19.8 C
Bandung
July 5, 2020
binpers.com
Investigasi Jawa Barat Kaltim

Kasus Penyerobotan Lahan Isrojin di Kukar Sudah Mendapatkan Titik Terang

0Shares
Kukar (binpers.com),

Kasus penyerobotan hak atas lahan milik beberapa warga Desa Bhuana Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara Kalimantan Timur yang diduga dilakukan oleh PT. KM salah satu perusahaan tambang yang berada diwilayah tersebut, kini mulai menampakkan titik terang.

Dari data serta keterangan para narasumber yang berhasil didapatkan, permasalahan penyerobotan lahan itu terdapat banyak kejanggalan serta terindikasi adanya dugaan beberapa oknum pemerintahan yang terlibat didalamnya.

Salah seorang warga Ds. Bhuana Jaya yang mengaku sebagai pemilik lahan tersebut, Isrojin (44)  kepada tim wartawan media Berita Investigasi Nasional mengatakan bahwa dia beserta 4 orang saudaranya telah dirampas hak atas tanah miliknya yang secara tiba-tiba berubah kepemilikan atas nama orang lain yang kemudian dikuasai oleh PT. KM.

Padahal menurutnya lahan tersebut merupakan miliknya secara sah dari hasil pembagian Transmigrasi Trans Swakarsa Mandiri desa Buana Jaya  yang diterbitkan sertifikatnya oleh BPN Kutai Kartanegara pada tahun tahun 2001.

Beberapa kali Isrojin melakukan upaya untuk mendapatkan kembali haknya atas lahan tersebut selalu menemui kebuntuan. “Saya hanya masyarakat kecil yang tidak mengerti apa-apa, dan saya juga tidak tahu harus kepada siapa lagi saya bisa mengadu untuk mendapatkan lahan itu kembali,”keluh Isrojin.

Permasalahan yang dialami Isrojin beserta ke 4 saudaranya ini akhirnya mendapatkan perhatian serius dari salah seorang pemerhati hukum dan pengamat sosial masyarakat Kalimantan Timur, Eliadi Koko SH.

Eliadi yang juga Koordinator perwakilan Watch Relation of Corruption Pengawas Aset Negara Republik Indonesia (WRC-PANRI) Kaltim ini mencium adanya ketidakberesan kasus yang menimpa Isrojin. Dirinya melihat bahwa kejanggalan-kejanggalan beralihnya kepemilikan tanah atau lahan milik Isrojin diduga adalah permainan dari beberapa oknum pemerintahan kecamatan Tenggarong Seberang.

Setelah melakukan penelusuran dan uji materi atas data-data yang diperolehnya, Eliadi akhirnya menemukan beberapa kesimpulan yang memang tidak jauh dari perkiraannya.

Menurutnya, PT. KM dalam melakukan pembebasan lahan adalah berdasarkan dari munculnya surat SKPT ( Surat Keterangan Penguasaan tanah) yang dikeluarkan oleh kecamatan Tenggarong Seberang  yang bukan atas nama pemilik aslinya selaku pemegang hak atas tanah sertifikat (SHM), namun diduga telah dirubah menjadi nama-nama orang lain.

“SKPT yang dikeluarkan oleh oknum petugas Kecamatan Tengarong Seberang dan Desa Bhuana Jaya itu dibuat secara sepihak tanpa sepengetahuan pemilik sahnya yaitu Isrojin dan 4 saudaranya yang lain, saya sangat menyesalkan kelalaian ini, jika hal ini sebuah kesengajaan jelas perbuatan para oknum tersebut melanggar hukum dan harus ditindak,” tegas Eliadi.

Namun beberapa kali upaya mediasi yang dilakukannya bersama pihak PT. KM serta keluarga korban hasilnya selalu kurang memuaskan. PT. KM tetap bersikukuh bahwa pihaknya telah menguasai tanah milik Isrojin tersebut berdasarkan SKPT yang dikeluarkan oleh oknum Petugas Kecamatan Tenggarong Seberang serta Desa Bhuana Jaya.

Dari beberapa penelusuran yang dilakukan, pihak korban dan Eliadi merasa ada keterlibatan oknum aparat yang mem Back Up dan berdiri dibelakang kasus ini.

“ Polres Kukar terkesan lamban  dalam menangani kasus ini, padahal bukti sudah jelas ada dan masyarakatpun mengakui bukti tersebut, pasti ada Big Daddy dibelakang semua ini,”ungkap Eliadi.

Akhirnya Koordinator WRC-PANRI Kaltim ini pun membawa permasalahannya ke Pusat dan segera ditindaklanjuti oleh para petinggi dewan pimpinan lembaga tersebut.

Menurut Ketua Umum WRC-PANRI, Arie Chandra, SH yang berhasil ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa terkait permasalahan yang menimpa Isrojin dan saudara-saudaranya ini adalah benar diduga penyerobotan.

“Semua oknum yang terlibat dalam kasus ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, saya sudah berkoordinasi dengan Instansi terkait di Jakarta untuk segera melakukan penelusuran dan menindaklanjutinya,” ucap Arie.

Disinggung tentang adanya dugaan aparat yang ikut bermain dalam kasus tersebut, Arie pun menegaskan telah melakukan kontak dengan Mabes Polri sebagai antisipasi jika memang benar dugaan itu benar. “Kami sudah siapkan laporannya, tunggu saja,”tegasnya.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Ketua Div. Pengawasan dan Penindakan WRC-PANRI, Shaibir Aslam secara gamblang mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama unsur-unsur yang berkepentingan dalam permasalahan ini dan siap akan membantu serta mengawalnya hingga kebenaran dapat ditegakkan dengan seadil-adilnya.

“Saya betul-betul merasa terpanggil untuk mengawal permasalahan yang menimpa Isrojin, ini sangat perlu diselesaikan agar rakyat kecil tidak selalu berada dalam posisi yang ditindas, dan menurut saya  jika memang pembuatan SKPT tersebut dengan sengaja dibuat oleh oknum-oknum hanya untuk dijadikan kepentingan pribadinya tentunya kami tidak akan mentolerir lagi, harus dilaporkan…!!!”tegas Shaibir seraya menambahkan bahwa WRC-PANRI sudah mengantongi nama-nama para oknum tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, tim investigasi binpers.com masih terus melakukan penelusuran serta menggali informasi yang lebih dalam untuk membuktikan kebenarannya. (Gunarto)

0Shares

Berita Terkait :

GUBERNUR JAWA BARAT LANTIK H. SUPENDI JADI BUPATI INDRAMAYU DEFINITIF

binpers

Danramil 2016 Gempol-Palimanan Turun Langsung  Bagikan 100 Paket Sembako

Rizky Pratama

Tambang Pasir Ilegal, Puluhan Truk Angkut Pasir Setiap Hari di Sekitar Dam Tembesi

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy