22.3 C
Bandung
May 29, 2020
binpers.com
TNI/Polri

Narkoba, Senjata Perang Proxi Pembunuh Paling Mengerikan

0Shares
Jakarta, BN – Narkotika dan obat-obat berbahaya, atau lebih beken disebut narkoba, merupakan senyawa yang memberi efek kecanduan bagi para penggunanya, baik secara mental maupun kejiwaan.

Dari sisi ilmu kedokteran, narkoba hanyalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa digunakan para dokter atau rumah sakit untuk membius pasien yang hendak menjalani operasi.

Namun, masyarakat tampaknya ada yang salah kaprah mengartikan manfaat narkoba, sehingga menggunakannya melampaui ambang batas.

Hal ini yang kemudian memengaruhi susunan sistem saraf (neurologis), jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), kulit (dermatologis),

Bahaya narkoba tidak hanya sebatas itu, tetapi juga memengaruhi psikologis seseorang, seperti hilangnya rasa percaya diri dan agitatif serta membawa pengaruh terhadap lingkungan sosial, seperti gangguan mental dan tindakan asusila.

Menurut para ahli psikotropika, serangan yang ditimbulkan setelah mengonsumsi narkoba, sangat bergantung dari jenis narkoba yang dikonsumsi.

Narkoba jenis Opioid dapat mengakibatkan depresi berat, apatis, lelah berjalan, kehilangan nafsu makan sampai mual dan muntah.

Sementara narkoba jenis kokain membuat denyut jantung bertambah cepat, rasa gembira berlebihan, banyak bicara kemudian gelisah, pergerakan mata tidak terkendali sampai penyumbatan pembuluh darah.

Sementara itu, ganja membuat mata jadi sembab, pendengaran terganggu, tulang gigi menjadi keropos serta menghancurkan saraf mata dan otak. Narkoba jenis ekstasi, membuat seseorang menjadi sangat energik, tapi matanya sayu dan wajahnya pucat, merusak saraf otak dan gangguan liver, dehidrasi dan sulit tidur.

Sedangkan narkoba jenis sabu, membuat seseorang jadi paranoid, sulit berpikir serta pecahnya pembuluh darah jantung yang berujung pada kematian.

Bahaya narkoba tersebut kemudian dipelajari dan didalami oleh negara-negara tertentu untuk melumpuhkan kekuatan musuhnya tanpa harus menggunakan sistem persenjataan yang canggih sekali pun.

Markas Besar TNI-AD juga menyadari bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat hingga oknum aparat TNI-Polri dewasa ini merupakan bagian dari perang modern yang digunakan musuh untuk menyerang suatu negara.

“Perang modern tidak lagi menggunakan kekuatan senjata (hard power) seperti yang dibayangkan masyarakat kita selama ini, tetapi lebih cenderung pada perang proxi (menggunakan pihak ketiga sebagai pelaku perang),” kata Mayjen TNI Heboh Susanto, perwira tinggi militer di lingkungan Pusterad Mabes (Red)

 

0Shares

Berita Terkait :

Tebing 30 Meter Longsor, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Material Menutupi Jalan Penghubung

Rizky Pratama

Kapolres Pati Pimpin Apel Kaposkamling

binpers

Penanaman Pohon Kelengkeng di Taman Depan SMA Taruna

Susilawati
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy