Kebebasan Pers

419073_263852190422338_711994936_nPenulis : ARIE CHANDRA, SH

Pemimpin Umum

Dengan pesatnya teknologi dan zaman yang sangat begitu canggih media sebagai pengantar berbagai informasi namun saat ini sudah mulai rapuh dengan zaman dan birokrasi yang tidak sedikit memikirkan sebab dan akibat, kita tahu bahwa insan Pers adalah sebagai fasilitator serta aspirasi masyarakat yang sangat kental dengan berbagai hubungan komunikasi baik melalui, radio amatir, media cetak juga media elekronik, bahkan dunia telah mengakui jurnalis merupakan pilar ke empat sebagai sosial kontrol dan konsumsi Publik, tak jarang media juga di jadikan pembunuh karakter para politik dan azas manfaat dari sekelompok orang –orang yang berkepentingan dalam hal politik.

Banyak kejadian yang sangat tak di duga serta kejanggalan dalam birokrasi hukum pun tak pernah melihat atau membaca dengan tepat siapa lawan dan siapa kawan, media banyak di jadikan topeng, namun ironisnya sesama media pun kadang kala tak mengenal  siapa lawan sehingga seakan –akan dia yang paling bisa dan tidak pernah di pikirkan profesi sesama jurnalis dengan tidak sadar ketika publik membaca dan melihat hanya tersenyum dan sama halnya menusuk dirinya dalam arti luas saling menusuk sesama organ tubuh pers, hal ini sangat tidak mengunakan radikal organ tubuh sendiri di tikam dengan sendirinya .

Banyak kejadian sang Jurnalis terjebak dengan unsur kesengajaan para oknum yang secara individu  menggunakan media lain untuk mencari kesalahan sementara media tersebut tidak sadar bahwa dia sudah mulai rapuh dengan profesinya dengan pemanfaatkan orang lain tersebut, kejadian ini sering terjadi yang uniknya “mengapa seorang wartawan atau sang jurnalis ketika rekan seprofesinya dalam keadaan lemah, atau melakukan kesalahan mereka tidak berpikir bagaimana menunjukan tekad rasa persatuan dan kesatuan, namun sebaliknya malah memunculkan Borok organ tubuh profesi  wartawan itu sendiri. seakan –akan “media saya yang paling baik , cangih dan hebat” .  dalam hal ini juga paling tidak pihak-pihak terkait dalam dunia Pers melakukan “action social control kembali  agar dari pihak yang berbeda pendapat menjadi satu kata dan satu suara dengan tidak menghilangkan norma-norma etika jurnalis sehingga tercipta rasa persaudaraan di kalangan insan Pers itu sendiri dan bukan saling menjatuhkan profesi Insan Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.