Sidang Penggelapan Yang Didakwakan Terhadap Erlina Masih Dalam Tahap Pemeriksaan Saksi

Batam (BN), Saksi Beny dan Saksi Sari dari Pihak BPR Agra Dana dihadirkan untuk memberikan keterangan, dan kedua saksi membenarkan bahwa telah terjadi transfer dana dari Rekening BPR ke rekening pribadi terdakwa.

Disisi lain  UU RI no 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas UU nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan
pasal 49 ayat(1)huruf a,b,c menjelaskan sebagai berikut:

Anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau pegawai bank yang dengan sengaja :

A. membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam proses laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank.
B. menghilangkan atau tidak memasukkan atau menyebabkan tidak dilakukannya pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank ;
C. mengubah, mengaburkan, menyembunyikan, menghapus, atau menghilangkan adanya suatu pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank, atau dengan sengaja mengubah, mengaburkan, menghilangkan, menyembunyikan atau merusak catatan pembukuan tersebut, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 200.000.000.000,00 (dua ratus miliar rupiah).

Terdakwa juga telah mengakui telah mentransfer uang dari BPR Agra Dana dan memindahkan uang tersebut ke rekening pribadi nya namun telah memulangkannya.

Penasehat Hukum BPR.Agra Dana juga menyebutkan dengan jelas juga bahwa walaupun terdakwa telah mengembalikan uang yang ditransfer kereningnya tersebut namun itu tidak menghilangkan pidananya.(rs)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment