21 C
Bandung
June 3, 2020
binpers.com
Sosial Sulteng

Festival Gelora Pagimana Kembali Hiasi Hari Patriotik Heroik Merah Putih 12 Februari 1942

0Shares
Pagimana-(Sulteng), BN – “Warga Negara yang baik adalah warga negara yang tidak melupakan sejarahnya.” Mungkin motto ini yang umumnya mengilhami  masyarakat di daerah ini untuk melaksanakan kegiatan tahunan Festival Gelora Pagimana (FGP). Festival ini dilaksanakan guna mengisi peringatan hari bersejarah yakni hari “Patriotik Heroik Merah Putih 12 Februari 1942”.

Pagimana sebagai salah satu dari 23 kecamatan di wilayah Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, terdiri dari 33 Desa/Kelurahan, terbentang di daerah daratan dan lautan.
Kecamatan Pagimana adalah bagian dari ribuan wilayah kecamatan di Indonesia yang menyimpan kisah sejarah di zaman pendudukan penjajah/kolonial baik Portugis, Belanda dan Jepang.

Daerah ini memiliki sejumlah tokoh pejuang yang mempelopori perjuangan pada saat itu, sehingga di tanggal 12 Februari 1942 terjadi peristiwa bersejarah dimana bendera Merah Putih tegak berkibar di tanah Pagimana, yang hingga saat ini moment itu diperingati setiap tahun yakni setiap tanggal 12 Februari.

Peristiwa itu kemudian dikenal dengan nama “Peristiwa Patriotik Heroik Merah Putih” yakni berkibarnya Sang Merah Putih di Lapangan 12 Februari yang sekarang berganti nama menjadi Lapangan Gelora Pemuda Pagimana.
Peringatan Heroik Merah Putih 12 Februari 1942 ini sudah menjadi agenda rutin tahunan Pemkab Banggai yang mana selaku pelaksana teknisnya dipercayakan kepada Dinas Pariwisata dan Kecamatan Pagimana dibawah komando Camat Pagimana selaku tuan rumah sekaligus pelaksana persiapannya.

Atas nama Bupati Banggai Ir. H. Herwin Yatim, MM, Camat Pagimana Sumitro Balahanti, S.Sos kepada media ini mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Hari Patriotik kali ini, tetap seperti tahun sebelumnya di 2018 dimana panitia pelaksananya dari Pengkab Banggai karena kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan, hanya sebagai tuan rumah tentu kami harus siap dengan membentuk panitia untuk persiapan dan ini sudah terlaksana.

Yang mana Zaenal Pamolango selaku ketua sekaligus kepala wilayah Kelurahan tempat kegiatan, sudah melaksanakan tugas kepanitiaannya sehingga sampai hari ini persiapan sudah berjalan.

Ditempat lain, Ketua Panitia Zaenal Pamolango kepada awak media Binpres.com mengatakan hal yang sama dan dia (Enal sapaan akrabnya-red) menambahkan bahwa dalam melaksanakan tugasnya selaku ketua panitia,  dirinya selalu berkoordinasi dengan pihak Pemkab Banggai agar agenda kegiatan nantinya dapat berjalan sesuai harapan.

“Ketua panitia Zaenal Pamolango juga meminta dukungan dari semua pihak agar di hari “H” nantinya pelaksanaan dapat berjalan sukses, aman dan lancar,” tuturnya.

“Saksi Sejarah Desa Baloa Doda”. Suku Saluan sebagai penduduk asli mayoritas Wilayah Kabupaten Banggai menjadi suku dengan kesaksian sejarah yang sampai saat ini belum terakomodir dalam buku sejarah di dunia pendidikan.

Desa Baloa Doda, sebagai Desa pedalaman yang masih terisolir  juga menjadi salah satu saksi sejarah pendudukan Portugis, Belanda dan Jepang dimana tokoh sejarahnya yang dikenal “Janggo Itom”, Desa yang berjarak sekitar 84KM dari ibu kota kecamatan, untuk bisa sampai ke Desa Baloa Doda pun harus menempuh perjalanan selama dua-tiga hari berjalan kaki.

Namun jiwa kebersamaan yang dilandasi semangat juang dan solidaritas yang tinggi, dengan segala kekurangannya bukanlah penghalang bagi mereka untuk melaksanakan kegiatan persiapan menyongsong hari “H” peringatan peristiwa Heroik Merah Putih pada 12 Februari 2019 yang tinggal sepekan lagi.

“Warga yang datang ini terdiri dari aparat Desa, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh Pemuda, mereka datang dengan sukarela untuk membantu pembuatan tenda, saya juga mempersiapkan segala sesuatunya menyangkut kebutuhan mereka di mess penampungan (Mess pemDesa-red), walaupun sedikit tertutup dengan dunia luar tapi saya berbangga karena mereka masyarakat yang siap saat dibutuhkan termasuk datang di daerah terbuka seperti dilapangan ini,” tutur Kepala Desa (Plt.) Baloa Doda Septianus Lamain.

Sungguh semangat yang patut menjadi motivasi bagi kita yang saat ini sedang berada pada kondisi serba gelamor dengan sentuhan peradaban yang sudah millenial. Mereka saja yang hidup jauh dari peradaban modern masih menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong demi mengenang sejarah, lantas bagaimana dengan kita?. (tam)

0Shares

Berita Terkait :

Tindak Lanjut Kasus Korupsi Desa Sama Jatem Di Pertanyakan Masyarakat

binpers

Antisipasi Kebakaran Kapal Dan Keselamatan Kerja Nelayan

binpers

Kejari Luwu Kawal Sejumlah Desa untuk Pantau Mekanisme Penyaluran BLT

Susilawati
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy