21.5 C
Bandung
June 4, 2020
binpers.com
Investigasi Sulteng

Mangkrak… ! Proyek Bedah Rumah Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Kab Buol Diduga Kuat di Mark Up

0Shares
BUOL-BN, Bantuan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diperuntukkan kepada masyarakat Mokupo Kab Buol, kandas di tengah jalan pasalnya sejumlah bangunan rumah tidak selesai dikerjakan Senin 11 Maret 2019.

Proyek yang menelan anggaran sekitar 850 juta rupiah itu, di duga disalahgunakan oleh fasilitator yang sekaligus merangkap sebagai penyedia jasa dalam pembangunan proyek bedah rumah tersebut.

Dari keterangan saksi, sebut saja Anwar, mengatakan bahwa Rd selaku fasilitator tidak transparansi dalam pengunaan anggaran karena dari 54 unit dengan anggaran masing masing tiap unit 15 juta rupiah  dan 30 unit diantaranya  disiapkan oleh pihak penyedia baik alat maupun  bahan tanpa diketahui berapa besaran nilai barang tersebut jika dirupiahkan.

“Sehingga kami menduga masih banyak sisa anggaran dalam pembangunan bedah rumah tersebut, ini dapat dilihat dengan tidak selesainya pembangunan bedah rumah tersebut,  adapun rumah yang rampung hanya sebahagian kecil saja, itupun adalah orang yang dekat dengan dia (Rd),” tegas Anwar.

Di tempat yang berbeda, Rd sebagai fasilitator Dan Sekaligus Sebagai Penyedia Jasa  saat di konfirmasi melalui seluler menepis semua tuduhan miring yang ditujukan terhadap dirinya,  Rd mengatakan bahwa apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan standar operasional prosedur dan sama sekali tidak ada penyalahgunaan anggaran apalagi mau mengambil keuntungan secara pribadi dalam program tersebut.

“Informasi itu berasal dari orang yang tidak senang karena saya yang menjadi fasilitator dan sekaligus sebagai penyedia jasa,” Tangkisnya.

Namun dalam pandangan secara kasat mata, ini sangat jelas terjadi penyimpangan karena dalam aturan, seorang faslitator tidak boleh merangkap sebagai penyedia jasa dalam program yang sama. Belum lagi saat tim investigasi media turun dilapangan melihat fisik pekerjaan ternyata hanya mencapai angka 50 % padahal batas waktu pelaksanaan proyek bedah rumah sendiri telah selesai sejak desember 2018 kemarin.

Naas, sebagian besar rumah warga tidak terselesaikan dan tidak layak untuk dikatakan tempat tinggal. Sehingga timbul kecurigaan, besar kemungkinan ada penyelewengan anggaran dalam proyek bedah rumah tersebut. (Edi/Rano)

0Shares

Berita Terkait :

Laporan Dugaan Penyimpangan Proyek Rutan Polres Kampar Ngendap Setahun, Ada Apa?

binpers

Serahkan SK Kepengurusan, Sarjan Taib : FPII Halsel Juga Siap Tindak Wartawan Yang Abal – Abal

binpers

LSM FMPK Pertanyakan Soal Penangkaran 500 Hektar Bibit Kopi

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy