Dana Rp 19 M Ludes, Pembangunan Rusunawa Tidak Dimanfaatkan

Polman-(Sulbar), BN- Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) bertempat di depan Markas Kompi Senapan B 721/ Makkasau, Kelurahan Madatte  Kecamatan Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada hari Jumat (27/5/16) yang lalu.

Kontruksi bangunan yang direncanakan pemerintah pusat berdasarkan usulan Pemkab Polman, bangunan ini  berlantai 5 dengan jumlah kamar 114, masing-masing lantai sebanyak 24 kamar dan dilengkapi dengan ruang pertemuan warga, Mini Market dan fasilitas lainnya.

Perencanaan pembangunannya ditargetkan selesai pada akhir tahun 2016 dan dikerjakan oleh perusahaan BUMN sebagai pemenang tender di pusat PT. Istaka Karya dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 19 Miliar dari APBN Dipa Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat RI (PUPERA RI) di Jakarta.

Bupati Polman lakukan peletakan Batu pertama pembangunan Rusunawa (27/5/16)

Bupati Polewali Mandar, H. Andi Ibrahim Masdar usai peletakan batu pertama pembangunan Rusunawa mengharapkan kepada pelaksana kegiatan agar pembangunannya tepat waktu sehingga bangunan ini segera dimanfaatkan oleh masyarakat berpengasilan rendah (MBR).

Tetapi faktanya, pembangunan yang dibangun dengan biaya puluhan miliar yang bersumber dari APBN 2016 itu, bahkan dua kali perpanjangan waktu kontrak tanpa alasan jelas dan pembangunannya telah selesai beberapa bulan lalu di tahun 2018 tetapi hingga sekarang pembanguan mega proyek itu belum dimanfaatkan oleh pemkab Polman.

Menururt Bupati Ibrahim Masdar, kedepan jika Rusunawa ini berfungsi baik, Pemkab Polman kembali mengusulkan ke Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian (PUPERA) untuk pembangunan Rusunawa tahap 2.

Selain itu, tambah Ibrahim Masdar, pihaknya juga mengusulkan rumah susun pondok pesantren dan rumah khusus nelayan, setelah pembangunannya selesai akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan di kelolah bagian Aset Daerah pemkab Polewali Mandar,” Tuturnya

Dari hasil investigasi tim Binpers.com, proyek pembangunan rumah susun sederhana sewa ( Rusunawa) ditargetkan selesai akhir tahun 2016, bahkan menyebrang ditahun anggaran 2017 dan hingga Desember 2017 pembangunan bersubsidi itu selesai di tahun anggaran 2018.

Sehingga pemkab Polman terus melakukan upaya dengan menyurati Kementerian PUPR di Jakarta agar mendesak pihak PT. Istaka Karya sebagai kontraktor pelaksana supaya segera diselesaikan proyek puluhan miliaran tersebut tetapi tampaknya belum mendapat respon positif saat itu, akibatnya  banyak  khalayak menilai kalau pembangunan Rusunawa itu merupakan bentuk pemborosan Anggaran Negara.

Di himpun dari informasi ada beberapa item yang belum selesai diantaranya penyambungan instalasi listrik, pengeboran air bersih dan beberapa pekerjaan item masih membutuhkan waktu, hingga saat ini tim Binpers.com masih melakukan penelusuran konfirmasi resmi dari pemkab Polman termasuk pihak PT. Istaka Karya sebagai kontraktor pelaksana. (Andira Mordani)

Penulis dan editor di media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment