Nasabah Desak Aparat Untuk Menjerat Tersangka Tikus Credit Union Eka Pembilum Itah (CU EPI) dengan pasal berlapis

Sampit-(Kalteng), BN– Kinerja Polda Kalteng patut diapresiasi dan diacungi jempol karena berhasil mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana 5.899 orang nasabah  Credit Union Eka Pembilum Itah ( CU.EPI) Kabupaten Kotawaringin Timur senilai Rp.65 Milyar, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/L/I/2018/SPKT tanggal 21 Januari 2018  Perihal : Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilaporkan Nasabah CU EPI awal tahun 2018 yang lalu.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng telah menahan Dua orang pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka  setelah menjalani pemerikasaan  dimapolda Kalteng yakni : NN selaku Manager CU EPI  periode 2006-2014 dan MA Manager CU EPI  periode 2014-2016 kedua pelaku ini dibidik dengan Pasal 372  KUHP dan Pasal 378  KUHP, kemudian nasabah meminta kepada penyidik untuk membidik dengan  Pasal 4 undang–undang nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan pemberantasan Tindak  Pidana Pencucian uang.

Selain itu penyidik masih melakukan pengembangan kasus ini dan disinyalir  masih ada tersangka lain untuk segera diseret, kabarnya dua orang lagi yang akan menyusul untuk diseret yakni  Oknum Dosen berinisial RK dan Pengusaha minyak berinisial SU, kedua orang itu yang disebut-sebut bertanggung jawab, nasabah mengaku mempunyai bukti kuat terhadap keterlibatan terduga lainnya itu.

Untuk diketahui bahwa  nasabah menuding ada dugaan keterlibatan  SU dan RK, memakai dana nasabah ini bernilai milyaran rupiah  untuk membeli aset. SU diduga memakai dana siluman hingga miliaran rupiah untuk membangun SPBU, dan RK dituding menggunakan dana 2 milyar lebih untuk membangun perumahan di Kabupaten Gunung Mas, para nasabah mengklaim  mengantongi keterlibatan 2 orang itu.

Menanggapi tudingan  itu kabarnya RK  mengatakan tudingan tanpa bukti merupakan kebohongan  belaka, segala tuduhan harus dibuktikan  dengan jelas,  RK menantang nasabah untuk membuktikan tudingan itu agar tidak menjadi fitnah, sementara SU tidak berkomentar kabarnya sedang menderita sakit stroke.

Sekedar untuk mengingatkan bahwa terkuaknya kasus ini lantaran dana nasabah banyak yang tidak dapat dicairkan, mereka menghubungi kantor CU EPI untuk mendapatkan penjelasan, namun dikantor itu tidak ada yang dapat menjelaskan alasan dana yang tidak dapat diambil nasabah, hal ini terjadi akhir Juli 2016 yang lalu.

Kemudian pada akhir tahun 2016 Telah dilakukan Audit Keuangan sehingga ditemukan kerugian sebesar Rp. 65 Miliar, Rapat Luar Biasapun akhirnya digelar. Namun kabarnya Rapat itu nyaris kisruh, karena Pengurus tidak dapat menjelaskan hilangnya dana puluhan milyar itu.

Sampai saat ini tim Binpers.com masih melakukan penelusuran kepada pihak penyidik Polda Kalimantan Tengah belum bisa dikonfirmasi apakah ada lagi tersangka lainnya yang ditahan.  (Misnanto)

Penulis dan editor di media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment