Warga Penerima Bantuan Rutilahu Harjamukti Kota Cirebon, Mengeluhkan Karena Mangkrak Dikerjakan Setengah Jalan

Cirebon, Binpers.com – Berdasarkan  laporan  salah seorang warga yaitu Ronny dari RW 05 penerima Bantuan Rutilahu, di duga rehab rumah yang tak layak huni  ada kejanggalan seperti di RW.06 , RW. 11, RW 13 dan di RW lainnya  dikerjakan setengah jalan dan di tinggalkan .

Dan hal ini sempat membuat pemilik rumah keluhkan dan kecewa kenapa pengerjaan ini tak di tuntaskan segera karena sudah terlanjur di bongkar,  hanya dengan berjalan tiga hari kerja saja tukang  sudah berhenti,  ini sudah tiga minggu tak ada lagi pengerjaannya.

Setelah di cek oleh wartawan , menurut informasi Rutilahu ini adalah program dari Ban-Gub ( Bantuan Gubernur Jabar ),  Bapak Wardi warga Grenjeng/ Penyuken  RW.05 / RT.02 dan ibu Sri Wahyuningsih di Rw.13 /Rt.03 Kalitanjung Barat  menyampaikan  juga bahwa rumahnya sudah terlanjur di buka semua rangka atap dan genteng,  di ganti dengan  baja ringan dan  tembok  untuk sekat ruang saja.

“betul hanya di kerjakan tiga hari tidak sampai tuntas dengan alasan material tidak ada lagi menunggu kiriman , tanggung pak atapnya sedikit lagi,” ujar kedua warga tersebut hampir bersamaan.

Menurut keterangan Lurah Harjamukti  Kota Cirebon , Didi Supriadi , S.Sos saat di konfirmasi didampingi oleh ketua LPM Yana Ferdianto di kantornya  ini mengatakan, bahwa dirinya membenarkan di Kelurahan ini ada yang menerima Rutilahu, yang terhenti pengerjaannya.

Disini warga  penerima Rutilahu ada 26 rumah , tiap Rw hanya 2 rumah yang di betulkan dengan anggaran per rumah sebesar Rp 15 juta. “untuk jelasnya silahkan tanyakan  ke Bapak Taufik di RW.06 / RT. 03  dia Ketua BKMnya, sebagai koordinator  dan juga Dewan Kota Cirebon dari Komisi B,” ungkapnya.

Saat di temui di rumahnya Bapak Taufik,  mengatakan bahwa betul ada disini warga yang dapat Rutilahu , itu dananya dia talangi dulu, karena Dana Ban-Gubnya belum cair.

“Kami inisiatif bongkar dan selesaikan bangun lagi agar bisa di tempati ,  ternyata ada 26 rumah yang tak layak huni, dan itu bervariasi ada yang besar rumahnya ada yang kecil,  saya tidak bisa talangi semua karena tidak ada dana atau  anggarannya,”  Ungkapnya

Taufik menambahkan, agar tukang tidak nganggur dirinya menarik dulu untuk bekerja di rumahnya (Taufik.red) ini  sambil menunggu dananya cair  nanti di lanjutkan kembali. “kami hanya  memberi jasa saja, dan menyalurkan anggaran, semoga  bermanfaat bagi mereka yang menerima,”  kilahnya seraya memungkas pembicaraan.  (Tim Investigasi )

Penulis dan editor di media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment