21.2 C
Bandung
June 6, 2020
binpers.com
Investigasi

BPK Temukan Pemusnahan Uang Rp 254 Triliun Yang diduga Tidak Sesuai Undang-Undang

0Shares
Bandung, BN –Berdasarkan LHP BPK RI atas pencetakan, pemusnahan rupiah tahun 2017 pada Bank Indonesia dan Instansi Terkait lainnya No. Nomor : SO/LHP/XV/OSI2018 ter tanggal  3 Mei 2018, diduga terjadi Perbedaan Data Pemusnahan Uang Rupiah Tahun 2017 antara PBI No. 20/01lPBI/2018 dengan Data BI-SOSA dan Data BISAK Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang pada Pasal 18 ayat (2) menyatakan bahwa jumlah dan nilai nominal Rupiah yang dimusnahkan ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Bank Indonesia telah menetapkan jumlah dan nominal Rupiah yang dimusnahkan Tahun 2017 dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20101/PBI/2018 yang ditempatkan dalam Lembaran Negara No.7 Tahun 2018. Uang Rupiah yang dimusnahkan Tahun 2017 sebesar Rp.254.l43.277,26 juta yang terdiri dari Uang Rupiah Kertas sebanyak 7.722.298.760 bilyet dengan nilai nominal Rp.254.114.l99,08 juta dan Uang Rupiah Logam sebanyak 90.019.000 keping dengan nilai nominal Rp.29.078,18juta.

Pembukuan transaksi pemusnahan Rupiah dicatat dalam aplikasi Bank Indonesia Sentralisasi dan Otomasi Sistem Akunting (BI-SOSA) sebagai bagian dari transaksi yang mempengaruhi saldo rekening Kas dan Rekening Pembuatan Uang serta Surplus/Defisit untuk uang yang sudah dicabut dari peredaran yang disajikan dalam Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia (LKTBI) .

Hasil pemeriksaan atas Pemusnahan Rupiah Tahun 2017 menunjukkan permasalahan Pencatatan transaksi pemusnahan Rupiah juga dilakukan dalam Bank Indonesia Sentralisasi Administrasi Kas (BISAK) yang mencatat semua transaksi pengelolaan uang Rupiah.

Pemusnahan Rupiah dilakukan dengan Pemberian Tanda Tidak Berharga (PTTB) merupakan data pemusnahan uang Rupiah yang dilakukan dengan menggunakan Mesin Sortasi Uang Kertas dengan fungsi Racik (MSUK-R) dan Mesin Racik Uang Kertas (MRUK) untuk setiap pecahan di seluruh kantor Kas. Data pemusnahan pada BISAK hanya dapat menyajikan nilai pemusnahan uang Rupiah kertas namun tidak ada nilai pemusnahan untuk uang Rupiah logam.

Hasil pemeriksaan atas jumlah dan nilai nominal uang Rupiah yang dimusnahkan tahun 2017 dengan membandingkan data pada PBI, BI-SOSA dan BISAK menunjukkan adanya perbedaan sebagaimana Perbedaan Data Pemusnahan Rupiah antara BI-SOSA dengan PBI Data pemusnahan uang dari BI-SOSA diperoleh dari transaksi pengurangan saldo Rekening Pembuatan uang (SOx) untuk Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dengan kategori yang masih berlaku di peredaran, baik uang kertas maupun uang logam.

Sementara itu, untuk UTLE dengan kategori telah dicabut dan ditarik dari peredaran setelah masa 5 tahun kedua diperoleh dari transaksi pembebanan ke Surplus/Defisit dari Rekening Eks Uang Pasca Pencabutan (220.061), untuk uang kertas dan uang logam.

Hasil analisis atas data pemusnahan uang Rupiah berdasarkan transaksi dalam aplikasi BI-SOSA dan membandingkan dengan data PBI menunjukkan rincian perbedaan antara data BI-SOSA dengan PBI Hasil penelusuran lebih lanjut atas transaksi BI-SOSA diketahui bahwa nilai selisih

tersebut sarna dengan transaksi debet rekening 800000956980 tanggal 27 Februari 2017 di KPw Malang dengan Warkat No. 19/MLlJKT/637 dan Transaksi No. 9802017022702771.

Pada tanggal yang sarna terdapat transaksi kredit reverse jumal kas dengan Warkat No. 19/MLlJKT/644 dan Transaksi No. 9802017022703354.

Dengan dernikian selisih antara PBI dengan BI-SOSA tersebut diindikasikan rnerupakan transaksi reverse jurnal yang belurn diperhitungkan dalarn PBI.

Selain itu ada juga dugaan Perbedaan Data Pemusnahan Rupiah antara PBI dengan BISAK Data pernusnahan Rupiah dari BISAK diperoleh dari data PTTB untuk uang Rupiah kertas. Sedangkan data pernusnahan uang Rupiah logarn tidak tersedia dalam BISAK.

Hasil analisis atas data pemusnahan uang Rupiah berdasarkan transaksi dalam aplikasi BISAK dan rnembandingkan dengan data PBI menunjukkan rincian perbedaan antara data BISAK dengan PBI Data pemusnahan Rupiah pada aplikasi BISAK tidak mengakomodasi pemusnahan uang Rupiah logam, sehingga yang dapat dibandingkan adalah data pemusnahan uang Rupiah kertas.

Perbedaan Data Pemusnahan Rupiah antara SOSA dengan BISAK Hasil analisis atas data pemusnahan uang Rupiah berdasarkan transaksi dalam aplikasi BI-SOSA dan membandingkan dengan data BISAK menunjukkan rincian perbedaan antara data BI-SOSA dengan data BISA.

Permasalahan tersebut mengakibatkan nilai pemusnahan uang Rupiah Tahun 2017 belum dapat dipastikan yang sebenamya. Hal tersebut disebabkan DPU belum melakukan pengendalian yang memadai dalam menetapkan nilai pemusnahan uang Rupiah.

Kepada BPK RI pihak Bank Indonesia memberikan penjelasan bahwa sampai dengan tanggal 20 April 2018, bahwa Tim Teknis DPU telah memberikan penjelasan kepada Tim Teknis BPK yang

disertai dengan penyampaian softcopy kertas kerja pemusnahan uang tahun 2017.

Selanjutnya dapat disampaikan penjelasan perbedaan data antara PBI, BI-SOSA dan BISAK,  Berdasarkan hasil rekonsiliasi antara mutasi debet BI-SOSA dengan BISAK khususnya untuk uang yang masih berlaku (rekening 80x) diperoleh data sebesar Rp.254.l26.787.559.000,00 sedangkan berdasarkan hasil perhitungan BI-SOSA Tim BPK diperoleh data sebesar Rp.254.097 .251.459 .000,00 sehingga terdapat selisih Rp.29.536.l00.000,00.

Sementara itu, untuk hasil rekonsiliasi antara mutasi debet BISOSA dengan BISAK khususnya untuk uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran (rekening 220.061) diperoleh data sebesar Rp.16.489.693.900,00 sedangkan berdasarkan hasil perhitungan BI-SOSA Tim BPK diperoleh data sebesar Rp.16.489.693.900,00 sehingga tidak terdapat selisih atau nihil.

Perbedaan antara PBI dengan BISAK disebabkan terdapat beberapa satker kas yang melakukan pembukuan langsung di BI-SOSA. Satker kas yang membuku langsung di BI-SOSA adalah KPw ProvoPapua, DPU-FAT (sebanyak 3 kali), KPw ProvoSumatera Barat, KPw Cirebon, KPw Malang, KPw Prov. Banten dan DPU-KOC (pemusnahan uang logam) dengan total sebesar Rp.139.247.432.000,00.

Bank Indonesia juga memaparkan Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat beberapa satker kas yang melakukan pembukuan langsung di BI-SOSA dengan total sebesar Rp.139.247.432.000,00. Apabila dibandingkan dengan hasil perhitungan BI-SOSA Tim BPK terdapat selisih sebesar Rp.29.536.1 00.000,00 pada pecahan Rp 100.000,00.

Dari Penjelasan tersebut di atas, pihak Bank Indonesia sampaikan bahwa  Angka yang menjadi acuan data pemusnahan uang Rupiah adalah bersumber dari BI-SOSA sebesar Rp.254.113.741.152.900,00.

Selisih antara data pemusnahan yang telah dipublikasikan dalam PBI sebesar Rp.254.143.277.252.900,00 dengan angka pada BI-SOSA pada butir a diatas adalah sebesar Rp.29.536.1 00.000,00

Menurut BPK RI Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Undang-Undang No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Pasal 1 Ayat (10) yang menyatakan bahwa Pengelolaan Rupiah adalah suatu

kegiatan yang mencakup Perencanaan, Pencetakan, Pengeluaran, Pengedaran, Pencabutan dan Penarikan, serta Pemusnahan Rupiah yang dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

BPK merekomendasikan Gubemur BI agar memerintahkan Kepala DPU untuk menyusun dan menetapkan SOP dalam menetapkan jumlah dan nominal uang Rupiah yang dimusnahkanan yang antara lain mengatur sumber data, alur data dan perhitungannya.

Memerintahkan Kepala DAI untuk melakukan pemeriksaan investigasi untuk memastikan nilai pemusnahan uang Rupiah yang sebenamya dan  melakukan revisi nilai pemusnahan uang Rupiah dalam PBI sesuai dengan hasil investigasi DAI (PRI)

 

 

0Shares

Berita Terkait :

Polda Malut Gelar Konfrensi Pers Atas Insiden Penembakan Warga Obi

binpers

Bupati Terima Piagam Penghargaan Kebudayaan Dari LKNI Sebagai Pembina Seni Dan Budaya Kabupaten Banggai

binpers

Camat Warungkondang Diduga ‘Bermuka Dua’ Terkait Pencopotan Kades Cieundeur

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy