Barat Creative Festival’ sejak Sabtu (22/6/2019) kemarin.

Diketahui, selain Color Run kegiatan tersebut juga diisi dengan konser musik, doorprize dan pameran produk industri kecil, menengah (IKM) Bandung Barat.

Namun sayang, acara yang jadi penanda lahirnya Kabupaten Bandung Barat itu dinilai tidak mendukung para pengusaha kecil. Pasalnya, sejumlah pelaku IKM KBB harus merogoh kocek terlebih dahulu, untuk bisa memamerkan produknya.

Heni (bukan nama asli) salah satu pelaku IKM asal Kecamatan Padalarang mengatakan dirinya harus membayar Rp.600 ribu dan Rp.1 juta sebagai syarat utama mendapatkan stand booth.

“Awalnya saya ikut bazar produk IKM saat melihat akun Instagram Hengky Kurniawan. Di sana disebutkan gratis, asal lebih dulu daftar menggunakan e-mail,” jelas Heni.

Berdasarkan informasi dari panitia, Heni mendapat penjelasan bahwa uang tersebut wajib dibayar untuk membayar sponsorship dan produk sponsor.

“Setelah saya daftar, saya menerima undangan untuk technical meeting. Saya mengira, setiap IKM yang telah mengikuti technical meeting sudah pasti bisa ikutan bazar, ternyata kami harus membayar sponsorship Rp.1 juta dan tukar produk Mayora seharga Rp.600 ribu,” jelasnya.

Heni sempat menanyakan kepada panitia tentang stand booth gratis, namun ia menerima jawaban bahwa stand gratis harus melalui tahap seleksi.

“Kalau stand gratis bagi IKM hanya sedikit dan harus ada seleksi. Panitia juga mengakatan kalau IKM bayar, mereka sudah pasti dapat stand booth,” ungkapnya.

Untuk menutupi dan meringankan harga uang sewa stand booth, Heni mengajak dua pelaku IKM lain untuk memajang produk di standnya. IKM tersebut berasal dari Lembang dan Ngamprah. Maka satu stand digunakan untuk tiga IKM.

Tak hanya itu, produk Mayora seharga Rp.600 ribu yang dijanjikan panitia, tak pernah diberikan. Heni mengaku ia hanya mendapat satu dus air mineral dari penyelenggara acara.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi, kami kan IKM binaan Pemkab Bandung Barat. Apalagi, ini pesta hari jadi. Saya minta tertib administrasi nya. Uang itu untuk apa?,” tutup Heni.

Sementara itu, Riska salah satu panitia acara Colour Run yang ditunjuk Wakil Bupati KBB Hengky Kurniawan aaat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada pungutan untuk stand IKM namun ia belum bisa memastikan besarannya.

“Betul ada pungutan namun saya belum tahun datanya. Maaf ya pak saya sedang sibuk,” ucapnya singkat, sambil memutus saluran telepon.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan. Yang bersangkutan tidak merespon telepon BandungKita.id. Pesan instan yang dikirim melalui aplikasi Whatsapp pun tidak dibalas.***BK

0Shares

Berita Terkait :

Kades Cangkuang Prioritaskan Kelola Sampah Menuju Desa Sehat

Arie Chandra

Majelis Hakim Pengadilan Toro Menganjurkan Kasus Rekayasa Kriminalisasi Pers Dibawa Keranah Hukum

binpers

Perseteruan Bupati Bengkalis Lawan Jurnalis, SPI Siap Demo Minta PN Pekanbaru Hadirkan Amril Mukminin

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy