binpers.com
Investigasi Maluku Utara

Janji Kades Cango Membuat Tempat Sampah, Hanya Isapan Jempol Saja

Malut, Binpers.com- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan laut dan perairan serta dilarang membuang sampah plastik ke laut karena akan berdampak merusak ekosistem.

Hal ini lain dari pada apa yang telah di sampaikan ibu Menteri karena di salah satu Desa yang ada di maluku utara Desa Cango Kecamatan Gane Barat, Halmahera selatan yang di tinjau langsung oleh tim media Binpers.com menemukan banyaknya sampah di pantai sepanjang Desa Cango yang sangat kotor oleh puluhan sampah, di mulai dari sampah plastik hingga sampah rumah tangga.

Terlihat di pesisir  bibir pantai, bahkan sampai ke rumah bagian belakang warga banyak di temukan berserakan sampah. Akibatnya menimbulkan bau busuk dan membuat pantai terlihat kotor dan mencemari laut.

Hal ini karena tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat padahal sebelum berita ini di turunkan sudah ada gerakan dari beberapa pelajar yang aktif memperhatikan pantai di desa Cango. Sampai sejauh ini mereka sudah mencoba menghubungi pihak Desa yaitu langsung bertemu dengan Kepala desa Bapak Idhar yang di temui di kediamannya.

Kepala Desa sekaligus pemerhati sampah ini sempat berjanji akan bekerjasama dan insallah pihak desa bersama anak anak Gita laut akan melakukan Program bersama, membersihkan pantai dan pihak desa akan memberikan bantuan setelah pencairan 40% tapi sampai saat ini semua hanya janji manis.

Padahal yang di lakukan  anak-anak tersebut cukup membantu karena gagasan mereka sangat baik, yakni dari pembuatan tempat sampah di depan rumah masing-masing dan dilakukannya kegiatan jumat bersih dan papan larangan membuang sampah ke laut.

Namun hal tersebut seolah tidak berhasil karena bau sampah bercampur sampai tercium di sepanjang pantai yang sehari-hari digunakan untuk mandi anak anak. Diperkirakan, sampah berserakan ini mencapai puluhan ton.

Saat tim media Binpers.com menemui Bapak H. Hamid, menjelaskan bahwa semua yang di lakukan masyarakat ini seharusnya ada penanganan khusus. Jadi pemerintah Desa harus cepat bergerak jangan diam, pembuatan tempat sampah berupa drum atau karung sampah di depan rumah itu sangat baik, agar masyarakat tidak usah buang sampah lagi ke pantai,” tuturnya.

Memang benar di belakang rumah dekat jembatan tempat berlabuhnya kapal Pajeko banyak sampah karena tidak ada tempat makannya di buang ke pantai. Saya cukup mengingatkan, tapi saya juga bingung dengan adanya aktifitas warga yang kesehariannya nelayan dan petani, sampai-sampai dengan kesehatan sendiri tidak di perhatikan,” ujarnya.

Akibat sampah ini, perahu nelayan yang akan bersandar ke bibir pantai juga terganggu bahkan banyak yang rusak mesinnya tidak berputar akibat dari tumpukan sampah tersebut.

Warga yang tinggal di bagian depan jalan mungkin tidak terganggu  namun yang rumahnya dekat sampah yang menumpuk ketika air naik dan terkena ombak maka sampahnya akan terbawa ke tengah laut,” tutupnya.  (MS)

Related posts

BINPERS.COM