HARUSKAH INVESTOR ITU DILINDUNGI ?

 

“Masyarakat jadi Korban akibat Pencemaran Limbah Pabrik Kelapa Sawit di Desa Sebabi”

Sampit-Kalteng (Binpers.com) – Masyarakat desa Sebabi Kecamatan Telawang Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah Gerunduk DPRD Kotim untuk melakukan Hearing / Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas tanggung jawab dua Perusahaan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit yang diduga kuat biang kerok malapetaka matinya ikan secara masal di Sungai Buluh, Bintung dan Sungai Seranau yang diduga kuat akibat tercemar limbah dua pabrik Kelapa Sawit yang beroperasi didaerah tersebut yakni PT.Sukajadi Sawit Mekar (PT.SSM) dan PT.Mustika Sembuluh (Wilmar group) Senin, 3/9/2018 baru-baru ini.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartawan, bahwa anggota DPRD Kotim telah turun melakukan Sidak kelokasi pada 30/8/2018 menyaksikan langsung kebenaran peristiwa tersebut disaksikan masyarakat setempat .

Hasil pengamatan dan analisa secara kasat mata, mereka menuding bahwa matinya ikan secara masal didaerah itu akibat tercemar oleh Limbah Pabrik Kelapa Sawit sejak 26 Agustus 2018 yang lalu.

Tudingan warga maupun kalangan DPRD Kotim itu bukan tanpa alasan. Apalagi baru-baru ini pihak perusahaan sawit itu tiba-tiba saja tanpa permintaan warga langsung membersihkan sungai itu yang diduga kuat untuk menghilangkan barang bukti.

Bukti banyak ikan yang mati di sungai yang diduga kuat akibat dicemari Limbah Pabrik Kelapa Sawit

Tudingan ini sangat bertolak belakang dari pernyataan Kepala DLH Kotim Sanggul Luban Gaul yang mengatakan bahwa matinya ikan secara masal diwilayah itu akibat racun bukan dari limbah Pabrik Kelapa Sawit.

Pernyataan Kepala DLH itu sangat mengecewakan warga dan pihak DPRD yang melihat langsung dilokasi, sehingga banyak yang berprasangka yang bukan-bukan ada apa dengan Kepala DLH ini, yang seakan-akan ada keberpihakan membela Investor seakan akan tidak salah dan melempar kesalahan itu kepada pihak lain yang tidak masuk alam pikiran orang waras.

Kekecewaan warga ini mengundang perhatian PESOR untuk melakukan prosesi “sumpah” yang ditujukan kepada DLH, Kepolisian dan Dinas Perikanan secara adat Dayak yang dilaksanakan usai acara RDP  yang intinya Apabila Pihak terkait dalam menangani permasalahan ini tidak jujur maka akan mendapat celaka, jika ia naik mobil akan terballk, jika ia naik pesawat ia akan jatuh dan jika ia naik kapal akan tenggelam.

Dalam kasus ini warga berharap kepada pihak terkait dan penegak hukum agar dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus ini dengan jujur demi tegaknya hukum. (Penulis Misnato)

Penulis dan editor di media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment