21.1 C
Bandung
June 2, 2020
binpers.com
Hukum & Kriminal Investigasi Lintas Daerah Riau

Ahli Dewan Pers Tegaskan Kasus Media Harian Berantas vs Bupati Bengkalis Murni KEJ Dan Sudah Final

0Shares

Pekanbaru-(Riau), Binpers.com Berakhir sudah drama hukum yang diduga dimainkan oleh Amril Mukminin terhadap perusahaan Pers, harianberantas.co.id yang telah menjerat pimpinan media itu, Toro Laia ke proses hukum dipersidangan selama 16 kali persidangan, Senin (29/10/18).

Kasus yang di awali dari penyidikan pihak Polda Riau itu sejak semula sudah diduga kuat adanya konspirasi untuk mengkriminalisasi Pers.

Pasalnya, media harian berantas telah memuat berita terkait kasus mega korupsi dana bansos untuk Kabupaten Bengkalis tahun 2012 yang telah merugikan negara sebesar Rp. 31 milyar sesuai hasil audit dari BPKP, yang ternyata melibatkan didalamnya diduga Amril Mukminin yang notabene adalah Bupati Bengkalis saat ini. Keterlibatan Amril Mukminin, (Bupati-red) tidak diragukan lagi.

Pasalnya, hal itu dituangkan dalam dokumen resmi dari LHA BPKP RI, Kejaksaan melalui surat dakwaan JPU, dan amar putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru dan amar putusan hakim tipikor Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang menyebut nama Amril merupakan salah satu oknum yang disebut turut menikmati hasil dana bansos sebesar Rp. 10 juta rupiah.

“Semoga Tuhan menunjukkan kebenaran kepada kita semua, karena sidang kali ini telah menunjukkan pertanda kebenaran dan keadilan itu masih ada. Ini bermula dari keinginan Amril Mukminin dan rekan-rekanya untuk mengkriminalisasi Pers di Riau ketika pers bekerja sesuai tupoksinya, dan memberitakan kasus korupsi besar di wilayah daerah Kabupaten Bengkalis, mereka ingin membungkam media dengan cara keji,” terang Toro Laia usai sidang.

Toro Laia menyebutkan bahwa persidangan kali ini, Senin (29/10/18) sesuai rencana agenda sidang akan menghadirkan 2 saksi ahli antara lain, saksi ahli dari ITE, dan saksi ahli dari Dewan Pers.

Namun dari kedua saksi ahli tersebut saksi ahli ITE tidak hadir, dan yang dapat dihadirkan oleh JPU, hanya saksi ahli dari Dewan Pers, Herutjahjo Soewardojo.

Agenda sidang hari ini akan menghadirkan 2 saksi ahli, yaitu saksi ahli ITE dan saksi ahli dari Dewan Pers, namun dengan tidak diketaui alasan yang sebenarnya, saksi ahli ITE tidak hadir, sehingga dari pihak pelapor hanya ada JPU. Sedangkan saksi ahli dari Dewan Pers menghadirkan pak Heru,” tambah Toro

Agenda sidang yang ke-16 hari ini di PN Pekanbaru, JPU menghadirkan Ahli dari Dewan Pers, Herutjahjo Soewardojo untuk didengar keterangannya oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Yudisilen, SH., MH.

Menurut Ahli Pers, bahwa  pengaduan Bupati Amril Mukminin terhadap Harianberantas.co.id, telah final sesuai PPR Dewan Pers. Karena masalah yang terjadi, merupakan pelanggaran kode etik jurnalistik atau KEJ yang pernah dimediasi dan di sidang plenokan oleh ke-9 orang anggota Dewan Pers di Dewan Pers.

Selain itu, dalam masalah ini, ahli Pers, Herutjhajo Soewardjo dihadapan Majelis Hakim dalam sidang,  langsung membacakan Surat Edaran Mahkama Agung (SEMA) RI Nomor: 13 Tahun 2008 tentang Saksi Ahli Pers yang didengarkan oleh majelis hakim.

Ahli Pers, Herutjahjo Soewarjdo dihadapan majelis hakim yang memeriksa perkara yang dituduhkan kepada Harianberantas.co.id dengan tegas meminta majelis hakim, masalah laporan Bupati Amril Mukminin terhadap harianberantas.co.id tersebut diselesaikan melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Kami menggap ini sudah selesai saat dilaksanakan mediasi sidang pleno dengan ke 9 orang anggota Dewan Pers di kantor Dewan Pers Jakarta, dan ini sudah final, karena ini murni adalah kesalahan dalam dunia jurnalistik sebagaimana dalam PPR yang kami keluarkan,” sebut Heru. (tim*ye)

0Shares

Berita Terkait :

Lampu Mercusuar Tak berfungsi, Sejumlah Kapal  dan Speed Boot Hampir Kandas

binpers

Pengerjaan Hotmix Jalan Provinsi di Desa Sukaraja Diduga Asal Jadi

binpers

Masyarakat Meminta Pemerintah Desa Timbolo Memfasilitasi Pembangunan Paud

Susilawati
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy