28.9 C
Bandung
July 10, 2020
binpers.com
Hukum & Kriminal Kalteng Lintas Daerah

Lahan Kelompok Tani Lomba Mandiri Dijarah Preman

0Shares
Sadir S.Silay yang berkacamata baju kotak kotak disampingnya Yasmin SH kuasa Hukum PT.MAP saat sidang tanggal 14 Agustus 2018 di PN.Sampit

Ketua Kelompok Tani Gugat Secara Perdata  di Pengadilan Negeri Sampit sebelum Lapor secara Pidana

Sampit-Kalteng (Binpers.com), Sadir S. Silay,  Ketua Kelompok Tani Lomba Mandiri tidak tinggal diam atas perlakuan sekelompok preman yang menjarah dan menguasai Kebun Sawit seluas 270 Hektar yang berlokasi di Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya si Sungai Bajamal berbatasan dengan kebun PT.Mulia Agro Permai (PT.MAP).

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartawan bahwa proses persidangan perdana secara perdata sudah dilaksanakan pada hari Selasa 14 Agustus 2018 yang lalu dengan agenda menghadirkan para pihak baik tergugat maupun penggugat.

Penggugat dalam hal ini menggunakan Kuasa Hukum M.Iman Cs sementara pihak tergugat belum menggunakan Kuasa Hukum satu orang diantaranya tergugat tidak hadir, kecuali PT.MAP  terut tergugat dihadiri Yasmin, SH  Kuasa Hukumnya, atas ketidak hadiran salah satu tergugat Ketua Majelis Hakim memutuskan menunda persidangan itu dan meminta kepada pihak jurusita untuk melayangkan kembali surat panggilan kepada tergugat yg tidak hadir saat itu, jika dalam peraidangan selanjutnya tergugat tidak hadir juga hakim mengatakan  tergugat ini ditinggalkan.

Sekedar untuk diketahui bahwa Lahan Kelompok Tani Lomba Mandiri ini  pada tahun 2014 – 2017  pernah dimitrakan dengan PT.MAP, selama itu pula tidak ada kelompok preman ini melakukan pengkleman ,kemitraanpun berjalan dengan baik dan bisa mensejahterakan anggotanya.

Kemitraan berakhir Juli 2017 saat itu PT.MAP melakukan pembuatan parit batas Kebun  antara Kelompok Tani Lomba Mandiri dengan Kebun Milik PT.MAP.

Setelah selesai pembuatan parit batas itu maka timbullah keberanian para preman  untuk menjarah dan menguasai kebun itu, diduga kuat bahwa kekuatan mereka mampu untuk menaklukan Kelompok tani ini  dan tidak berani melakukan pengkleman saat kelompok tani ini bermitra dengan perusahaan.

Menurut Sadir selaku Ketua Kelompok Tani Lomba Mandiri, Kurang lebih satu tahun ini kami cukup bersabar dan tidak mau terpancing dengan sikap dan prilaku para preman itu, bukan kami tidak berani, Negara kita adalah Negara Hukum hal ini wajib kita taati, untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan dan untuk menjaga Agar Kotim selalu Kondusif maka kami tidak mau melayani para preman ini diluar jalur hukum” Ujar Sadir.

Demi keadilan dan demi segalanya maka Sadir akan mengajukan kasus ini melalui sidang perdata, dengan harapan agar pihak Hakim dalam mengadili persidangan ini benar- benar adil dan tidak memihak kepada siapapun, biar tau siapa sesungguhnya yang berhak terhadap kebun tersebut. Sampai berita ini diterbitkan pihak tergugat belum bisa dikonfirmasi (Penulis Misnato).

0Shares

Berita Terkait :

Kapolresta Cirebon Pimpin Apel Pendistribusian Paket Sembako  Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke -74

Istia Miralita

Lagi-Lagi TNI Salurkan 4.000 APD untuk Penanganan Covid-19 di Maluku Utara

Istia Miralita

Kedatangan Tim Wasrik BPK, Pangdam IV Minta Berikan Data Obyektif dan Transparan

Rizky Pratama
BINPERS.COM

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy