22 C
Bandung
July 10, 2020
binpers.com
Jatim

Pengadaan Alat Robotika Jatim Bermasalah

0Shares
Surabaya,BN – Ketua Badan Pengawas Pengadaan Barang dan Jasa Nasional, Hairul Rizal, mengungkapkan terjadi Kekurangan Volume atas Pengadaan Alat Robotika dari Anggaran Belanja Hibah pada 14 Sekolah Swasta di Kabupaten Sampang Sebesar Rp.1.231.100.000,00 Pada TA 2017.

Rizal memaparkan pada tahun 2017 Dinas Pendidikan Provinsi Jwa Timur mengelola dan mengevaluasi hibah kepada badan/lembaga/organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia, dengan anggaran dan realisasi masing-masing sebesar Rp.78.197.040.000,00 dan Rp75.913.640.000,00.

Belanja Hibah tersebut antara lain diberikan dalam bentuk uang dalam rangka pengadaan alat robotika, sensoring dan pembelajaran interaktif kepada 14 SMK/SMA swasta di Kabupaten Sampang, masing-masing sebesar Rp.200.000.000,00.

Menurut Rizal Berdasarkan pemeriksaan atas kegiatan tersebut diketahui terdapat kekurangan volume atas pengadaan alat robotika, sensoring dan pembelajaran interaktif pada 14 sekolah swasta di Kabupaten Sampang sebesar Rp.1.231.100.000,00.

Hasil wawancara dengan para kepala sekolah penerima hibah diantaranya Pihak sekolah memperoleh informasi tentang belanja hibah untuk pengadaan alat robotika dari beberapa kordinator yang merupakan anak buah Sdr. RF.

Sebagian kepala sekolah merasa tidak membutuhkan alat robotika tersebut dan lebih membutuhkan peralatan lain yang sifatnya lebih mendesak seperti pengadaan laptop untuk UNBK, pembangunan ruang Laboratorium Komputer.

Pihak sekolah pernah mengajukan perubahan jenis hibah namun hal tersebut tidak dilakukan karena adanya tekanan dari pihak kordinator untuk tetap mengajukan hibah alat robotika atau sekolah akan di-blacklist oleh Dinas Pendidikan apabila merubah jenis hibahnya.

Seluruh sekolah tidak mengadakan sendiri peralatan robotika tersebut, melainkan melakukan kontrak dengan CV PIP. Format kontrak telah disediakan oleh kordinator dan ditandatangani setelah proses penandatanganan NPHD selesai.

Setelah ada  kejadian tersebut, belakangan diketahui bahwa alamat CV tersebut tidak benar dan CV tersebut terindikasi fiktif.

Kepala sekolah menyatakan bahwa dari awal proses pencairan dana hibah di bank, kepala sekolah dan bendahara dikawal oleh kordinator dan uang langsung diserahkan seluruhnya kepada kordinator setelah cair dari bank.

Karena barang yang terlambat datang, pihak sekolah melakukan usaha untuk mencari koordinator dan Sdr. RF untuk meminta pertanggungjawaban atas pengadaan alat robotika tersebut. Dari usaha tersebut, beberapa barang telah diterima oleh sekolah setelah sebelumnya pihak sekolah diharuskan membayar kembali sejumlah uang kepada penyedia untuk pelunasan pesanan.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan diketahui bahwa terdapat kekurangan volume pengadaan alat robotika pada 14 sekolah sebesar Rp.1.231.100.000,00.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak terkait yang bisa di mintai konfirmasinya di karenakan pejabat yang bersangkutan tidak berada di tempat (PRI).

 

0Shares

Berita Terkait :

Presiden Jokowi Beri Waktu Menteri BUMN 3 Tahun Selesaikan Pembangunan Kilang PT TPPI Tuban

Rizky Pratama

Pabrik Beras Kimia Di Malang Raya Digrebrek

binpers

Masyarakat Gudo Jombang Ajukan Gugatan Baru

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy