28.5 C
Bandung
July 6, 2020
binpers.com
Investigasi Lintas Daerah Sulbar

Puluhan Cakdes Di Polman Beraksi Diduga Gugur Seleksi Wawancara

0Shares

Polman-(Sulbar), Binpers.com – Sedikitnya 17 calon kepala desa di Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar didampingi sejumlah LSM mendatangi gedung DPRD Polewali Mandar dan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa untuk mempertanyakan kembali terkait dengan digugurkannya dalam test tertulis dan wawancara pada seleksi calon kepala desa tahun 2018 yang digelar Pemkab Polewali Mandar awal Oktober 2018 disejumlah titik.

Massa Cakdes dari 17 Desa yang dinyatakan gugur oleh panitia seleksi mengepung dan menduduki kantor dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan desa, bahkan diantara mereka menemukan surat pemberitahuan penghentian sementara pencabutan Nomor urut peserta Cakdes yang ditujukan kepada panitia tingkat desa sebagai tindak lanjut hasil kesepakatan melalui rapat dengat pendapat (RDP), di DPRD Polman, Jumat (5/10/18) yang difasilitasi Komisi I, harusnya dikirim tetapi tidak dikirim sehingga membuat curiga para massa Cakdes yang gugur.

Kalau proses seleksi Cakdes 2018 dinilai adanya indikasi rekayasa untuk menggugurkan 17 Cakdes tersebut dan panitia lokal tetap melakukan pencabutan Nomor urut peserta Cakdes sesuai tahapan pilKades sehingga membuat Cakdes yang gugur beraksi dan menolak pencabutan Nomor urut sebelum kesepakatan antara panitia dengan Cakdes yang gugur seleksi.

Massa Cakdes yang jumlahnya sekitar 100 orang dari 17 desa dianggap bermasalah, dari 77 desa yang melakukan pemilihan Kades tahun 2018, setelah massa menunggu beberapa jam di kantor dinas Pemberdayaan Masyaraat dan Pemerintahan desa dan tidak satupun panitia memperlihatkan batang hidungnya dan diduga menghindar dari kepungan massa pendukung yang diturunkan Cakdes yang dinyatakan gugur tes wawancara tersebut.

Akhirnya massa kembali mendatangi gedung DPRD Polman untuk menyampaikan aspirasinya dan diterima langsung oleh dua Wakil Ketua DPRD Polman, H.Amiruddin, SH dan Busman M.Yunus serta anggota DPRD masing-masing, H.Juanda, H.Nurdin Tahir, Hamzah Syamsuddin, Hj.Muhasbih dan H.Samirah Pratiwi tetapi pihak panitia tidak bisa menghadiri undangan DPRD untuk RDP tanpa alasan jelas.

Sementara jubir para Cakdes, diantaranya H.Arifin Tahir, SH, MH (Dewan pakar DPRD Polman), Abdul Rahman ( LSM Apkan), Arwin Surianto ( LSM Hamperak), Syamsuddin ( LSM Basmi), Muh.Patman (LSM Mandat), S.Indra ( LSM Aliansi Indonesia) dan beberapa pembicara lainnya.

Dalam dialog penyampaian aspirasi para Cakdes di ruang aspirasi DPRD Polman, dua hari berturut-turut itu, Senin dan Selasa ( 8 dan 9/10/18) terungkap berbagai persoalan tentang proses seleksi Cakdes, yakni salah seorang Cakdes inkamben dari desa Landi Kanusuang kecamatan Mapili  atas nama Abdul Latif dinyatakan gugur dalam seleksi wawancara.

Padahal telah dua periode menjabat Kades sehingga dirinya tidak menerima keputusan panitia itu dan mempertanyakan tentang indikator diterapkan pihak panitia hingga dirinya dinyatakan gugur dalam wawancara.

Selain itu, salah seorang Cakdes yang awalnya dinyatakan gugur dan kemudian dinyatakan lulus tetapi baru satu hari kemudian kembali menerima surat pemberitahuan dari panitia seleksi bahwa dirinya dinyatakan tidak lulus sehingga dirinya tidak menerima kebijakan dilakukan pihak panitia yang seolah-olah mempermainkan dirinya.

Demikian halnya Cakdes lainnya, menilai panitia tidak transparan dan indikator bahan diujikan dalam tes wawancara kepada balon Kades tidak jelas dan pertanyaan disampikan pada saat tes wawancara dinilai tidak subtansial seperti dicontohkan, berapa jumlah keluarganya, siapa yang kuat dalam pertarungan merebut kursi Kades diwilayahnya dan apakah ada keluarganya tinggal di Majene dsb, bahkan Cakdes incamben.

Mendapat bocoran dari salah seorang oknum panitia seleksi wawancara kalau dirinya mendapat nilai tertinggi hasil tes wawancara mencapai 95 poin. “ Nilai saya tertinggi, yakni 95”, ujarnya menirukan ucapan salah seorang oknum panitia seleksi wawancara.

Tetapi faktanya tidak demikian sehingga dirinya mempertanyakan kepada panitia melalui anggota DPRD Polman. Menyikapi fenomena tersebut, Wakil Ketua DPRD Polman selaku pimpinan rapat penerima aspirasi susulan meminta kembali kepada seluruh panitia termasuk Tim seleksi wawancara maupun terkait hadir kembali di gedung DPRD Polman,

Pada hari selasa (9/10/18) Pukul 10.00 WITA, untuk memberikan penjelasan real kepada Cakdes yang dinyatakan gugur dalam tes wawancara tetapi lagi-lagi pihak panitia Cakdes kabupaten dan panitia pilKades desa tidak mematuhi surat anggota DPRD.

Akibat ulah panitia pilKades tersebut surat untuk meghadiri RDP, membuat empat Fraksi dari delapan Fraksi di DPR Polman merekomendasikan atas desakan para Cakdes yang dinyatakan gugur seleksi wawancara karena tidak hanya mampu memproleh nilai 95 sementara standar kelulusan skornya minimal nilai 60.

Di DPRD Polman yang dihadiri 13 anggota DPRD dan merekomedasikan kepada Bupati, Pertama, Meminta kepada panitia pilKades bagi desa bermasalah dan telah memasukan sangahan pada panitia pilKades, Kedua, Tetap melakukan proses plKades bagi desa yang tidak bermasalah dan Ketiga, Hak Interplasi tetap berjalan di DPRD sesuai peraturan Tatib DPRD,”  tegas H.Amiruddin. (Andi Rasyid Moerdani)

0Shares

Berita Terkait :

Pemkab Luwu Lakukan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan

Rizky Pratama

Darurat Covid-19,  Korem 152/Babullah Salurkan Bantuan Alkes

Rizky Pratama

AHM Ajak Semua Elemen Masyarakat Waspadai Kecurangan Dalam Pilgub Malut

binpers
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy