18.8 C
Bandung
July 9, 2020
binpers.com
Investigasi Riau

Hina Propesi Wartawan,Wakil Bupati Aceh Timur Sebut Kericuhan Timbul Akibat Tangan Gatal Sikuli Tinta

0Shares
Riau, Binpers.com Tidak diketahui apa maksud pernyataan Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan acara rapat kooordinasi pemutakhiran data pemilih antara KIP, PPK, dan PPS se-Kabupaten Aceh Timur yang berlangsung di Sport Center (ISC), Kamis (31/1/19) pekan lalu.

Orang nomor dua dipemerintahan Kabupaten Aceh Timur itu  menyatakan, “Pihak pemberita (wartawan) harus mengawas PPK dalam menjaga kode etik, yang telah menerima ketetapan untuk menegakkan demokrasi.

Jangan ada wartawan,wartawan peng limong ploh ribe, sireutoh ribe, artinya (Wartawan yang bernilai Rp 50- 100 ribu rupiah) menuntut penyelenggara pemilu ataupun caleg- caleg dengan mencari-cari masalah. Di KIP atau  di Panwaslih, ataupun dengan caleg, khususnya untuk mencari-cari masalah  yang tidak masalah,” ungkapnya dihadapan para Pejabat Forum Forkopimda, Panwaslih, KIP, PPK dan PPS se-Kabupaten Aceh Timur.

Ia menyebutkan bahwa, kericuhan ataupun ketertiban terganggu akibat ulah para sikuli tinta yang tangannya gatal dalam menulis berita,” ujarnya.

“Dalam Agama juga menerapkan dan menegaskan, jika membuka aib sesama Islam maka itu dosa.

Biasanya yang membuat situasi ricuh, kisruh dan mengganggu ketertiban akibat tangan gatal para penulis atau kuli tinta atau para wartawan-wartawan playboy tanpa surat kabar, itu hati-hati,”cetus Syahrul.

Akibat pernyataan tersebut, dikecam berbagai pihak, terutama kecaman keras dari wartawan media siber (online), karena mereka tidak memiliki surat kabar.

“Saya gagal faham terkait pernyataan pak Wakil Bupati, apakah itu ditunjukan untuk seluruh wartawan online, atau ada oknum-oknum tertentu yang sengaja mencari-cari kesalahan orang dengan mengatas namakan wartawan? Sehingga beliau mengatakan hal itu di hadapan publik,” kecam Yunan Nasution perwakilan untuk Aceh di salah satu media Online.

“Jika pak Wabub pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan, sambungnya, lebih baik disebut langsung siapa orangnya, atau langsung saja dilaporkan ke pihak berwajib karena menyalahgunakan wewenang.

Jangan lempar bola panas kesemua Wartawan yang pada akhirnya menciderai hati para insan Pers.

Subtansi dari pernyataan pak Wakil Bupati ini akan dikaji lebih dalam bersama tim Advokasi media kita untuk kita laporkan ke lembaga hukum terkait, agar tidak ada lagi pembredelan terhadap kebebasan Pers.

Namun sahabat- sahabat Pers juga tetap harus menjaga eksistensi dan netralitas terhadap sebuah karya jurnalis,” tutupnya.

Menyikapi hal ini, saat di hubungi melalui handphone Wabup Aceh Timur oleh tim awak media tidak ada jawaban/tidak diangkat. ***(rls/tim).

 

0Shares

Berita Terkait :

Pengacara Pemprov Kepri, Asrun : Hilangnya Plat Baja Sisa Pekerjaan Jembatan Dompak Harus di Usut Tuntas

binpers

BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS dan PSG Sumsel TA 2017

binpers

LI- Tipikor Laporkan Diduga Proyek Siluman  Dinas PUPR Kota Palembang Ke Aparat Penegak Hukum

Arie Chandra
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy